Sisihkan Gaji Bulanan dan Pakai Tabungan Haji, Ipda Bakti Nur Cahyo Bangun TPQ 'Prabu Kresna'

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Minggu, 26 Januari 2025 | 17:28 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID - Banyak pelaku tindak kejahatan karena kurangnya sentuhan agama membuat keprihatinan bagi Ipda Bakti Nur Cahyo.

Pikiran yang berkecamuk membuatkan memberanikan diri memulai dari lingkungan tinggalnya di dusun Congol, Medayu, Suruh, Kabupaten Semarang.

Ia lantas membuat Taman Pendidikan Alquran (TPQ) yang diberi nama ‘Prabu Kresna’ pada tahun 2012.

Dia all out dalam mendirikan TPQ ini. Bakti bersama istri memutuskan mendirikan TPQ memanfaatkan sebagian tanah di depan rumah.

"Biaya pembangunan diambilkan dari menyisihkan gaji bulanan Rp 600 ribu dan tabungan yang semula hendak kami gunakan untuk naik haji,” beber pria yang baru lulus sekolah PAG Polri ini.

Aktivitas belajar mengajar awalnya dengan memanfaatkan ruangan rumahnya. Para siswa atau santri yang belajar berasal dari sekeliling rumahnya. Setelah bangunan selesai, pembelajaran pindah ke tempat yang disediakan.

Perlahan, banyak santri yang belajar kesana. Hingga hari ini sudah mencapai 65 orang. Dan total pengajar berjumlah 4 orang.

 "Para santri tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis. Sedang tenaga pengajar tetap diberikan uang lelah (bisyaroh) semampunya dari menyisihkan gaji bulanan," ujarnya.

Ide mendirikan TPQ karena di tempatnya tinggal sekarang belum ada TPQ yang mengajarkan anak-anak belajar ilmu agama.

Dirinya khawatir, generasi masa depan bakal mudah terjerumus pada perilaku menyimpang apabila kurang dibekali dengan pengetahuan agama yang cukup.

Bakti sebelumnya menjabat sebagai Kaur Ident Sat Reskrim Polres Salatiga. Namun ia melanjutkan pendidikan dan mengikuti studi Perwira Alih Golongan (PAG). Saat ini baru lulus dan menunggu penempatan.

 "Dari pengalaman menjadi polisi hampir 20 tahun berlangsung menilai ketika seseorang itu sedang goyah mengalami ujian hidup ditambah dasar agamanya kurang sangat berpotensi melakukan tindak kejahatan kriminal," akunya.

Lewat TPQ ‘Prabu Kresna’ ia tidak pernah menaruh harapan berlebihan bakal mendapatkan penghargaan atau apapun kecuali turut berperan memberikan pendidikan karakter agama sejak kecil.

Selain aktivitas belajar mengajar, TPQ juga menyediakan pula taman bacaan, sembari mereka menunggu bergantian memasuki aula kelas diarahkan membaca beberapa buku yang tersedia disamping TPQ. (sas/fth)

Editor : Baskoro Septiadi
POLISI TPQ