RADARSEMARANG.ID - Seorang anak SD diduga menjadi korban tindak asusila di Kecamatan Talun Pekalongan, Jawa Tengah.
Korban merupakan anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD) di Dukuh Bremi, Desa Donowangun, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan.
Kejadian ini menggemparkan warga setempat yang dilaporkan terjadi pada Jumat, 16 Mei 2025.
Sementara pelaku diduga merupakan tetangga korban dari Dukuh Sikumbang, Desa Karangasem, Kecamatan Talun.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial X @pekalongan_info, pelaku ditangkap oleh warga setempat setelah aksi bejatnya terungkap.
Dalam video tersebut, pelaku sempat di keroyok warga setempat hingga mendapatkan salam olahraga.
Warga kemudian membawa pelaku ke balai desa untuk diamankan, sembari menunggu proses hukum lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Kronologi kejadian bermula ketika pelaku diduga melakukan pelecehan seksual terhadap korban, yang masih berusia di bawah umur.
Peristiwa ini dimulai ketika pelaku menginap di kediaman temannya, yang juga merupakan ayah tiri dari korban.
Pada saat itu, orang tua korban sedang menghadiri sebuah acara pernikahan, sehingga korban berada di rumah tanpa pengawasan orang dewasa.
Aksi bejat pelaku terbongkar ketika korban mengeluhkan rasa sakit, dan ketika neneknya menanyakan penyebabnya.
Korban menyatakan bahwa ia telah mengalami perlakuan tidak senonoh oleh pelaku "om bolone pae" (om dari temannya ayah).
Menurut laporan warga yang diunggah di platform X menyebutkan kasus ini telah menimbulkan kegeraman di kalangan masyarakat setempat. Mereka menuntut keadilan bagi korban.
Hingga berita ini ditulis, kasus penjabulan tersebut dikabarkan telah ditangani oleh pihak kepolisian setempat.
Namun, identitas pelaku dan korban belum diungkap secara resmi untuk melindungi privasi, khususnya korban yang masih anak-anak.
Editor : Baskoro Septiadi