RADARSEMARANG.ID, Semarang - Perempuan memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Perempuan juga diharapkan jangan pasrah dan harus berani jadi leader.
Hal itu mengemuka dalam dialog bertema Perempuan Masa Depan Indonesia yang menghadirkan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, sebagai narasumber, di gedung TBRS Kota Semarang, Kamis (30/3/2026).
Ketua DPC PDIP Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono mengatakan poin penting pembahasan dalam diskusi tersebut adalah peran perempuan yang semakin strategis dalam berbagai bidang, termasuk kepemimpinan.
"Yang pasti di sana tadi yang sebagai narasumber pertama adalah Ibu Agustina Wilujeng sebagai Walikota Semarang bukti bahwa perempuan itu tidak hanya konco wingking, tetapi juga bisa menjadi leader. Menjadi leader yang menghidupi dan menggerakkan," ungkapnya usai kegiatan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (30/4/2026).
Selain itu juga ada tokoh-tokoh wanita inspiratif, yakni Anne Avantie, Wanita Inspiratif Indonesia, Bintang Puspayoga Ketua DPP PDIP Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak.
Dialog ini, para narasumber membagikan pengalaman dan perjalanan hidup mereka hingga mencapai posisi saat ini.
Diharapakan, kisah tersebut dapat menginspirasi peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelaku UMKM, hingga organisasi kemasyarakatan.
"Kami tidak hanya mengundang kader partai, tetapi terbuka untuk umum. Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kota Semarang,” jelasnya.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Kartini 2026 dengan menggelar diskusi publik bertema perempuan dan masa depan Indonesia.
Kegiatan ini menjadi puncak dari berbagai agenda sosial yang telah dilaksanakan sepanjang April.
Menurutnya, momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai, dan membutuhkan peran aktif generasi masa kini untuk meneruskan perjuangan sosok Pahlawan Raden Ajeng Kartini.
Baca Juga: Tanggul Sungai Plumbon di Mangkang Kulon Jebol 50 Meter
"Betul. Pesan dari Bu Agustin bahwa perempuan itu jangan minder. Apapun itu bahwa peluang sekecil apapun harus direbut. Harus diraih. Tidak boleh kita hanya menunggu saja menyerah kepada nasib. Dan perempuan juga memiliki peluang yang sama," pungkasnya.
Sementara, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menekankan pentingnya kesiapan diri perempuan sebelum terjun lebih luas di masyarakat. Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan adalah menyelesaikan persoalan dalam diri sendiri.
"Perempuan harus bertanya pada dirinya sendiri, apakah mau maju atau tidak. Kalau masih ragu, takut dimarahi suami, takut capek, atau berbagai kekhawatiran lain, maka akan sulit untuk berkembang," ujarnya.
Ia menjelaskan, keberanian membuka diri dan mengambil peluang menjadi kunci utama agar perempuan dapat berperan sebagai tokoh di berbagai bidang, baik sebagai pejabat, akademisi, maupun penggerak masyarakat.
Agustina menilai, saat ini ruang bagi perempuan untuk menjadi pemimpin sudah semakin terbuka. Namun, ia mengingatkan bahwa kepemimpinan perempuan harus membawa perspektif yang berpihak pada isu-isu mendasar perempuan.
"Ketika perempuan menjadi pemimpin, kebijakan yang diambil harus memperhatikan urusan perempuan. Seperti pemberdayaan anak, pendidikan, kesehatan, dan pangan. Empat hal ini harus diselesaikan terlebih dahulu," tegasnya.
Menurutnya, isu ibu dan anak menjadi akar dari berbagai persoalan pembangunan. Jika hal tersebut ditangani dengan baik, maka akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan ekonomi.
Dalam kesempatan itu, Agustina menepis anggapan bahwa kiprah perempuan saat ini masih kurang. Ia justru menilai perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan memimpin.