RADARSEMARANG.ID, Semarang – PSIS Semarang mendapat tantangan Persiraja Banda Aceh pada lanjutan kompetisi Championship 2026/2027 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (9/10/2026) pukul 19.00 WIB.
PSIS datang dengan modal tren positif. Namun, pelatih PSIS Widodo C. Putro meminta anak asuhnya tidak terlena dan meremehkan Persiraja yang hingga empat pertandingan belum meraih kemenangan.
Menurut Widodo, Persiraja tetap menjadi lawan yang berbahaya karena memiliki kemampuan menciptakan gol. Karena itu, PSIS diminta tetap fokus sepanjang pertandingan.
“Persiapan kami sudah siap. Bahkan bukan 100 persen lagi, anak-anak mungkin bisa melebihi itu. Tapi saya wanti-wanti juga kepada mereka supaya tidak overconfidence. Tidak ada kata meremehkan lawan,” kata Widodo dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: PSIS Semarang Masuk Grup D League Cup 2026, Hadapi Adhyaksa FC dan Java United
Widodo juga menaruh perhatian pada penyelesaian akhir timnya. Pada pertandingan sebelumnya melawan Adhyaksa FC, PSIS hanya mampu mencetak satu gol meski memiliki sejumlah peluang.
Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap jumlah peluang yang terbuang, tetapi juga cara bermain secara keseluruhan. Widodo menilai anak asuhnya perlu lebih efektif dalam melakukan umpan akhir dan memaksimalkan setiap peluang.
“Pemain sudah berhasil menciptakan peluang, tinggal final pass-nya. Saya suka menyerang, saya suka terjadi banyaknya gol di dalam permainan,” jelasnya.
Ia pun meminta seluruh pemain, tidak hanya striker, memiliki naluri mencetak gol ketika mendapatkan peluang.
“Peluang sekecil apa pun tolong diusahakan untuk bisa menjadi gol. Tapi apa pun hasilnya, yang terpenting bukan siapa yang cetak gol, tetapi bagaimana tim ini bisa memenangkan pertandingan,” tegas Widodo.
Dari kubu Persiraja, pelatih M. Ridwan justru melihat pertandingan di Jatidiri sebagai kesempatan untuk menghentikan tren positif PSIS. Persiraja datang dengan persiapan intensif setelah kekalahan dari Sriwijaya FC.
Ridwan mengakui PSIS memiliki kualitas dan sedang berada dalam tren positif. Namun, ia memastikan timnya tidak datang sekadar untuk bertahan.
“Kita tahu juga lawan kita PSIS ada dalam tren yang positif, tapi kita sudah bersiap dengan persiapan yang sangat baik. Insya Allah kita datang ke sini juga dalam upaya untuk bisa mengambil tiga poin,” ujar Ridwan.
Persiraja juga melakukan evaluasi pada sektor penyelesaian akhir. Dalam pertandingan sebelumnya, mereka memiliki sejumlah peluang tetapi hanya mampu mencetak satu gol.
Selain finishing, Ridwan berusaha mengembalikan kepercayaan diri pemain setelah kekalahan tersebut. Ia ingin para pemain tampil lepas dan tanpa beban menghadapi PSIS.
“Yang kedua, terkait dengan bagaimana upaya kita untuk mengembalikan konfidensi atau kepercayaan diri dari pemain, sehingga di pertandingan nanti kita berharapnya konfidensi itu muncul terus kemudian mereka bisa bermain lepas, bermain tanpa beban,” ungkapnya.
Baca Juga: PSIS Semarang Resmi Menang WO 3-0 atas Persiku, Tak Ada Lagi Laga Tunda
Ridwan bahkan menilai tekanan justru berada di kubu PSIS, terutama karena bermain di hadapan ribuan suporter di Stadion Jatidiri.
“Kita melihat bahwa di pertandingan ini justru pressure itu ada di tim PSIS, bukan di tim Persiraja,” katanya.
Persiraja dipastikan kehilangan dua pemain pada laga ini. Faris absen karena kartu merah pada pertandingan sebelumnya, sedangkan Madilesa tidak dapat dimainkan karena klausul yang membuatnya tidak bisa tampil menghadapi PSIS.
Di sisi lain, seluruh pemain Persiraja lainnya disebut dalam kondisi fit. Pemain Persiraja, Wahyu, memastikan kekalahan sebelumnya tidak membuat mental tim runtuh. Ia menyebut seluruh pemain saling menguatkan untuk menghadapi PSIS.
“Semua pemain di sini juga saling bahu-membahu, saling menguatkan buat menatap pertandingan melawan PSIS besok,” kata Wahyu.
Sementara itu, pemain PSIS Rifky Dwi Septiawan menegaskan timnya siap menjalankan instruksi pelatih. Ia bersama rekan-rekannya membidik kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
“Kami sendiri dan teman-teman semua saya rasa kami sudah cukup dan juga taktikal dari pelatih kami akan jalankan di pertandingan besok, dan semua pemain hari ini akan membawa tiga poin besok,” ujar Rifky.
Pertemuan PSIS kontra Persiraja pun diprediksi berlangsung menarik. PSIS berambisi mempertahankan tren positif sekaligus memaksimalkan keuntungan bermain di Jatidiri, sedangkan Persiraja datang dengan misi memutus tren positif tuan rumah dan membawa pulang poin dari Semarang.
Editor : Baskoro Septiadi