RADARSEMARANG.ID, Semarang - PSIS Semarang kembali menelan kekalahan di hadapan ribuan pendukungan di stadion Jatidiri Semarang. Tim Mahesa Jenar kalah telak 0-3 oleh lawannya, Kendal Tornado FC, Jumat (30/1/2026).
Gol pertama dari tim berjuluk Laskar Badai Pantura ini dicetak oleh Gufroni Al Ma'ruf, nomor punggung 66. Tragisnya, gol tersebut dicetak menit-menit terakhir, 90+3 babak pertama.
Kemudian, gol berikutnya diciptakan para pemain Kendal Tornado pada babak kedua.
Masing-masing diciptakan Akbar Firmansyah nomor punggung 57, dan gol ketiga dicetak Ibnu Hajar, nomor punggung 22.
Datu pemain PSIS, Denilson melakukan pelanggaran dan mendapat kartu kuning kedua yang membuat tim Mahesa Jenar hanya bermain 10 orang pemain.
Permainan yang dilakukan anak asuh Stefan Keeltjess lebih agresif dan terus melakukan serangan ke pertahanan PSIS.
Umpan silang dan umpan lambung terus digencarkan, namun belum membuahkan hasil.
Meski demikian, para pemain Kendal Tornado terus mencipta peluang, menembus pertahanan lawan dan berupaya menciptakan gol.
Namun masih berhasil dipatahkan para pemain tim Mahesa Jenar.
Sedangkan para pemain PSIS lebih mengandalkan serangan balik, namun juga dilakukan secara agresif dan keluar dari tekanan lawan.
Namun serangan dari sayap kanan dan kiri masih berhasil dipatahkan pemain Kendal Tornado.
Serangan yang dilakukan tim mahesa Jenar maupun lawan, sempat membahayakan gawang masing-masing.
Namun, pada akhirnya gawang yang di jaga Mario Londok berhasil dijebol oleh Gufroni, menit terakhir menjelang peluit panjang.
Padahal, tendangan Gufroni tidak kencang. Namun, penjaga gawang PSIS tidak mampu menangkap bola, dan masuk melalui sisi kanan tubuh Mario Londok.
Sedangkan berlangsung permainan babak kedua tak kalah menarik dengan babak pertama. Dua tim saling melakukan jual beli serangan. Namun, tim Kendal lebih sering melakukan tekanan.
Umpan bola atas, juga banyak dilakukan tim Kendal Tornado, untuk merangsek masuk ke dalam pertahanan PSIS.
Tendangan-tendangan keras lebih akurat mengarah ke gawang PSIS. Namun, masih berhasil dipatahkan para pemain Mahesa Jenar.
Sementara, para pemain PSIS tak mau kalah ngotot, masih mampu mengimbangi permainan Kendal Tornado.
Hanya saja, PSIS mengalami kepincangan pemain 10 orang, dan tak mampu menjebol gawang lawan.
Justru, gawang PSIS malah kembali kebobolan dua kali oleh pemain Kendal Tornado, diciptakan Akbar Firmansyah, bernomor punggung 57. Berikutnya, gol ketiga diciptakan Ibnu Hajar, nomor punggung 22.
Kebobolan ini memicu kekecewaan keras para pendukung tim Mahesa Jenar yang berada di dalam stadion Jatidiri Semarang.
Mereka melampiaskan kekecewaan dengan melontarkan kata makian kepada pemain PSIS.
Tiga gol Kendal Tornado membawa angin segar kemenangan. Bahkan, lebih agresif melakukan tekanan dan membuat pertahanan PSIS semakin kewalahan.
Lini belakang PSIS yang tampak sering longgar juga kewalahan.
Hingga peluit panjang berkahir, PSIS belum mempu menciptakan gol ke gawang lawan. Kekalahan ini kembali mengecewakan 2.200 penonton, dan pendukung PSIS di dalam stadion kebanggaan warga Kota Semarang.
Kekalahan ini, PSIS masih terpuruk di posis klasemen, bertengger di urutan 9 atau nomor dua paling bawah. Pertandingan lawan Kendal Tornado FC ini juga merupakan penghujung pertandingan putaran kedua, Kompetisi Pegadaian Champhionship 2025-2026.
Sementara, pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra usai pertandingan mengungkapan, kerja keras yang dilakukan anak asuhnya belum membuahkan hasil untuk memperpanjang kemenangan di hadapan pendukungnya.
"Sore ini kita hanya sebatas kerja keras. Dihasil akhirnya sangat mengecewakan tidak sesuai apa yang kami sampaikan kemarin," katanya.
"Kami ingin memenangkan laga tapi sori ini tidak bisa kami capai," lanjutnya.
Tak banyak yang disampaikan Jafri Sastra. Pihaknya juga mengaku, dua pertandingan yang dilakukan PSIS dalam menghadapi lawan kerap mendapat kartu merah.
"Dua pertandingan terakhir yang kami dapatkan tidak selalu enak dan mendapat kartu merah," ujarnya.
'Kami selalu berbenah apa yang menjadi kekurangan bertanding kami selalu berbenah apakah itu masalah pertahanan, chemistry, pemain, sebagainya kami akan selalu berbenah," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi