RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Grup keroncong “Kawula Alit” Salatiga mengikuti Festival Keroncong Nasional 2025 yang diadakan oleh Pemkab Sidoarjo dalam rangka memeriahkan 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia.
Kompetisi yang bernama Festival Keroncong Nasional Sidoarjo (Sinkron) 2025 ini terbuka untuk semua usia dan kalangan dan asal daerah.
Diikuti oleh 16 grup keroncong dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, Grup Keroncong “Kawula Alit” berhasil masuk babak final dan meraih peringkat 4 atau harapan 1.
Asmara Saputra, yang lebih dikenal dengan Mara, selaku pelatih mengaku bangga dengan capaian anak-anak binaannya dalam festival skala nasional ini.
“Mereka pelajar SMA, MAN, SMK yang mencintai music keroncong. Dengan anggota grup paling junior di antara lainnya, cukup membanggakan bisa membawa nama Salatiga masuk 4 besar bersama grup keroncong lainnya yang lebih professional”, ujarnya.
Hal ini sangat membanggakan mengingat “Kawula Alit” adalah komunitas grup keroncong binaan Sanggar “Wong Pitoe” dimana pemainnya merupakan pelajar tingkat SMA kelas 9 dan 10 di Salatiga dan sekitarnya.
Anak-anak ini luar biasa, memberikan penampilan yang bagus secara skill dan mental yang kuat berkompetisi dengan para pemain keroncong professional seperti dari Yogyakarta, Nganjuk, Mojokerto, dan Sidoarjo.
Selain meraih 4 besar, Kawula Alit juga menyabet pemain Cuk Terbaik melalui Piyu Riski, pelajar SMAN 2 Salatiga. Pemain Kawula Alit terdiri dari Hanafi Fikri (MAN), Ria (SMAN 1), Piyu-Bagas-Fadhil (SMAN 2), Aktan (SMKN 1), Rendi (SMK PGRI 2), dan Sekar (SMKN Tengaran), dan Yulio. Dalam festival ini hadir langsung Waldjinah dan Tuti Maryati, penyayi keroncong legendaris nasional serta Wakil Bupati Sidoarjo.
Kawula Alit juga meraih Juara Harapan 1 pada Festival Keroncong Nasiona Hari Jadi Kab Madiun pada 27 Juli 2025.
Hal ini menunjukkan meski dengan berbagai keterbatasan, Kota Salatiga memiliki generasi muda pecinta seni keroncong yang berprestasi dan membawa Kota Salatiga sebagai daerah yang diperhitungkan kualitasnya oleh daerah lain bahkan nasional.(sas)
Editor : Tasropi