Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Puluhan Nasabah Geruduk Rumah Mewah Milik Bos Koperasi Bahana Lintas Nusantara di Salatiga, Begini Tuntutan Mereka

Dhinar Sasongko • Rabu, 2 Juli 2025 | 20:59 WIB
Puluhan nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) dari berbagai daerah kembali menggeruduk rumah mewah milik pimpinan koperasi tersebut di Jalan Merdeka Selatan nomor 54, Salatiga, Rabu 2/7/2025
Puluhan nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) dari berbagai daerah kembali menggeruduk rumah mewah milik pimpinan koperasi tersebut di Jalan Merdeka Selatan nomor 54, Salatiga, Rabu 2/7/2025

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Puluhan nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) dari berbagai daerah kembali menggeruduk rumah mewah milik pimpinan koperasi tersebut di Jalan Merdeka Selatan nomor 54, Salatiga, Rabu (2/7/2025).     

Mereka diantaranya datang dari Boyolali, Wonosobo, Rembang, Demak, Klaten, dan lainnya menuntut agar uang penyertaan modal uang telah diberikan bisa dikembalikan.   

 Luapan emosi dan kekecewaan tampak terpancar dari para nasabah.

Mereka memasang spanduk, menggedor pintu gerbang rumah dan meneriakkan agar Nicholas Prasetyo selaku pimpinan BLN mau bertanggungjawab atas apa yang telah dia perbuat.     

Tak hanya itu, mereka juga menempelkan spanduk di rumah tersebut yang bertuliskan, Butuh Rupiah bukan Token, Janjimu membunuhku, Juli Tagih Janji BLN, dan ungkapan-ungkapan rasa kekecewaan para korban.     

Koordinator aksi Aris Carmadi mengatakan, aksi kali ini dilakukan sebagai luapan kekecewaan para nasabah yang uang penyertaan modalnya tak kunjung bisa dikembalikan. 

"Kita datang ke sini untuk menuntut janji-janji yang disampaikan oleh pengurus BLN bahwa Juli ini bisa terealisasi pengembalian dana beserta Sijangkung," kata Aris, Rabu (2/7/2025).

Pihaknya mengancam, jika tuntutan dan janji yang telah diberikan tidak dipenuhi akan kembali menggelar aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi.

Karena masih banyak korban lagi yang saat ini masih menunggu kejelasan terkait nasib uang penyertaan modalnya.

Terkait adanya rencana pengembalian dengan sistem digital, kata Aris, pihaknya menolak hal tersebut.

Sebab banyak hal yang membuat pengembalian modal dengan sejenis token itu sangat berisiko.   

"Pengalaman sebelumnya, pernah proyek yang dari DNY (program koin digital) itu tidak bisa naik. Malah jadi nol tidak laku. Anggota intinya kita tidak bersedia diganti digital, inginnya uang modal kembali," tandasnya.

Pantauan di lokasi, hingga saat ini korban masih menunggu di rumah Nicholas.

Mereka ingin melakukan audiensi secara langsung dengan dihadiri oleh Nicholas sebagai pimpinan Koperasi BLN. (sas)

Editor : Baskoro Septiadi
#koperasi Bahana Lintas Nusantara #Nasabah #salatiga