RADARSEMARANG.ID, Magelang – PSIS Semarang catatkan hasil negatif di laga perdana Liga 1 2024/2025 melawan Persita Tangerang.
PSIS Semarang harus tunduk 0-1 atas Persita Tangerang di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang pada Minggu (11/8) sore.
PSIS sebenarnya mengerahkan materi pemain terbaik dalam pertandingan ini.
Turun dengan 6 pemain asing barunya: Ruxi, Joao Verrari, Lucas Barreto, Sudi Abdallah, Baubakary Diarra dan Fernandinho pasukan Laskar Mahesa Jenar sangat mendominasi permainan selama 90 menit.
Namun, selama jalannya pertandingan Septian David Maulana dan kawan-kawan gagal memanfaatkan peluang yang ada.
Dalam 10 menit awal, laga cukup berjalan imbang. lini tengah mereka yang dikomandoi Boubakary Diarra tiada henti mendapat perlawanan sengit dari para gelandang andalan Persita.
Bahkan, sektor penyerangan PSIS juga terus mendapat pengawalan ketat dari benteng pertahanan lawan.
Kedua tim saling mengancam dalam upayanya untuk mencari gol pembuka.
Setelahnya tuan rumah PSIS yang banyak melancarkan ancaman ke pertahanan Persita.
Mendominasi lewat sisi sayap, berbagai ancaman terus dilakukan oleh Mahesa Jenar.
Septian David dan Mike Sudi bergantian untuk mencetak gol, namun belum membuahkan hasil.
Namun, kesigapan kiper Persita Tangerang Igor Rodrigues menggagalkan berbagai peluang yang diciptakan oleh PSIS.
Sementara itu, Persita Tangerang yang bertindak sebagai tim tamu juga tidak hanya menunggu saja.
Dengan mengandalkan serangan balik cepat, Persita Tangerang berhasil menciptakan berbagai peluang. Namun, kiper Adi Satriyo juga masih sigap.
Situasi itu terus berlanjut sepanjang babak pertama. Namun tidak ada gol yang tercipta di paruh pertama. Skor 0-0 untuk kedua tim.
Dominasi PSIS Semarang terus berlanjut di babak kedua, berbagai upaya terus dilakukan oleh para pemain Mahesa Jenar.
Melalui tembakan jarak jauh di menit 51 dan 53, Setiap David Maulana bahkan nyaris mencetak gol melalui tendangan dari luar kotak penalti.
Namun, sekali lagi, kesigapan Kiper Asing Persita Tangerang Igor masih gagal menjebol gawang Persita yang dikawal Igor Rodrigues.
Sempat mendapatkan angin segar, ketika wasit menunjuk penalti di menit 77 usai akselerasi dari Gali Freitas.
Namun sayangnya, usai dilakukan pengecekan VAR penalti pun dibatalkan.
Keasikan menyerang, PSIS Semarang harus menelan pil pahit.
Gol untuk Persita Tangerang di menit 83 melalui tendangan sudut dari Bae Sin-yeongyang diakhiri dengan back header pemain nomor punggung 3, Anibal Embalo menjadi mimpi buruk bagi tim asuhan Gilbert Agius.
Pemain PSIS Semarang Septian David Maulana mengatakan, inilah pertandingan.
Ketika tim berhasil menguasai pertandingan, namun ternyata hasil tidak berpihak kepada PSIS Semarang.
“Hasil akhir di pertandingan pastinya sangat menentukan. Namun, ini bukanlah akhir, kita masih ada 32 pertandingan yang akan kita jalani,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Persita Tangerang Fabio Lafundes menyampaikan, di laga perdana performa para pemain sangat bagus.
Dimana para pemain, paham dan mengerti taktik yang dimainkan pada pertandingan sore tadi.
“Kita juga sudah mempelajari permainan dari tim tuan rumah, sehingga kita selalu menjaga agar bola tidak berada di depan gawang,” ucapnya.
Meskipun menerapkan permainan bertahan, Fabio mengaku, peluang yang didapatkan timnya juga cukup banyak.
“Saya bangga dengan permainan anak-anak pada pertandingan sore ini,” ujarnya. (rfk/bas)
Editor : Baskoro Septiadi