Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menilik Wisata Petik Anggur di Gozv Salatiga, Ada 98 Pohon

Dhinar Sasongko • Senin, 2 Desember 2024 | 20:59 WIB
Petik anggur Gozv di Salatiga
Petik anggur Gozv di Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Saatiga - Anggur adalah buah mewah bagi banyak kalangan. Apalagi anggur impor.

Tidak dinyana, di Salatiga, tepatnya di RT 04 RW 14 Cabean, Sidomukti ada yang membudidayakan anggur impor. Tepatnya anggur Gosv.

Dari berbagai sumber, Gozv, singkatan dari Gift of Zaphorozye Viking dan berasal dari Ukraina.

Varietas ini adaptif di Indonesia, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Untuk tekstur buahnya, renyah dengan daging tebal dan kulit tipis.

Pemilik kebun adalah pasangan Aula Wildan dan istrinya, Ipuk Hedianti. Mereka membuat green house dengan ukuran kisaran  25 x 50 meter persegi.

Pohon anggur ditanam dengan  jarak masing masing sekitar 3 meter. Tiap pohon dibuat bis beton sebagai 'pot' nya. Total ada lebar 7  x 14 pohon atau 98 pohon anggur.

"Ya ini sebenarnya baru tiga tahun dan sekarang mulai berbuah. Tiap tahun berbuah 2 kali," jelas Ipuk Hedianti ketika ditemui kemarin siang. Pergerombol anggur beratnya kisaran 500-1500 gram.

Dijelaskan dia, perawatan pohon anggur menang gampang gampang sulit. Ada ketelatenan yang harus dilakukan.

Mulai pemberian pupuk, perawatan tanaman dengan memotong sulur hingga kondisi suhu ruang.

"Ini dibuat greenhouse karena banyak hama anggur. Selain itu juga agar suhunya stabil," imbuh nenek satu cucu ini.

Lebih jauh ia menjelaskan jika awal mulanya hanya ingin menanam buah.

Sempat kepikiran menandur melon, lanjut dia, namun ternyata perawatan membutuhkan tenaga lebih banyak. Akhirnya pilihan jatuh ke anggur.

Gozv di pilih karena rasanya lebih segar, manis dan juga bermanfaat untuk kesehatan.
Mulai dari bijinya yang bisa untuk kesehatan jantung serta kulitnya baik bagi penderitaan diabetes.

"Silahkan kalau mau wisata petik buah sendiri," ujar dia. (sas/bas)
     

Editor : Baskoro Septiadi