RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Di tengah riuh pembagian rapor akhir semester, ada pesan sederhana namun bermakna yang digaungkan Pemerintah Kota Pekalongan, ayah hadir untuk anaknya. Pesan itu tak hanya berupa imbauan, tetapi ditujukan langsung oleh Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid melalui Gerakan Gemar Ayah Mengambil Raport Anak.
Mas Aaf, sapaan akrab Walikota Pekalongan, mengajak para ayah meluangkan waktu datang ke sekolah. Bukan sekadar menerima selembar kertas berisi angka, tetapi menyaksikan sendiri perjalanan belajar putra-putrinya.
Baca Juga: Sepekan, Samapta Polres Pemalang Tangani Percobaan Bunuh Diri hingga Anak Hilang
“Mengambil rapor bukan hanya soal nilai. Ini pesan cinta, perhatian, dan teladan bagi anak bahwa ayah peduli dan ayah hadir,” ujar Mas Aaf saat dikonfirmasi, Minggu (21/12/2025).
Menurutnya, gerakan ini merupakan langkah awal membangun keterlibatan ayah dalam pendidikan anak. Mengambil rapor hanyalah simbol, sementara yang terpenting adalah keberlanjutan perhatian dan pendampingan ayah dalam tumbuh kembang anak, baik secara akademik maupun karakter.
Baca Juga: Janji Ditepati! Denny Caknan Pasang WiFi Gratis di Pusat COD Ngawi
Mas Aaf menegaskan, Gerakan Gemar Ayah Mengambil Rapor Anak sejalan dengan kebijakan nasional. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama kementerian terkait telah menggagas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan, pendidikan, serta pembentukan karakter anak sejak dini.
Yang menarik, Mas Aaf tidak hanya menyampaikan ajakan. Beberapa waktu lalu, ia bersama sang istri Inggit Soraya terlihat langsung hadir di SMAN 1 Kota Pekalongan untuk mengambil rapor putri mereka. Aksi tersebut menjadi bukti nyata bahwa gerakan ini bukan sekadar slogan, tetapi teladan.
Baca Juga: Pabrik Bangkit, Ribuan Buruh Pemalang Tersenyum Wong Hang Bersaudara Resmi Menjahit Harapan Baru
“Kita ingin gerakan ini berkelanjutan. Dari langkah sederhana ayah mengambil rapor, kita bangun generasi Kota Pekalongan yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” tegas Mas Aaf.
Program ini, merupakan himbauan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau Kepala BKKBN Wihaji. Yang mana mengajak para ayah untuk mengambil rapor anak ke sekolah pada akhir semester ini. Imbauan ini utamanya ditujukan pada ayah dengan anak usia sekolah.
Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) yang ditetapkan pada awal Desember lalu.
Di Kota Pekalongan sendiri, himbauan ini ternyata cukup berpengaruh, walaupun belum massif. Dari pantauan di media sosial dan sekolah-sekolah, pembagian rapor akhir pekan lalu—mulai jenjang PAUD hingga SMA—masih didominasi kehadiran para ibu. Meski begitu, perlahan perubahan mulai tampak.
“Memang belum masif, tapi sudah mulai banyak ayah-ayah yang datang mengambil rapor anaknya dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Anis, salah satu wali kelas di SMPN 14 Kota Pekalongan, Sabtu (20/12/2025).
Ia menyebutkan, saat pembagian rapor, persentase ayah yang hadir belum mencapai 10 persen dari total wali murid. Namun angka tersebut dinilai sebagai sinyal positif atas meningkatnya kesadaran peran ayah dalam pendidikan anak.(han)
Editor : Baskoro Septiadi