RADARSEMARANG.ID - Kasus penculikan untuk merampas barang berharga korban terjadi di Sraten, Tuntang, Kab Semarang pada Senin (9/6/2025) sekira pukul 05.00 pagi.
Seorang wanita pendagang telur dirampas perhiasan, telepon genggam (HP) dan juga dompetnya. Kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Dari keterangan yang dihimpun, korban bernama Ruswati, 55, warga Rawasabi, Tuntang, Kabupaten Semarang.
Saat kejadian, ia hendak ke pasar Salatiga guna berjualan telur.
Ia diantar anaknya sampai pertigaan Sraten, untuk berganti angkutan umum.
Tiba-tiba, dia didatangi sebuah mobil yang penumpangnya menanyakan sebuah alamat. Namun, saat itu korban justru dipaksa masuk ke mobil SUV warna hitam.
Didalam mobil yang berisi tiga pria, ia dipaksa menyerahkan perhiasan emas berupa gelang, kalung, telepon genggam dan juga dompet.
Bahkan saat memaksa, leher diduga terluka karena ada bercak darah di jilbab korban.
Pelaku kemudian menurunkan di daerah Ngebong, arah ke hutan karet dan lalu kabur.
Korban yang syok mendapat bantuan warga dan diantar pulang hingga daerah Sraten.
"Ibunya tadi kelihatan syok dan masih banyak darah di jilbabnya. Tadi langsung diantara ke polsek Tuntang," tutur Wardhani, salah satu pedagang di Sraten yang bertemu dengan korban saat hendak melapor.
Ia mengaku setiap pagi sering bertemu dengan ibu tersebut.
Tetangga korban Azizah menyebut korban dipukuli di dalam mobil. Bahkan giginya sampai patah. Saat ini belum ke pasar karena masih syok dengan kejadian yang dialami. (sas)
Editor : Baskoro Septiadi