Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Banyak Jalan Satu Arah, Ini Daftar Jalan di Salatiga yang Paling Sering Dialanggar Oleh Pengguna Lalu Lintas

Dhinar Sasongko • Minggu, 26 Mei 2024 | 17:02 WIB

 

Istimewa.
Istimewa.

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Kota Salatiga merupakan kota dengan wilayah yang tidak terlalu luas. Sebagai kota, wajar jika menjadi pusat perekonomian.      

Hal itu berimbas dengan banyaknya penduduk. Dan makin bertambah setiap waktu. Juga sarana transportasi yang semakin banyak.

Hanya saja, pertambahan ini tidak dibarengi dengan ketersediaan prasarana transportasi seperti jalan.        

Sebagai solusi, maka dilakukan sejumlah rekayasa lalu lintas. Hal itu dilakukan agar pengguna lalu lintas tetap nyaman tanpa kemacetan. Salah satu wujudnya adalah jalan satu arah atau larangan belok.      

Namun, di sejumlah titik, tidak sedikit warga yang justru nekat atau tidak tahu telah melanggar.

Salah satu alasannya adalah biar semakin cepat. Dimana saja yang kerap dilanggar? Berikut beberapa diantaranya. 

1. Jalan Monginsidi

Ruas jalan Monginsidi ini memang dibuat satu arah seiring dengan berkembangan pusat kuliner di wilayah itu. Semua dibuat satu arah dari jalan Diponegoro menuju jalan Kartini.    

Namun banyak pengendara motor dari jalan Kartini yang mencari rute pendek untuk menuju jalan Diponegoro dan menghindari trafficlight Jetis.

Mereka masuk lewat jalan Kartini, menuju Monginsidi sekitar 50 meter sebelum belok kiri ke jalan Cempaka. 

2. Jalan Langensuka

Jalan ini sudah lama dibuat searah dari pertigaan Jendral Sudirman tepatnya sebelah hotel Grand Wahid Salatiga menuju ke jalan Muh Yamin.

Namun kerap pengguna lalu lintas masuk ke jalur tersebut menuju jalan Muh Yamin atau belok ke Pungkursari. Kebanyakan mereka enggak memutar jalan lain karena dianggap terlalu panjang. 

3. Jalan Jendral Sudirman

Jalan utama di kota Salatiga ini memang satu arah. Dari arah Semarang menuju Solo. Mereka yang menuju satu tempat dan terlewat, maka harus memutar dan kembali masuk dari ujung barat jalan Jendral Sudirman.      

Namun jika diamati, tidak sedikit pengguna sepeda motor yang memilih melintas lawan arah melalui jalur lambat. 

4. Pertigaan Muh Yamin

Di pertigaan ini berada didepan bank Salatiga. Antara jalan Diponegoro dengan jalan Muh Yamin.    

Dalam rambu lalu lintas yang terpasang, pengguna lalu lintas dilarang berbelok dari jalan Barat menuju Muh Yamin.

Tujuannya agar tidak memotong arus lalu lintas. mereka yang akan berbelok diminta memutar di bundaran Tamansari.      

Namun seringkali ada yang memilih nekat berbelok. Dan ada pula yang karena tidak tahu berbelok ke kanan dari arah barat. (sas/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#jalan searah #salatiga