RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Dinpermades P2KB Pemkab Demak melakukan monitoring dan evaluasi siaga kependudukan di SMAN 2 Demak.
Monitoring ini diperlukan sebagai upaya untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan siaga kependudukan di lembaga pendidikan milik pemerintah tersebut.
Monitoring sekolah siaga kependudukan dijalankan oleh Duta Genre dan PIK-R SMANDA GRESS.
Selain itu, dalam kegiatan ini juga sebagai sarana belajar tentang kreatifitas dan berpikir kritis dengan membuat majalah dinding (mading).
Juga membuat pamflet yang mengusung pesan tentang kehati-hatian soal bahaya kesehatan bagi remaja. Dalam monitoring ini, juga diharapalkan bisa menjadi sarana bergotong royong.
Kepala Dinpemades P2KB Pemkab Demak Taufik Rifai menyampaikan, monitoring dan evaluasi kependudukan di SMAN 2 Demak tersebut diharapkan bisa memberikan pengetahuan yang memadai soal seluk beluk kependudukan.
Sekolah siaga kependudukan membahas soal yang berkaitan dengan jumlah, struktur dan kondisi penduduk serta dinamika perubahannya.
Menurutnya, kependudukan mencakup berbagai aspek. Diantaranya, terkait dengan umur, jenis kelamin, agama, kelahiran, perkawinan, kehamilan, kematian, persebaran, mobilitas, kualitas dan ketahanan.
Kependudukan juga dapat dipelajari melalui ilmu demografi yang didalamnya mempelajari dinamika kependudukan manusia.
Demografi meliputi, ukuran, struktur, dan distribusi penduduk. Juga terkait dengan jumlah penduduk yang berubah tiap saat.
"Karena itu, belajar kependudukan di sekolah sangat dibutuhkan agar para siswa memahami seluk beluk kependudukan dan ruang lingkupnya,"jelasnya.
Dalam proses belajar kependudukan ini, ada kaitannya juga dengan data kependudukan sebagai hasil dari kegiatan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.
Data ini tercantum dalam dokumen kependudukan. Adapun, data kependudukan berupa angka, grafik, gambar dan lainnya.
"Soal kependudukan memang masalah hang komplek sekali. Sebab, ini menyangkut kualitas, persebaran, jenis kelamin, mata pencaharian, tingkat pendidikan, kesehatan dan lainnya yang terkait,"jelasnya.(Adv/web/2.291 karakter/hib)
Editor : Agus AP