RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Hidup sehat kini menjadi tren. Termasuk makanan,sayur dan buah. Dan hidroponik menjadi pilihan masyarakat di perkotaan karena dinilai sebagai cara menanam yang sehat.
Salah satunya adalah melon hidroponik yang dikembangkan oleh Andi Fauzan, seorang abdi negara di pemkot Salatiga.
Dengan lahan yang cukup di Kauman Kidul RT 1 RW 4, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, dia menanam ratusan pohon melon kualitas premium.
Andi yang ditemui di Noreenfarm, kebon melon miliknya menjelaskan, awal mula usaha ini sebenarnya berasal dari keisengan memanfaatkan lahan kosong yang tak terpakai.
Alih-alih membangun properti, Andi justru memilih membudidayakan tanaman dengan konsep pertanian modern.
"Kalau semua dibikin bangunan, eman-eman. Akhirnya kita bikin lahan pertanian green house hidroponik dan tanamannya kita memilih melon. Karena masa penanaman hingga panen jauh lebih cepat," ungkapnya, Minggu (4/5/2025) siang.
Dia memilih dua jenis melon premium yakni Golden Kinanti dan Sweetnet. Keduanya memiliki tekstur buah yang berbeda.
Meski dalamnya sama sama manis dan berwarna oranye. Dari semai hingga panen membutuhkan waktu 75 hari.
Satu pohon biasanya muncul banyak calon buah. Namun, Andi mensortir dan hanya menyisakan satu buah.
Tujuannya agar seluruh nutrisi tanaman hanya fokus ke satu buah. Sehingga perkembangan maksimal.
Saat masa panen, pemandangan sungguh indah. Golden Kinanti yang berwarna kuning dipadu dengan sweetnet yang hijau.
"Kalau golden Kinanti, yang matang biasanya daunnya kering. Sedangkan yang sweetnet, ada tanda seperti jaring (net)di kulit buahnya," terang Andi.
Pengunjung bisa memilih sendiri. selain itu juga bisa memetik melon yang sudah matang dan dipilih. Di awal, Andi hanya membandrol Rp 25 ribu per kilonya.
Keberhasilan Andi menanam melon ini me dapat apresiasi Wali kota dan juga Wawali. Keduanya sudah berkunjung ke kebon melon tersebut.(sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi