Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Percepatan Penurunan Stunting ASN Kota Pekalongan Rutin Sumbang Telor

Lutfi Hanafi • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 02:18 WIB
SIMBOLIS - Penyerahan telur secara simbolis kepada perwakilan kelurahan dalam program One Day One Egg, Jumat (13/10).
SIMBOLIS - Penyerahan telur secara simbolis kepada perwakilan kelurahan dalam program One Day One Egg, Jumat (13/10).

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) setempat resmi launching One Day One Egg.

Yang mana, nantinya hingga akhir tahun 2023 ini, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Pekalongan akan rutin sumbangkan telor, kepada warga setempat yang terindikasi stunting.

“Telur kami pilih, karena salah satu jenis makanan yang mudah dikonsumsi anak dan memiliki kandungan protein tinggi, cocok untuk mencegah stunting,” ucap Wakil Walikota Pekalongan Salahudin di ruang Jlamprang kantor Sekretariat Daerah setempat, Jumat (13/10).

Salahudin menyebutkan jumlah ASN dari 27 OPD yakni 3015 orang. Sedangkan untuk balita sunting 600 dan bayi di bawah 2 tahun (baduta) ada 200. Artinya jumlah donasi telur yang akan dikumpulkan sudah mencukupi,

“Kalau misal kelurahan tersebut tidak ada anak stunting, akan diberikan kepada ibu hamil berisiko stunting,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta kepada Dinas Pertanian dan Pangan untuk bisa memberikan bibit tanaman kelor kepada keluarga sasaran orioptitas stunting, karena mudah tumbuh dan memiliki kandungan vitamin yang cukup tinggi.

“Program ini selama 3 bulan, mulai Oktober sampai Desember akan kita evaluasi. Kalau hasilnya bagus kita lanjutkan, bisa ditambah dengan bahan makanan yang lain,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosidi program ini upaya lanjutan dari pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Selain itu juga tim pendamping keluarga dengan jumlah 236 tim dengan masing-masing tim berjumlah 3 orang dari kader kesehatan, kader KB dan kader PKK.

“Nantinya pada program One Day One Egg ini, setiap OPD di kota Pekalongan akan membina 1 kelurahan. Secara teknis disesuaikan masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut, program ini merupakan pencegahan dari hulu bukan di hilir, difokuskan untuk menangani 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang bisa diintervensi dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun.

Jika jumlah personil ASN OPD pembina cukup banyak, selain telur ia membebaskan OPD untuk menambah donasi jenis makanan lain seperti ikan, sayur atau lainnya.

Kegiatan ini akan dimulai pada pekan depan di bulan Oktober hingga 3 bulan yakni Desember.

“Setiap bulan akan dibuat laporan, setelah 3 bulan akan kami evaluasi, jika dampaknya ini bagus artinya tepat sasaran, maka program ini akan dilanjutkan,” tutupnya.(han)

Editor : Agus AP
#stunting #Pekalongan