Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

PPG UIN Salatiga Jadi Inspirasi, IAIN Ponorogo Incar Akreditasi Unggul

Dhinar Sasongko • Jumat, 4 Oktober 2024 | 03:48 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UIN Salatiga baru saja meraih akreditasi unggul, menjadikannya sebagai PPG pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang mencapai status ini.

Keberhasilan ini didukung oleh berbagai faktor, salah satunya adalah penyusunan laporan evaluasi diri yang komprehensif.

“Resep untuk menyusun laporan evaluasi yang baik adalah PELAJAR,” ungkap Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., Ketua Pengelola PPG UIN Salatiga, saat kunjungan LPTK IAIN Ponorogo ke UIN Salatiga pada Kamis (3/10/2024).

Prof. Rasimin menjelaskan bahwa PELAJAR terdiri dari tujuh langkah: Persiapan, Evaluasi, Laporan, Analisis, Jaringan, Aksi, dan Review. Ia menambahkan.

“Persiapan berarti mempelajari standar akreditasi. Evaluasi mencakup penilaian menyeluruh terhadap program PPG. Laporan harus dilengkapi dengan data dan bukti pendukung. Analisis menggunakan metode SWOT untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam program. Jaringan berkaitan dengan pengembangan kerja sama dengan sekolah mitra dan lembaga terkait. Aksi merupakan rencana perbaikan berdasarkan hasil evaluasi, dan Review mencakup finalisasi serta validasi laporan.”

Sementara itu, Mufiq, M.Phil., Wakil Ketua Pengelola PPG UIN Salatiga, menyampaikan, “Untuk menjaga status akreditasi unggul yang telah kami raih, kami terus melakukan evaluasi rutin, meningkatkan fasilitas, dan menyelenggarakan pelatihan berkala bagi para dosen. Kami percaya bahwa mempertahankan kualitas adalah proses yang berkelanjutan.”

Ia juga menambahkan, “Kami telah membuat ruang kreatif khusus di kampus yang dibuka seminggu sekali. Di sini, dosen, staf, dan mahasiswa bisa bertukar ide inovatif secara bebas tanpa aturan formal. Ruang ini menjadi pusat bagi terobosan unik dan solusi ‘out of the box’ yang dapat diimplementasikan dalam program PPG. Semua ide yang muncul dianggap sebagai potensi besar untuk meningkatkan kualitas secara inovatif. Ini juga menjadi strategi kami untuk mempertahankan akreditasi unggul PPG UIN Salatiga.”

Imam Subqi, M.Si., Ketua Prodi PPG UIN Salatiga, menegaskan bahwa "PPG UIN Salatiga selalu mendorong para pengelola untuk membudayakan setiap kriteria dalam penilaian akreditasi sebagai bagian dari budaya kerja. Kami menerapkan model panoptik yang diperkenalkan oleh Michel Foucault, sehingga setiap proses pengelolaan pendidikan terpantau secara transparan dan akuntabel."

"Dalam konteks ini, semua pengelola dan dosen didorong untuk terlibat aktif dalam evaluasi diri dan peningkatan mutu. Hal ini menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya akreditasi unggul. Dengan cara ini, pengawasan dilakukan bersamaan dengan kolaborasi yang memicu inovasi dan kreativitas. Akreditasi unggul menjadi bagian integral dari setiap langkah operasional Prodi PPG. Kami fokus tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang membentuk budaya kerja berorientasi pada kualitas pendidikan,” tambah Imam Subqi.

Kunjungan LPTK IAIN Ponorogo dipimpin oleh Dr. Moh Munir, L.c, M.Ag., Dekan FTIK IAIN Ponorogo, yang didampingi oleh H. Muhklison Effendi, M.Ag. (Ketua Jurusan PPG), Ibnu Tandak Saiful Loh, S.Ag. (Kepala Bagian TU FTIK IAIN Ponorogo), serta sejumlah dosen muda dari FTIK IAIN Ponorogo. Dr. Moh Munir menyatakan, “Di era pendidikan yang terus berkembang ini, kita perlu menjadikan kolaborasi sebagai nafas baru dalam pengelolaan PPG. Pendidikan berkualitas bergantung pada kurikulum yang baik dan jaringan kolaboratif antara lembaga pendidikan. Kami ingin melihat bagaimana sistem pengelolaan PPG yang diterapkan dapat menjadi inspirasi bagi kami, sehingga setiap elemen di lembaga kami saling mengawasi dan mendukung satu sama lain dalam mencapai akreditasi unggul.”

“Saya percaya bahwa dengan menjalin kemitraan yang erat, kita dapat membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing. Mari kita wujudkan pendidikan yang membebaskan, mendidik, dan memberdayakan. Semoga pertemuan ini menjadi awal dari banyak kolaborasi yang akan datang demi masa depan pendidikan yang lebih cemerlang” tutup Dr. Moh Munir. (sas/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#UIN Salatiga