Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bupati Demak Janji Percepat Rehabilitasi Tanggul Jebol Sungai Wulan dan Evaluasi Pengendali Bendung Wilalung

Wahib Pribadi • Senin, 18 Maret 2024 | 18:42 WIB
Bupati Demak dr Eistianah saat meninjau Bendung Wilalung diperbatasan Demak dan Kudus. (Wahibpribadi)
Bupati Demak dr Eistianah saat meninjau Bendung Wilalung diperbatasan Demak dan Kudus. (Wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, Demak - Bupati Demak dr Hj Eisti'anah berjanji akan mempercepat rehabilitasi tanggul Sungai Wulan yang jebol kali kedua. Ini diperlukan agar banjir di wilayah Kecamatan Karanganyar dapat ditanggulangi lagi secara permanen.

Menurutnya, kondisi Sungai Wulan khususnya diarea bekas jebol yang pertama di Dukuh Norowito, Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karangamyar yang sebelumnya mengkhawatirkan kini terbukti jebol kembali.

Ini mengingat besarnya debit air yang masuk dari Bendung Wilalung serta di sekitar wilayah ini juga masuk air dari Sungai Gelis dari Kudus.

"Maka, area jebolan sampai dengan jembatan Tanggul Angin terus kita dorong percepatan pekerjaan peninggian maupun penguatan,"katanya.

Dalam percepatan ini, Pemkab Demak tentunya tidak bisa bergerak sendiri. Oleh karenanya Pemkab selalu melakukan komunikasi dan koordinasi intens dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) maupun Wika sebagai pelaksana di lapangan.

Di sisi lain, kata bupati, Pemkab Demak juga melakukan percepatan peninggian sekaligus pelebaran dan penguatan dengan menggandeng perusahaan-perusahaan setempat. Setiap hari unsur Pemkab bersama perusahaan setempat menyusun rencana operasional harian.

Seperti diketahui, Kabupaten Demak dilewati beberapa sungai besar termasuk ordonya. Yakni Sungai Tuntang, Dombo, Kalijajar, Wulan, Wonokerto, Kali Setu dan Kali Dolog. Seluruhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

"Maka, secara konsisten, Pemkab Demak selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait pelaksanaan rehabilitasi sungai dan saluran. Adapun pelaksanaan kegiatan, berdasarkan skala prioritas. Sedangkan yang menjadi kewenangan Pemkab Demak, secara berkala dilakukan rehabilitasi saluran,"ujarnya.

Bupati Eisti'anah mengatakan,bahwa perlu adanya evaluasi pengendali bendung Wilalung. Sebab, terdapat 11 pintu di bendung Wilalung. Yaitu, 9 pintu mengarah ke Kali Juwana, 2 pintu mengarah ke Kali Wulan.

Dari 9 pintu yang mengarah ke Kali Juwana sebanyak 3 pintu tertutup sedimen full sempurna sehingga sama sekali tidak bisa dioperasikan.

Kemudian, 3 pintu lain ditutup dengan cor sehingga tidak bisa dioperasikan. Praktis hanya 3 pintu yang bisa beroperasi. Sedangkan, yang ke arah Kali Wulan ada 2 pintu yang lebih besar yang keduanya bisa dioperasikan.

Menurutnya, sesuai standar operasional pelaksanaan (SOP) bendung Wilalung adalah ketika debit yang masuk ke Sungai Wulan 800 meterkubik perdetik, maka pintu Kali Juwana dibuka bertahap 10 meterkubik perdetik sampai nanti diangka 30 meterkubik perdetik.

"Yang menjadi masalah adalah kapasitas daya tampung dari Sungai Wulan perlu diuji kembali apa benar bisa menampung debit 800 dengan kondisi aman,"katanya.

Bupati menambahkan, SOP atau apapun namanya yang ada saat ini , terkait sistem pengendali banjir bendung Wilalung Ini harus dikaji dan dievaluasi bersama karena ada 4 kabupaten yang punya kepentingan dan keterkaitan dengan bendung Wilalung. Yaitu Demak, Kudus, Pati dan Grobogan.

Bupati Demak Eisti'anah sudah meminta gubernur Jateng selaku kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah untuk memfasilitasi pertemuan 4 kepala daerah membahas hal ini dan juga mendorong supaya dilakukan kajian dan evaluasi terhadap sistem pengendali banjir bendung Wilalung berdasarkan perencanaan awal dan kondisi sekarang. (web/adv/3.541 karakter/prokompim/hib/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Prokompim Demak #BANJIR #demak #ProkompimDemak2024