PSIS Semarang Pantang Jemawa Hadapi Persiraja, Widodo Soroti Ketajaman Lini Depan

Baskoro Septiadi • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:16 WIB
Instagram PSIS
Instagram PSIS

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PSIS Semarang memburu tiga poin saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Jatidiri, Jumat (9/10/2026) pukul 19.00 WIB. Meski lawan belum menang dalam empat pertandingan, pelatih Widodo C. Putro melarang Mahesa Jenar jemawa. Apalagi, ketajaman lini depan PSIS masih menjadi pekerjaan rumah setelah hanya mencetak satu gol saat menghadapi Adhyaksa FC.

Pelatih PSIS Semarang Widodo C. Putro mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan kekuatan Persiraja. Menurutnya, catatan hasil pertandingan lawan tidak bisa menjadi alasan bagi PSIS untuk kehilangan kewaspadaan.

Widodo menilai Persiraja tetap memiliki potensi membahayakan pertahanan PSIS. Terlebih, tim berjuluk Laskar Rencong itu masih mampu mencetak gol meski belum mendapatkan hasil maksimal dalam empat pertandingan awal.

"Persiapan kami sudah saya kira sudah siap. Bahkan bukan 100 persen lagi, anak-anak mungkin bisa melebihi itu. Tapi saya wanti-wanti juga kepada mereka supaya tidak overconfidence. Tidak ada kata meremehkan lawan," kata Widodo dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Kamis (8/10/2026).

Ia menegaskan, PSIS tetap harus menghormati Persiraja sebagai lawan yang memiliki kemampuan memberikan perlawanan. Karena itu, konsentrasi dan kedisiplinan sepanjang pertandingan menjadi hal penting yang harus dijaga para pemain Mahesa Jenar.

Laga kandang ini menjadi kesempatan bagi PSIS untuk melanjutkan tren positif sekaligus memaksimalkan dukungan suporter di Stadion Jatidiri. Namun, Widodo mengingatkan bahwa kemenangan tidak akan datang hanya bermodal kepercayaan diri.

Baca Juga: Kembali ke Jatidiri, Legenda PSIS M Ridwan Bawa Misi Hentikan Tren Positif Mahesa Jenar saat Jamu Persiraja

Penyelesaian Akhir Jadi Perhatian

Selain mengingatkan pemain agar tidak terlena, Widodo juga menyoroti efektivitas penyelesaian akhir PSIS. Evaluasi dilakukan setelah Mahesa Jenar hanya mampu mencetak satu gol saat menghadapi Adhyaksa FC pada pertandingan sebelumnya.

Menurut Widodo, persoalan tim bukan semata-mata jumlah gol yang tercipta, melainkan bagaimana keseluruhan permainan bisa berjalan lebih efektif. PSIS dinilai sudah mampu menciptakan peluang, tetapi masih perlu memperbaiki umpan akhir atau final pass agar kesempatan yang didapat bisa dikonversi menjadi gol.

Widodo mengaku menyukai permainan menyerang dan ingin melihat anak asuhnya lebih produktif di depan gawang lawan. Karena itu, ia terus menekankan pentingnya memaksimalkan setiap peluang dalam sesi latihan.

"Pemain sudah berhasil menciptakan peluang, tinggal final pass-nya. Yang kemarin juga kita di dalam latihan dari awal bahkan pertemuan, karena saya suka menyerang," jelasnya.

Pelatih berpengalaman tersebut juga tidak ingin tanggung jawab mencetak gol hanya dibebankan kepada striker atau pemain depan. Menurutnya, setiap pemain harus memiliki keinginan untuk memaksimalkan peluang ketika mendapatkan kesempatan.

Widodo menekankan bahwa efektivitas serangan harus menjadi perhatian seluruh pemain, terlepas dari posisi mereka di lapangan.

"Saya harapkan ke setiap pemain, siapa pun itu, bukan hanya striker, bukan hanya pemain depan, peluang sekecil apa pun tolong diusahakan untuk bisa menjadi gol," tegasnya.

Meski menginginkan permainan menyerang dan banyak gol, Widodo menempatkan kemenangan tim sebagai prioritas utama. Baginya, keberhasilan PSIS tidak ditentukan oleh siapa yang mencetak gol, tetapi oleh kemampuan seluruh pemain mencapai target bersama.

"Tapi apa pun hasilnya, yang terpenting bukan siapa yang cetak gol, tetapi bagaimana tim ini bisa memenangkan pertandingan. Itu yang jauh lebih penting," ujarnya.

Baca Juga: PSIS Semarang Sedang On Fire, Persiraja Justru Anggap Tekanan Ada di Kubu Mahesa Jenar

Rifky Dwi Septiawan Optimistis PSIS Raih Tiga Poin

Optimisme juga disampaikan pemain PSIS Rifky Dwi Septiawan. Ia memastikan para pemain telah menjalani persiapan dengan baik dan siap menjalankan instruksi taktik yang diberikan Widodo.

Rifky menegaskan, seluruh pemain memiliki tekad yang sama untuk mengamankan kemenangan saat tampil di hadapan pendukung sendiri.

Menurutnya, persiapan yang telah dijalani menjadi modal bagi PSIS untuk menghadapi perlawanan Persiraja. Para pemain diharapkan mampu menerjemahkan strategi pelatih ke dalam permainan di lapangan.

"Untuk persiapan melawan Persiraja, kami sendiri dan teman-teman semua saya rasa kami sudah cukup dan juga taktikal dari pelatih kami akan jalankan di pertandingan besok, dan semua pemain hari ini akan membawa tiga poin besok," kata Rifky.

Pertandingan melawan Persiraja pun menjadi ujian bagi PSIS untuk menjaga konsistensi permainan. Di satu sisi, Mahesa Jenar memiliki kesempatan memanfaatkan status tuan rumah untuk meraih hasil maksimal. Di sisi lain, mereka dituntut memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir dan menjaga kewaspadaan terhadap lawan.

Dengan persiapan yang dinilai matang, Widodo berharap para pemain mampu tampil disiplin, tidak terlena dengan catatan lawan, dan memaksimalkan setiap peluang demi mengamankan tiga poin di Stadion Jatidiri.

Editor : Baskoro Septiadi
Championship 2026/2027 PSIS Semarang vs Persiraja Widodo C. Putro prediksi PSIS vs Persiraja Stadion Jatidiri