Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pengukuhan Guru Besar UIN Salatiga Minim Karangan Bunga, Empat Profesor Diarak Pakai Dokar

Dhinar Sasongko • Selasa, 22 Juli 2025 | 16:38 WIB
Para guru besar UIN Salatiga diarak menggunakan dokar bersama keluarga.
Para guru besar UIN Salatiga diarak menggunakan dokar bersama keluarga.

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga kembali menambah guru besarnya. Kali ini empat orang sekaligus dikukuhkan di auditorium Prof H Ahcmadi Senin (22/7/2025) pagi.

Empat dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar terdiri dari Prof. Dr. Supardi, S.Ag., M.A. dalam bidang Pendidikan Bahasa Arab.

Prof. Dr. Achmad Maemun, M.Ag. dalam bidang Psikologi Islam. Prof. Dr. Mochlasin, M.Ag. dalam bidang Ekonomi Islam, Prof. Dr. Abdul Aziz N.P., S.Ag., M.M. dalam bidang Manajemen.

Para guru besar itu diarak menggunakan dokar bersama keluarga. Dengan kawalan pengaman internal kampus, rombongan bergerak dari masjid Baitus Syukur di jalan lingkar menuju auditorium.

Sempat memutar bundaran kampus sebelum melanjutkan menuju lokasi.

Prof. Dr. Mochlasin M.Ag mengatakan sengaja menaiki dokar ke prosesi pengukuhan guru besar sebagai momentum meneguhkan UIN Salatiga sebagai Green Wasathiyah Campus.

"Kita semua harus menjaga lingkungan, dan gerakan ini bagian dari itu. Kita semua harus peduli pada lingkungan," ujarnya.

"Hari ini juga naik dokar karena ini transportasi yang ramah lingkungan dan juga bagian dari kearifan lokal. Dokar harus kembali diangkat karena termasuk transportasi yang minim polusi," kata Mochlasin.

Sementara Prof. Dr. Achmad Maimun menyampaikan naik dokar untuk menjalankan visi misi UIN Salatiga.

"Sebagai Green Wasathiyah Campus, kita harus mulai membiasakan menggunakan kendaraan yang polusinya kecil," ungkapnya.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag mengatakan pengukuhan guru besar menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen kampus untuk menghadirkan pendidikan yang berdampak nyata bagi transformasi masyarakat.

“Saat dunia pendidikan nasional bergerak menuju paradigma kurikulum berdampak, universitas harus menjadi ruang penghasil solusi. Kampus ini menegaskan diri sebagai pilar ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai serta mampu menjawab tantangan zaman,” kata Zakiyuddin.

Pengukuhan ini tampak minim karangan bunga. Di auditorium hanya ada 10 karangan bunga papan ucapan.

Namun, ucapan dikirim dengan puluhan bibit pohon berjajar dari jembatan hingga auditorium. Hal ini sesuai dengan semangat dan visi misi kampus.(sas)

Editor : Tasropi
#Guru Besar #Pendidikan Bahasa Arab #UIN Salatiga