Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mendidik dengan Nilai, Menilai dengan Integritas: Potret Asesmen Prodi Tadris Matematika

Dhinar Sasongko • Sabtu, 10 Mei 2025 | 17:26 WIB
Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., menyampaikan hal tersebut dalam forum asesmen lapangan akreditasi Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah.
Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., menyampaikan hal tersebut dalam forum asesmen lapangan akreditasi Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah.

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Arah pendidikan nasional kembali menjadi perhatian luas di tengah dinamika kebijakan yang terus berubah.

Transisi dari Kampus Merdeka ke Kampus Berdampak, serta rencana pengembalian sistem penjurusan di SMA, menunjukkan pentingnya arah pendidikan yang konsisten dan berpijak pada pemikiran filosofis yang tajam.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., menyampaikan hal tersebut dalam forum asesmen lapangan akreditasi Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (9–10 Mei 2025), di ruang rapat Gedung Ahmad Dahlan.

“Pendidikan bukan sistem pelatihan industri,” tegasnya. “Ia adalah medan untuk membangun kesadaran dan membentuk warga negara yang utuh. Ketika nilai-nilai dasar diabaikan, pendidikan kehilangan arah dan mudah terbawa arus.”

Zakiyuddin menegaskan bahwa pendidikan seharusnya dibangun dari pemahaman filosofis yang mengakar.

Ia merujuk pemikiran Paulo Freire tentang pendidikan sebagai proses pembebasan dan John Dewey yang menekankan pentingnya pembelajaran yang kontekstual untuk mendorong partisipasi warga dalam kehidupan demokratis.

Menurutnya, matematika sebagai bidang keilmuan menyimpan potensi besar dalam membentuk cara berpikir yang rasional, struktural, dan terbuka.

“Mahasiswa perlu dibimbing agar mampu memahami matematika sebagai bahasa semesta yang penuh makna,” lanjutnya.

Forum asesmen ini dihadiri oleh para pimpinan universitas, seluruh dosen Prodi Tadris Matematika, tim task force akreditasi, perwakilan mahasiswa aktif, serta pengelola laboratorium matematika.

Selain itu, turut hadir tamu undangan dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan serta Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).

Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., menyampaikan bahwa setiap proses asesmen merupakan ruang kontemplatif bagi institusi untuk kembali pada pertanyaan paling mendasar: “Mengapa kita mendidik?” Menurutnya, kehadiran para pimpinan dalam forum ini mencerminkan tekad kolektif untuk membangun kualitas pendidikan secara menyeluruh.

“Di FTIK, mutu tumbuh dari atmosfer akademik yang hidup dan berakar pada tanggung jawab bersama. Setiap angka dalam borang perlu memiliki ruh—dan ruh itu lahir dari integritas,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari tradisi ilmiah yang terjaga melalui kerja bersama dan kesadaran nilai.

Ketua Program Studi Tadris Matematika, Prof. Dr. Winarno, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh dokumen dan instrumen asesmen disusun dengan prinsip transparansi dan keaslian.

“Kami memaknai asesmen ini sebagai bentuk evaluasi terbuka terhadap proses yang telah kami jalankan dengan tekun dan bertahap,” ujarnya.

Asesmen lapangan dipimpin oleh dua asesor dari LAMDIK, yakni Prof. Dr. Suparman, M.Si. dari Universitas Ahmad Dahlan dan Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd., M.Si. dari Universitas Negeri Malang.

Keduanya mengapresiasi kesiapan teknis, kekompakan tim, serta kedalaman narasi borang yang disajikan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan partisipatif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menjelaskan berbagai aspek unggulan dan inovasi yang telah diimplementasikan.

Civitas akademika berharap Prodi Tadris Matematika dapat meraih hasil terbaik.

Sebagaimana diungkapkan oleh Gert Biesta, pendidikan menghadirkan ruang kemungkinan bagi manusia untuk tumbuh dengan kesadaran penuh atas tanggung jawabnya.

Melalui forum ini, UIN Salatiga menunjukkan upaya serius membangun arah pendidikan yang berbasis nilai, berkelanjutan, dan reflektif.(sas)

Editor : Tasropi
#Fakultas Tarbiyah #kampus merdeka #Zakiyuddin Baidhawy #UIN Salatiga