RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Dalam rangka menyambut hari ulang tahun Salatiga, Yayasan Hampraloka Sandiya Budaya dan Resto Orlen Heritage Salatiga melakukan berbagai kegiatan seni budaya sebagai bentuk kepedulian akan pelestarian terhadap sejarah serta perkembangan seni dan budaya di Kota Salatiga.
Kurang lebih 16 peserta dari berbagai usia mengikuti lomba menulis aksara Jawa dalam memperebutkan piala ketua DPRD Kota Salatiga.
"Tujuan dari kegiatan ini adalah mengangkat kembali budaya Jawa, yang dalam hal ini adalah aksara Jawa sebagai warisan leluhur, sebagai salah satu identitas bangsa yang mampu membangkitkan rasa cinta dan bangga akan warisan budaya Jawa" ujar Rigar sebagai penanggung jawab kegiatan sekaligus perwakilan dari Yayasan Hampraloka.
Selain itu, serangkaian acara lain adalah sebuah sajian seni berupa performing art "“MENGAKSARA RAGA” yang dikonsep oleh Tri Subekso dengan berkolaborasi dengan penari Dewi Wulansari dan Eka Putri Ananda dan budayawan Mbah Rengga dari Ambarawa.
Untuk musik sendiri merupakan kolaborasi dari Aktivis Karawitan Pedalangan Salatiga, Eko Satmoko Nugroho berkolaborasi dengan musisi etnik kontemporer Rigar Yudistyo dan musisi keroncong pemuda Salatiga Andhika Dwi Kristiawan.
Performing art “Mengaksara Raga” ini sangat unik dan indah disetiap gerakan koreografinya karena memadukan antara Tari dengan Aksara jawa yang di lukis di badan para penari dan diiringi musik tradisional Jawa.
Dipuncak kegiatan, ditutup dengan adanya diskusi budaya yang membahas mengenai salah satu peninggalan warisan lelulur di Kota Salatiga. Diskusi budaya dengan tema “Membaca Prasasti Plumpungan” dibawakan secara santai namun serius oleh sang pemantik diskusi, yaitu Rendra Agusta (Seorang peneliti muda yang fokus pada naskah-naskah dan arsip Jawa).
Diskusi berjalan menarik dan cair, para audiens mendapatkan pengetahuan dan berbagai bukti baru mengenai prasasti Plumpungan yang merupakan cikal bakal berdirinya Salatiga dimana Hari Jadi Kota Salatiga ke 1274 akan diadakan pada tanggal 24 Juli 2024.
"Diskusi ini sangat menarik dan menambah pengetahuan saya secara pribadi sebagai masyarakat Salatiga tentang Prasasti Plumpungan, harapannya kegiatan diskusi ini dapat diadakan setiap sebulan sekali, karna di Salatiga sendiri banyak kisah sejarah yang menarik untuk di kupas lebih dalam", ujar Muhammad, salah satu peserta diskusi.
Hal tersebut didukung oleh AAl selaku pengelola Orlen Heritage, " Kami (Orlen Heritage) memiliki visi dan misi untuk bersinergi dengan Hampraloka, Orlen Heritage bertekad menjadi wadah bagi generasi muda untuk berperan serta dan mengambil bagian dalam melestarikan sejarah dan seni budaya yang ada di Kota Salatiga". (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi