RADARSEMARANG.IDb- Dalam kunjungan kerja (kunker) Jokowi di pekalongan pada Rabu (13/12) lalu, terdapat momen menarik saat ia turun langsung ke lapangan.
Momen menarik tersebut terjadi ketika Jokowi mendatangi langsung para petani yang sedang melakukan aktifitas di sawah.
Dalam momen itu, Jokowi menyempatkan turun ke pematang sawah meninjau proses penanaman padi di Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.
Melansir dari Metro Pekalongan JawaPos.com, Jokowi diketahui memberikan bantuan sembako dan amplop usai menyapa dan berdiskusi dengan para petani.
Salah satu petani yang bernama Rudi (65) mengungkapkan rasa senang bisa berjumpa langsung dan bersalaman dengan Jokowi.
Menurut Rudi, kabar kedatangan Jokowi sudah diketahui olehnya, namun pertemuan dengan Jokowi serasa seperti mimpi yang tak terbayangkan.
Kemudian Rudi juga menunjukkan paket sembako dan isi amplop yang diterimanya dari Presiden Indonesia ke-7 tersebut.
"Ini sembakonya. Kalau amplopnya isinya uang banyak banget. Uangnya baru-baru, seratus ribuan 12 lembar, Rp 1,2 juta. Alhamdulillah terima kasih Pak Presiden," ucap Rudi dengan senangnya.
Diketahui sebelumnya, Jokowi melakukan kunjungan ke Kabupaten Pekalongan dengan tujuan untuk memberikan dorongan kepada para petani agar segera memulai proses penanaman padi.
Selain itu, Jokowi berharap pada bulan Maret atau April nanti sudah dapat dilakukan panen oleh para petani tersebut.
Meskipun demikian, Jokowi menyatakan bahwa stok beras di bulog masih aman hingga saat ini, yang menurutnya masih ada 1,4 juta ton setelah dilakukan pengecekan pada Selasa (12/12) pagi.
Sementara itu, bantuan pangan beras yang diinginkan oleh Presiden Jokowi akan terus berlanjut hingga Maret 2024 dan akan terpenuhi dengan baik.
Hal tersebut telah diungkapkan dan dipastikan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Badan Urusan Logistik (Bulog).
Selanjutnya, Arief Prasetyo Adi selaku kepala Bapanas menjelaskan bahwa bantuan pangan beras telah diberikan kepada 21,3 juta KPM di seluruh Indonesia pada Desember ini.
Menurut Arief, rencananya KPM akan ditambah sebesar 8 persen untuk bulan Januari sampai Maret 2024.
"Iya, seperti yang tadi Bapak Presiden sampaikan jumlah KPM akan ditambah 8 persen, jadi sekitar 22 juta KPM," pungkas Arief.
Editor : Baskoro Septiadi