RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai memunculkan kekhawatiran di sektor properti.
Namun, kondisi tersebut belum berpengaruh terhadap harga hunian di CitraLand BSB City Semarang. Pengembang masih mempertahankan harga jual rumah karena memiliki stok unit siap huni yang telah selesai dibangun.
Head of Marketing CitraLand BSB City Semarang, Aditya Wibowo menjelaskan, penguatan dolar memang menjadi tantangan bagi hampir seluruh sektor yang berkaitan dengan material pembangunan. Menurut dia, kenaikan harga material berpotensi berimbas pada meningkatnya harga properti.
“Untuk saat ini perekonomian memang sedang ramai dengan isu dolar naik. Semua segmen properti dan bidang yang berkaitan dengan material pasti akan terdampak. Kemungkinan besar akan berimbas pada harga material dan berujung pada kenaikan harga properti,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan harga rumah di kawasan tersebut masih dapat dipertahankan. Hal itu didukung ketersediaan berbagai unit ready stock yang telah terbangun sehingga biaya konstruksi tidak lagi terpengaruh fluktuasi harga material saat ini.
“Puji syukurnya kami masih memiliki berbagai macam ready stock yang sudah terbangun. Jadi harga masih bisa ter-cover dan tidak ada kenaikan,” katanya.
Baca Juga: Hasil Melimpah, Bupati Demak dan Tani Merdeka Panen Raya Padi di Jatirejo Karanganyar
Keuntungan lain yang bisa diperoleh konsumen adalah kesempatan memanfaatkan program Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Melalui program tersebut, pembeli dapat memperoleh fasilitas bebas PPN hingga Rp220 juta untuk unit siap huni tertentu.
Menurut Aditya, insentif tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penjualan sepanjang tahun ini. Bahkan, mayoritas transaksi hingga Mei lalu ditopang oleh program tersebut.
“Dari awal tahun sampai Mei kemarin, hampir 90 persen penjualan ditunjang oleh promo free PPN. Konsumen tidak perlu khawatir karena sudah kami proteksi dengan unit-unit ready stock yang tersedia,” jelasnya.
Selain insentif PPN DTP, pengembang juga menawarkan berbagai promo lain berupa diskon hingga Rp50 juta, gratis AC, bebas iuran pengelolaan lingkungan (IPL), serta sejumlah bonus tambahan sesuai tipe rumah yang dipilih.
Saat ini stok unit siap huni tersedia di beberapa klaster unggulan. Pada seri Inner Court masih tersedia tipe Anila dan Delavera dengan sisa sekitar 10 unit, sedangkan tipe Valecia tersisa sekitar empat unit. Sementara di klaster Victoria Highland tersedia tipe Maplewood sekitar tiga unit dan satu unit rumah contoh tipe Rosewood.
Terbatasnya stok tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap hunian siap huni di tengah ketidakpastian ekonomi dan potensi kenaikan harga properti.
Aditya menyebut tipe Anila dan Delavera menjadi produk yang paling diminati konsumen. Kedua tipe tersebut berada dalam seri Inner Court yang menawarkan konsep berbeda dibanding perumahan lain di Kota Semarang.
“Yang paling favorit itu tipe Anila dan Delavera. Kami mengikuti tren dan memiliki unique selling point yang belum ada di developer lain. Seri Inner Court ternyata diserap sangat baik oleh pasar,” katanya.
Kedua tipe tersebut dibangun di atas lahan seluas 120 meter persegi dengan harga masih di bawah Rp2 miliar. Tipe Anila hadir dengan desain satu lantai, sedangkan Delavera menawarkan konsep dua lantai yang menyasar keluarga modern dengan kebutuhan ruang lebih luas.
Selain memasarkan hunian, CitraLand BSB City juga aktif menggelar kegiatan komunitas untuk memperkenalkan kawasan perumahan kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Open House Musik Klasik hasil kolaborasi dengan Halmahera Music School dan Bank Danamon.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa menampilkan kemampuan bermain berbagai alat musik klasik seperti piano, biola, dan gitar. Acara itu sekaligus menjadi sarana bagi pengunjung untuk melihat langsung produk hunian yang tersedia serta memperoleh berbagai penawaran khusus dari pengembang. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi