RADARSEMARANG.ID, Semarang - Brace kapten PSIS Septian David Maulana membawa tim berjuluk Mahesa Jenar menang 2-0 atas tamunya Arema FC dalam lanjutan Liga 1 2023/2024 di Stadion Jatidiri Semarang Rabu (9/8/2023) sore.
Pemain bernomor punggung 29 itu mencetak gol indah melalui tendangan penjuru di menit ke-67 dan menggandakan keunggulan tuan rumah melalui golnya di menit ke-75.
Sejak awal babak pertama, pertandingan sudah berlangsung sengit. Arema FC berinisiatif membuka serangan.
Ancaman pembuka datang dari sepakan Charles Almeida dari luar kotak penalti di menit keenam. Namun bola berhasil dijinakkan dengan tangkapan sempurna oleh Adi Satryo.
Empat menit berselang, ancaman Arema FC berasal dari kaki kiri Gustavo Almeida. Lagi-lagi arah bola dapat dibaca oleh Adi Satryo dan ditepis ke atas gawang.
Pemain Arema bernomor punggung 70 itu memang menjadi momok bagi Septian David Maulana dkk.
Mahesa Jenar pun tak mau kalah dan berusaha menaikkan tempo permainan. Di menit ke-16 Gali Freitas melakukan solo run dan menembus kotak penalti Arema sebelum melepaskan tembakan yang sayangnya berhasil ditepis oleh Julian Schwarzer.
Berkali-kali pemain bernomor punggung 17 itu mencoba merusak pertahanan Arema FC. Namun tubuh mungilnya kerap dijatuhkan dan belum mampu menembus pertahanan.
Di masa injury time, PSIS lagi-lagi melepas ancaman melalui tembakan keras Riyan Ardiansyah dari luar kotak penalti, namun kiper Arema Julian Schwarzer mampu menepis peluang tersebut. Skor kacamata bertahan hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Di babak pertama, tim asuhan Gilbert Agius itu bermain balance. Menjaga tempo permainan yang terkadang naik turun. Hal tersebut diakui sang pelatih untuk membaca skema permainan lawan dan mencari titik kelemahan.
“Pada babak pertama kita menjaga tempo permainan kadang tinggi dan pada situasi tertentu kita turunkan,” ujar pelatih asal Malta itu.
Sementara di babak kedua intensitas pertandingan pada babak kedua pun meningkat. Kedua belah pihak saling menggedor pertahanan lawan.
Terutama dari PSIS Semarang tampil tampil lebih mendominasi. Sementara Arema mengandalkan serangan balik untuk mengancam gawang PSIS Semarang. “Di babak kedua menaikkan tempo dan akhirnya bisa menang” kata Gilbert.
Setelah melakukan berbagai percobaan untuk merobek pertahanan lawan, akhirnya PSIS dapat memecah kebuntuan melalui skema tendangan sudut yang dilesakkan oleh sang kapten Septian David Maulana.
Bola yang mengarah ke ujung gawang dengan mudah merobek jala Schwarzer yang gagal membaca arah bola. PSIS unggul sementara 1-0 dari gol yang tercipta pada menit ke-67 itu.
Hal itu tak lepas dari keputusan sang pelatih memasukkan Taisei Marukawa pada menit 58 dan Lutfi Kamal pada menit ke-65. Usai kedua pemain itu PSIS Semarang semakin punya daya dobrak lebih.
Selang tujuh menit kemudian PSIS memanfaatkan kondisi psikologis pemain arema yang terpukul usai gol pertama tercipta.
Melalui skema counter attack lagi-lagi PSIS kembali mencetak gol dari kaki kanan sang kapten. Gali Freitas berhasil lolos dari jebakan offside lalu memberikan assist umpan tarik kepada Septian David Maulana.
Tendangan lirih meluncur ke sisi kiri kiper aremadan membuat PSIS unggul 2-0 dari tim tamu.
Arema FC tampak kehilangan konsentrasi ketika memasuki menit ke-60. Hal itu diakui sang pelatih Joko Susilo.
Padahal anak asuhnya sebelum itu secara taktikal mampu menutup penyerangan PSIS dan merapatkan pertahanan. Apalagi posisi PSIS juga sangat sedikit menciptakan peluang sejak dimulainya babak kedua.
“Susah berkomentar padahal kami sudah menguasai bola. Sampaienit ke-60 kita kehilangan konsentrasi,” ujarnya Joko Susilo dengan ekspresi lesu saat konferensi pers.
Meski tertinggal dua gol, Arema FC tidak menyerah begitu saja. Anak asuh Joko Susilo itu terus mendobrak pertahanan PSIS Semarang dan berusaha mencetak gol.
Di sisi lain, PSIS juga beberapa kali mengancam dengan serangan balik. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 bertahan untuk kemenangan tuan rumah. (mia/bas/ton)
Editor : Baskoro Septiadi