RADARSEMARANG.ID – Seperti diketahui, PSIS Semarang bakal menjamu PSS Sleman dalam lanjutan pekan ke 32 Liga 1 2024-2025.
Pertandingan sendiri digelar di Stadion Jatidiri, Kota Semarang dan berlangsung tanpa sponsor. Padahal PSIS Semarang membutuhkan dukungan dari supporter.
Saat ini PSIS Semarang dan PSS Sleman sama sama di peringkat papan bawah di klasemen sementara.
PSIS Semarang di posisi 18 dengan torehan 25 point. Sedangkan PSS Sleman di posisi 17 dengan torehan 25 poin.
Nasib PSIS Semarang pun masih di ujung tanduk. Sebab, dalam 5 pertandingan terakhir mengalami rentetan kekalahan.
Berbeda dengan PSS Sleman dalam 5 pertandingan terakhir. PSS Sleman hanya mendapat kemenangan 1 kali sedangkan 4 pertandingan lainnya mengalami kekalahan.
Jika PSIS Semarang ingin lolos dari zona degradasi, PSIS Semarang wajib menang di sisa pertandingan Liga 1 2024/2025.
Jika hanya bermain imbang atau kalah, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu harus rela turun kasta musim depan.
Secara hitung-hitungan, PSIS Semarang masih mempunyai peluang bertahan di Liga 1 musim depan. Apabila mampu memenangi tiga laga selanjutnya.
Selain melawan PSS Sleman di kandang, PSIS Semarang masih punya laga tandang melawan Malut United dan satu laga kandang menghadapi Barito Putera di laga pamungkas.
Jika mampu menyapu bersih tiga laga sisa tersebut, PSIS Semarangakan punya nilai maksimal 34 poin.
Torehan itu sudah cukup membawa PSIS Semarang keluar dari zona degradasi dengan catatan tiga pesaing terdekat yakni Semen Padang, Barito Putera, dan PSS Sleman gagal meraih poin penuh di semua laga sisa.
Karteker PSIS Semarang, Muhamad Ridwan menyebut sisa laga musim ini jadi laga penting bagi timnya untuk terus berusaha keluar dari papan bawah. Sebab timnya masih punya kans bertahan meski tipis.
"Semua laga penting, termasuk laga-laga sebelumnya, tapi memang kita wajib tak hanya meraih poin tapi wajib memenangkan sisa laga musim ini untuk keluar dari zona degradasi," kata Ridwan, Jumat (9/5/2025).
Ridwan menambahkan, kegagalan tim untuk menang dalam 11 laga terakhir diakui mempengaruhi rasa percaya diri pemainnya. Meski begitu, ia menegaskan belum menyerah dan bertekad membawa PSIS Semarang meraih hasil maksimal musim ini.
"Ditambah hasil kurang maksimal di kandang, juga tandang, membuat kepercayaan diri pemain menurun. Tapi kami tim pelatih terus coba mengangkat semangat serta determinasi pemain kami," ucap dia.(dka)