RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Blauran Salatiga, Jumat (14/7).
Seperti biasa laki-laki yang akrab disapa Zulhas itu bagi-bagi sembako dan uang.
Diakhir pantauannya, hal tak terduga terjadi. Dagangan penjual pasar jadi sasaran dijarah warga.
Awalnya Zulhas tiba di Pasar Blauran pukul 08.40 WIB. Sejak turun dari mobil hingga masuk ke pasar berlangsung kondusif.
Namun, ketika hendak melanjutkan perjalanan Zulhas sempat membeli sembako kembali untuk dibagikan kembali ke warga lalu masuk mobil.
Tak sedikit emak-emak yang mengikuti dibelakang Zulhas. Tak pelak, ketika Zulhas membeli sembako terakhir kalinya di dua pedagang bawang merah dan beras aksi berebut ibu-ibu pasar pun tak terelakkan.
Utamanya Wardini, pedagang bawang yang jadi korban penjarahan ibu-ibu pasar. Ia kewalahan menghadapi tangan ibu-ibu yang mengambil dagangannya usai dibeli Zulhas untuk para warga.
"Iya pak menteri tadi beli 20 kilogram atau Rp 400 ribu," katanya usai membereskan dagangannya yang berantakan.
Padahal, kata dia, bawang merah yang dibeli Zulhas hendak ditimbang dan dibungkus per kilogram.
Tapi orang-orang tak sabar dan mengambil sendiri-sendiri. Ada yang memakai kantong plastik bahkan hingga tenggok atau bakul.
"Yang dibeli pak menteri hanya bawang merah namun bawang putih juga diambil. Bahkan yang sudah dikupas juga ikut diambil," ujarnya.
Akibat dari aksi rebutan ibu-ibu itu, dagangan yang berada di nampan berceceran. Para pengawal Zulhas pun sempat membantu membereskan dan mencegah ibu-ibu pasar.
"Tapi ini sudah clear dan sudah diganti kerugiannya sekitar Rp 2,4 juta," akunya.
Wardini hanya bisa pasrah terhadap aksi ibu-ibu pasar. Ia pun memaklumi dan legowo.
"Ya maklum orang desa kedatangan pak menteri mereka senang. Apalagi ada pembagian sembako gratis," tandasnya. (mia/bas)