RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kemenangan PSIS Semarang 1-4 atas tuan rumah Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (5/1/2024) membawa tim berjuluk Mahesa Jenar bertengger di peringkat kedua klasemen sementara Liga 1.
Septian David Maulana dkk menorehkan 42 poin dibawah Borneo FC yang masih kokoh dipuncak dengan 51 poin.
Dibawah PSIS ada dua tim yaitu Persib Bandung dan Bali United yang sama-sama mengoleksi 41 poin.
Pada pekan ke-24 Mahesa jenar diuntungkan hasil kurang maksimal pesaing terdekat mereka yaitu Persib yang bermain imbang 2-2 dengan Persis serta Bali United yang tumbang 1-0 atas Persik Kediri.
PSIS Semarang memulai laga dengan kurang bagus saat lawan Arema. Sementara tim berjuluk Singo Edan tampil agresif dan sempat menyulitkan pertahanan PSIS. B
Di menit ke-8 Dedik Sulistiawan sempat memanfaatkan kesalahan pemain belakang PSIS. Sayangnya, bola mampu diselamatkan Adi Satrio saat berhadapan satu lawan satu.
Maklum saja, di laga ini Lucas Gama absen. Sehingga menempatkan Syiha Buddin untuk berduet dengan Wahyu Prasetyo sebelum digantikan Barnabas Sobor pada menit ke-64.
Belakangan ini, Syiha memang sering menjadi opsi Head Coach Gilbert Agius di lini pertahanan ketika Lucao atau Wahyu Prasetyo absen.
Kondisi ini dimaklumi pelatih Agius. Di babak pertama sejak awal pertandingan permainan PSIS belum cukup bagus.
Hal itu dikarenakan performa tim yang belum sepenuhnya membaik. Sehingga tidak fokus dan justru muncul kesalahan-kesalahan dari pemain."Tapi setelah menit ke-20 PSIS mulai bermain cukup baik," ujar Agius.
Nyatanya, setelah Carlos Fortes hengkang pun PSIS Semarang masih bisa tampil garang. Juru taktik asal Malta itu memasang skema false nine dengan memanfaatkan gelandang dan sayap seperti Gali Freitas, Septiyan David, Taisei Marukawa, dan Riyan Ardiansyah yang berada di sektor kiri. Skema itu membuat bola mengalir dinamis dan melahirkan serangan yang bervariasi.
Empat gol yang disarangkan ke gawang Julian Schwarzer lahir brace dua pemain PSIS. Sepakan keras kaki kiri Alfreanda Dewangga dari luar kotak penalti pada menit ke-45 dan 90+1 tak bisa dibendung sang kiper meskipun sempat ditepis. Ryan Ardiansyah juga mencetak gol sebagai pembuka keunggulan di menit ke-22 dan 74.
"Cukup bahagia dengan pemain, begitupun hasil, juga kedisiplinan, dan kekompakan. Dan itu merupakan hal-hal penting dalam sepak bola," jelas Agius.
Ia juga cukup senang dengan penampilan dan dedikasi Ryan Ardiansyah. Agius tak enggan memuji pahwa pemain satu ini selalu memberikan seratus persen ketika bermain di atas lapangan.
Ia juga merasa terenyuh saat Ryan memutuskan tetap ingin bermain ke Bali. Padahal, Sabtu lalu istrinya baru melahirkan anak pertama."Ini adalah hal yang cukup bagus dan saya cukup senang dengan attitude-nya," jelas Agius.
Meski kalah dari segi ball possession, namun Mahesa Jenar mampu menyuguhkan permainan yang kompak dan efektif.
Meski di babak kedua Arema mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui Lokolingoy pada menit ke-56 setelah menerima umpan lambung.
Di babak kedua Mahesa Jenar cukup kerepotan dengan bola-bola lambung dari para pemain Arema.
Namun alih-alih menyamakan kedudukan, PSIS berhasil memberikan kejutan solidnya barisan lini depan pasca ditinggal Carlos Fortes sebagai mesin gol utama.
Ryan Ardiansyah tak bisa membendung kebahagiaannya. Dengan hasil itu, ia sangat bersyukur karena diberikan kesempatan bermain oleh Coach Gilbert.
Dua gol yang dicetak pada kemenangan ini sangat berarti baginya. Terutama untuk modal persaingan empat besar.
"Dan semoga hasil ini memenuhi target untuk bertahan di empat besar dan meraih juara," pungkasnya. (mia/zal)
Editor : Baskoro Septiadi