RADARSEMARANG.ID – Untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2025/2026. PSIS Semarang melakukan pergerakan dalam jajaran kepelatihan.
Tersiar kabar jika PSIS Semarang memantau tiga pelatih yang bakal menjadi nahkoda di skuad Laskar Mahesa Jenar.
Direktur Utama PSIS Agung Buwono mengungkapkan pihak manajemen sedang mempersiapkan sesi paparan program kerja dari para calon pelatih.
Ia menyebut ada tiga nama yang akan menyampaikan program kerja kepada manjemen PSIS Semarang.
“Pekan ini akan dilakukan paparan, rencananya akan ada 3 nama pelatih. Akan kami lihat nanti siapa yang paling siap dan punya rencana kerja yang matang,” katanya, Selasa (24/6/2025).
Agung tak menutup kemungkinan PSIS kembali menggandeng pelatih yang pernah menukangi klub kebanggaan Kota Atlas tersebut.
“Yang sudah menjalin komunikasi ada yang benar-benar baru, ada yang baru rasa lama, serta ada juga yang pernah jadi pelatih di PSIS,” ungkapnya.
Beberapa nama eks pelatih PSIS yang saat ini tak melatih klub mana pun juga mencuat sebagai kandidat, antara lain Jafri Sastra, Subangkit, Bambang Nurdiansyah, hingga Imran Nahumarury.
Satu nama lain yang turut diperbincangkan adalah Kahudi Wahyu, mantan pemain PSIS yang disebut-sebut punya peluang untuk naik kelas menjadi pelatih kepala.
Pihak manajemen PSIS Semarang ini juga menarketkan bakal segera mengumumkan pelatih barunya dalam waktu dekat.
Namun, ketika didesak mengenai siapa sosok pelatih PSIS Semarang musim 2025/2026, manajemen belum mau membocorkannya.
“Doakan akhir pekan ini atau awal pekan depan kami sudah rilis pelatih untuk selanjutnya persiapan selama kurang lebih dua bulan,” tutupnya.
Disamping itu, nama Haykal Alhafiz dirumorkan didekat sejumlah klub Liga 1 yang meminatinya, termasuk Persita Tangerang.
Dari statistik PT Liga Indonesia Baru, Haykal Alhafiz mencatatkan jumlah penampilan 27 bersama PSIS di Liga 1 2024/2025.
Dari keseluruhan tersebut, pemain Timnas U-22 itu melakukan tekel 21, intersepsi 47, sapuan 25, dan umpan sukses 478/614 (atau tingkat keberhasilan umpan mencapai 77,9 persen).(dka)
Editor : Baskoro Septiadi