RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - "Menanam itu mudah, yang penting adalah merawatnya dengan kesungguhan, ketekunan, dan cinta. Sebab, pohon adalah makhluk hidup yang menjadi penanda peradaban. Dari akar yang menembus bumi, kita belajar keteguhan iman. Dari batang yang tumbuh tegak, kita menyerap makna ketulusan pengabdian. Dan dari daun yang rindang, kita menyerap semangat memberi manfaat bagi sesama dan semesta,” ujar Rektor UIN Salatiga Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., saat membuka kegiatan penanaman bibit pohon sebagai implementasi ekoteologi di halaman belakang Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Senin (19/5).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Kementerian Agama yang digagas oleh Prof. Dr. Nasarudin Umar, M.Ag., sebagai bentuk nyata spiritualitas ekologis dalam kehidupan akademik dan birokrasi keagamaan.
Ekoteologi dipahami sebagai cabang teologi yang memadukan kesadaran iman dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dalam perspektif ini, alam dipandang sebagai ciptaan Tuhan yang sakral. Manusia diberi amanah untuk menjaga, merawat, dan memelihara harmoni semesta.
Kesadaran ini menumbuhkan spiritualitas ekologis dalam wujud tindakan nyata seperti menanam pohon, mengurangi limbah, dan merawat keberlangsungan ekosistem.
Rektor menegaskan bahwa ajaran tentang tanggung jawab ekologis telah hadir dalam berbagai tradisi keagamaan.
“Liturgi lingkungan dalam Kristen, ajaran khalifah dalam Islam, dan seruan Paus Fransiskus dalam Laudato Si’ semuanya menunjukkan arah yang sejalan—yakni perlunya menjaga bumi sebagai rumah bersama yang penuh rahmat,” tuturnya.
Penanaman bibit pohon tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian penyambutan bagi 29 pegawai baru UIN Salatiga yang telah diterima sebagai Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) tahap pertama.
Mereka dijadwalkan akan dilantik dan menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan secara resmi pada Senin mendatang (26/5), melalui mekanisme daring dan luring.
Rektor berharap kegiatan ini menjadi awal yang bermakna bagi perjalanan pengabdian para ASN baru.
“Selamat kepada seluruh ASN PPPK. Semoga tugas dan amanah yang diemban memberikan kontribusi luas bagi masyarakat serta memperkuat keberlanjutan lingkungan hidup,” lanjutnya.
Wakil Rektor I, Prof. Dr. Miftahuddin, M.Ag., menyampaikan bahwa setiap pohon yang ditanam adalah simbol pengetahuan yang hidup.
“Akar yang tumbuh menandakan integritas yang mengakar kuat, sementara batang dan ranting mencerminkan arah dan semangat pengabdian yang terus menjulang,” ungkapnya.
Wakil Rektor II, Prof. Dr. Muh. Saerozi, M.Ag., menambahkan bahwa tindakan menjaga lingkungan adalah bentuk penguatan nilai-nilai spiritual dalam budaya kerja kampus.
“Kampus adalah ruang tumbuhnya peradaban. Menanam pohon adalah bagian dari ikhtiar kita membangun ekosistem kehidupan yang membawa maslahat hingga lintas generasi,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para ASN PPPK yang hadir dan terlibat langsung dalam penanaman.
Imam Subqi, M.Si., dari bidang Studi Islam, menilai bahwa penanaman pohon ini adalah bagian dari pengamalan ajaran tauhid yang menghargai alam sebagai ciptaan Ilahi.
“Ini momentum yang tepat untuk menyelaraskan iman dengan aksi nyata dalam menjaga bumi,” ucapnya.
Sementara itu, MS Viktor Purhanudin dari bidang Musikologi memandang kegiatan ini sebagai refleksi estetika spiritual. “Setiap unsur alam adalah suara kehidupan. Dengan menanam pohon, kita sedang menciptakan harmoni, seperti menyusun komposisi musik yang utuh dan bermakna,” ujarnya dengan penuh semangat.
Suasana kegiatan berlangsung dalam keheningan reflektif dan semangat kebersamaan. Para pimpinan universitas, ASN PPPK, serta sivitas akademika turut ambil bagian dalam gerakan penghijauan kampus sebagai wujud komitmen terhadap nilai-nilai keilmuan, keagamaan, dan kelestarian bumi.
Melalui semangat ekoteologi, UIN Salatiga terus meneguhkan peran transformasionalnya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang berpihak pada kehidupan, keadilan ekologis, dan keberlanjutan semesta.(sas)
Editor : Tasropi