RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Meski sudah menelan dua kekalahan di pertandingan home perdana IBL 2024, namun tim Satya Wacana Salatiga (SWS) disebut-sebut sebagai tim yang berbahaya.
Lontaran itu disampaikan pemerhati sekaligus pelatih basket Jawa Tengah, Frans Wisnu.
"Ya meski kalah, namun tim ini berbahaya," lontarnya usai menyaksikan game kedua melawan Amartha Hangtuah di Knight Stadium.
Pada IBL season ini, SWS membawa 15 pemain yang diperkuat mahasiswa dan alumni UKSW, serta pemain asing.
Menurut Frans Wisnu, ia menyebut berbahaya karena tim ini diisi seluruhnya pemain muda. Sebut saja yang paling senior yakni Hengki Lakay.
Ia baru berusia 25 tahun. Ada Mas Kahono Alif (22 th), Mailensun (22 th), Sihombing (21 th), Naufal Narendra (20 th) Rexy (20 th), Yehezkiel (20 th) dan deretan nama yang belum masuk rooster masih panjang.
"Jika tim ini dipertahankan hingga tahun depan. Luar biasa. Apalagi peak pemain biasanya muncul di usia 24-25," imbuh Frans Wisnu.
15 pemain tersebut adalah Henry Cornelis Lakay yang juga merupakan Captain Team, Calvin Yeremias Biyantaka, Maikel Andreas Core Baliba, Kevin Immanuel Mendita Sihombing.
Kemudian Topo Adi Saputra, Yehezkiel Mahesvara Rahadiyanto, Randy Ady Prasetya, Imanuel Mailensun, Putra Wijaya, Naufal Narendra Ranggajaya, Rexy Fernando, dan Mas Kahono Alif Bintang.
Sementara itu, pemain asing yang ikut berlaga di musim ini adalah Tyree Jamal Robinson berasal dari North Carolina United States, Isaac Pito Asrat berasal dari Texas United States.
Dan juga Michael David Henn berasal dari Washington United States. Tim yang dilatih oleh coach Jerry Lolowang ini ber-homebase di Knight Stadium, Semarang. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi