PSIS Semarang Sedang On Fire, Persiraja Justru Anggap Tekanan Ada di Kubu Mahesa Jenar

Baskoro Septiadi • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:05 WIB
Persiraja Banda Aceh datang ke markas PSIS Semarang dengan misi menghentikan tren positif tuan rumah. (Instagram Persiraja)
Persiraja Banda Aceh datang ke markas PSIS Semarang dengan misi menghentikan tren positif tuan rumah. (Instagram Persiraja)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Persiraja Banda Aceh datang ke markas PSIS Semarang dengan misi menghentikan tren positif tuan rumah. Meski menyadari PSIS sedang dalam performa yang baik, Laskar Rencong optimistis mampu mencuri poin dalam lanjutan kompetisi Championship 2026/2027 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (9/10/2026) pukul 19.00 WIB.

Pelatih Persiraja M. Ridwan menegaskan, timnya telah melakukan persiapan intensif setelah menelan kekalahan dari Sriwijaya FC. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki sejumlah kekurangan, terutama dalam penyelesaian akhir dan membangun kembali kepercayaan diri pemain.

Ridwan mengakui PSIS merupakan tim yang solid, terlebih ketika bermain di hadapan ribuan suporter fanatiknya. Dukungan publik Jatidiri dinilai mampu memberikan energi tambahan bagi para pemain Mahesa Jenar.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat Persiraja gentar. Ridwan justru menilai tekanan lebih besar berada di kubu tuan rumah yang dituntut mempertahankan tren positif di hadapan pendukung sendiri.

Baca Juga: PSIS Semarang vs Persiraja, Mahesa Jenar Pantang Over Pede

"Kita melihat bahwa di pertandingan ini justru pressure itu ada di tim PSIS, bukan di tim Persiraja," kata Ridwan dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Kamis (8/10/2026).

Menurut Ridwan, Persiraja memiliki kapasitas untuk memberikan perlawanan sekaligus membawa pulang poin dari Semarang. Ia ingin anak asuhnya tampil lepas, tanpa terbebani situasi yang dihadapi tim setelah kekalahan sebelumnya.

Ridwan juga mengaku antusias kembali ke Stadion Jatidiri. Kali ini, ia akan menghadapi PSIS sebagai lawan setelah sebelumnya memiliki pengalaman menghadapi Mahesa Jenar ketika masih berada di dalam lapangan sebagai pemain.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ada sentimen pribadi dalam pertandingan tersebut. Fokus utamanya adalah membawa Persiraja meraih hasil maksimal sekaligus menghentikan laju positif PSIS.

"Excited saya bukan ada sentimen pribadi ya dengan PSIS, tidak, tapi excited saya bagaimana untuk mendapatkan poin, untuk memutus tren positif, dan saya rasa anak-anak punya kapasitas untuk mendapatkan itu," ujarnya.

Evaluasi Finishing Jadi Pekerjaan Rumah

Salah satu pekerjaan rumah Persiraja menjelang pertandingan ini adalah meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir. Pada laga sebelumnya melawan Sriwijaya FC, Persiraja mampu menciptakan sejumlah peluang, tetapi hanya menghasilkan satu gol.

Ridwan menilai peluang yang tercipta harus diimbangi dengan ketenangan dan ketepatan dalam penyelesaian akhir. Karena itu, aspek finishing menjadi salah satu fokus utama dalam latihan menjelang duel melawan PSIS.

Selain persoalan teknis, pemulihan mental pemain juga menjadi perhatian. Ridwan berupaya mengembalikan kepercayaan diri skuadnya agar para pemain dapat menunjukkan kemampuan terbaik tanpa terbebani hasil pertandingan sebelumnya.

"Kita berharapnya konfidensi itu muncul terus kemudian mereka bisa bermain lepas, bermain tanpa beban, dan pada akhirnya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka," jelasnya.

Persiraja juga harus menghadapi PSIS tanpa dua pemain. Faris dipastikan absen setelah menerima kartu merah pada pertandingan sebelumnya. Sementara itu, Madilesa tidak dapat dimainkan karena adanya klausul yang melarangnya tampil menghadapi PSIS.

Kendati kehilangan dua pemain, Ridwan memastikan kondisi pemain lainnya dalam keadaan fit dan siap bertanding.

Baca Juga: PSIS Semarang Masuk Grup D League Cup 2026, Hadapi Adhyaksa FC dan Java United

Pemain Persiraja Yakin Bisa Curi Poin

Optimisme juga disampaikan pemain Persiraja, Wahyu. Ia menyebut kondisi tim cukup baik setelah menjalani persiapan selama beberapa hari terakhir. Para pemain juga telah menerima arahan taktik yang diharapkan mampu meredam permainan PSIS.

Wahyu tidak menampik adanya kekecewaan setelah kekalahan sebelumnya. Namun, ia memastikan para pemain saling menguatkan untuk kembali menatap pertandingan dengan semangat positif.

"Semua pemain di sini juga saling bahu-membahu, saling menguatkan buat menatap pertandingan melawan PSIS besok. Dan saya rasa beberapa latihan kemarin kami semua juga yakin buat mengambil poin di Semarang," ungkap Wahyu.

Ia pun berharap dukungan masyarakat Aceh terus mengalir kepada tim yang sedang berjuang di Semarang.

Persiraja kini bertekad membuktikan bahwa tren positif PSIS bukan halangan untuk meraih hasil maksimal. Dengan perbaikan penyelesaian akhir, pemulihan kepercayaan diri, serta pendekatan bermain tanpa beban, Laskar Rencong berharap mampu memberikan kejutan di Stadion Jatidiri.

Editor : Baskoro Septiadi
Championship 2026/2027 Persiraja Banda Aceh PSIS Semarang vs Persiraja M. Ridwan Persiraja prediksi PSIS vs Persiraja