RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serius kembangkan budidaya bunga Telang untuk Agroindustri di Kelurahan Bandengan Pekalongan Utara.
Kepala Bappeda Kota Pekalongan, Cayekti Widigdo menjelaskan, di wilayah Bandengan Pemerintah Desa dan masyarakat sudah lama mengembangan bunga telang kering untuk minuman.
Sebelumnya, dirintis bersama Kampus Universitas Pekalongan.
Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 1, PSIS Resmi Lepas Gelandang Luthfi Kamal
Baca Juga: DCT Anggota DPRD Kota Pekalongan Sudah Ditetapkan, Kini KPU Validasi Surat Suara
Baca Juga: Jelang Piala Dunia U-17 2023, Timnas Spanyol Langsung Tancap Gas Latihan di Karanganyar
“Ini bisa menjadi kegiatan ekonomi berbasis masyarakat, dan awal kebangkitan ekonomi warga Kelurahan Bandengan," serunya.
Kini menggandeng Departemen Teknologi Industri Pertanian (DTIP) UGM Yogyakarta dengan Lab Analisa Mutu dan Standarisasi.
Yang akan mengajarkan para Kelompok Wanita Telang Kelurahan Bandengan melalui Workshop Pengembangan Produk Bunga Telang Kering Menuju Produk Agroindustri Unggulan.
Wakil Walikota Pekalongan, H Salahudin yang hadir membuka workshop tersebut menyampaikan bahwa, Pemkot Pekalongan ingin mengangkat potensi unggulan wilayahnya, kali ini di Kelurahan Bandengan.
Dengan harapan kedepan bisa meningkatkan perekonomian warga setempat.
"Teh bunga telang sudah dikenal banyak manfaat salah satunya manfaat untuk kesehatan,” seru Wawalkot.
Dengan datangnya tim dari UGM, diharapkan bisa mengajarkan bagaimana cara mengolah bunga telang ini secara higienis, memenuhi unsur-unsur kesehatan, dan pengemasannya menjadi teh celup kekinian, tidak lagi dalam bentuk teh tubruk.
"Nanti dengan bantuan sinergi bersama UGM ini, kelompok wanita telang dan masyarakat Bandengan disini bisa menjadi produsen teh celup bunga telang," ucapnya.
Lanjut Wawalkot Salahudin menambahkan, masyarakat di wilayah kelurahan lain yang menanam bunga telang ini bisa menjual hasil panennya juga ke Kelurahan Bandengan. Jika sudah maju, Bappeda siap mengembangkan produk unggulan lainnya.
"Selain teh telang, di wilayah Bandengan ini juga ada potensi produk unggulan lain seperti ikan bandeng. Nanti akan kami kembangkan juga kedepan,” tandasnya.(han)
Lurah Bandengan, Muh. Rusman Aji, menyebutkan, workshop ini diikuti oleh 10 orang perwakilan Kelompok Wanita Telang Kelurahan Bandengan yang selama ini sudah terbentuk.
Selama ini produksi sudah berjalan namun untuk pengolahannya kurang maksimal karena kondisi alam, seperti terdampak rob.
Pemasaran produk teh bunga telang kering selama ini yang dihasilkan warga masih hanya sekitar Kota Pekalongan saja seperti diikutsertakan ke pameran atau bazar yang difasilitasi Pemda, Kemitraan Indonesia dengan harga jual Rp30 ribu sampai Rp50 ribu.
“Dengan adanya workshop ini bisa menjadi suatu inovasi baru untuk pengolahan produk teh celup bunga telang dan perluasan produk unggulan di wilayah kami," tutupnya.(han)
Editor : Agus AP