RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres) Wiranto menjelaskan jika generasi penerus harus disiapkan sejak dini.
Sehingga salah satu caranya adalah dengan program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka.
MBG disebutkan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Guna menyiapkan generasi penerus yang cerdas, pemerintah akan memberikan asupan gizi yang cukup bagi anak-anak. Ini ditujukan untuk memajukan negeri kita," papar Wiranto saat membuka uji coba program MBG di Salatiga, Kamis (12/9).
Wiranto menyatakan, tugas negara salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memakmurkan rakyat.
Maka MBG ini dilaksanakan, apalagi angka stunting di Indonesia cukup tinggi. Disebutkan dia, program ini juga bagian dari mewujudkan cita-cita bangsa dan menghantarkan rakyat Indonesia yang adil dan makmur.
MBG saat dijalankan tidak hanya menjadi program pemerintah. Kedepan pelaksanaan program ini bisa menggandeng perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) masing-masing.
Di daerah yang banyak perusahaannya, bisa mengarahkan CSR perusahaan ke program MBG.
Sementara itu, Pj Wali Kota Salatiga Yasip Khasani mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga merasa bangga dan mengucapkan terima kasih karena ditunjuk menjadi pilot project uji coba program MBG secara nasional.
Di Provinsi Jawa Tengah, ada empat Kabupaten/Kota yang ditunjuk dan Salatiga yang pertama melaksanakan uji coba MBG.
Dari informasi yang diterima, daerah lain yang ditunjuk melaksanakan uji coba MBG yakni Kota Tegal, Kota Surakarta dan Kabupaten Kudus.
Dalam uji coba di Salatiga ini, mengikutsertakan seluruh SD dan SMP sejumlah 129 sekolah yang terdiri dari 79 SD Negeri, 14 MI, 31 SMP Negeri dan 5 MTs.
uji coba program MBG di Salatiga dilaksanakan dengan jumlah peserta mencapai 31.412 siswa SD dan SMP.
Untuk anggaran makannya, tingkat SD Rp 15.000 per porsi dan tingkat SMP Rp 16.000 per porsi dengan menu sehat gizi seimbang (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral) ditambah dengan susu (tingkat SD 125 ml dan SMP 200 ml).
Uji coba akan dilaksanakan secara bertahap selama 10 hari. Tahap pertama yang dilaksanakan pada 12 September 2024 dilaksanakan di 9 sekolah (4 tingkat SD dan 5 tingkat SMP).(sas)
Editor : Tasropi