RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN–Program Studi (Prodi) Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) memberikan pembekalan kepada para calon pengantin (Catin) di program kelas pra nikah.
Dalam pembekalan ini, UMPP digandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan dalam rangka mencegah pernikahan dini atau pernikahan remaja, termasuk upaya pencegahan stunting.
Kali ini, Dinkes melalui Puskesmas Kramatsari Pekalongan Barat berkoordinasi dengan Kelurahan Pasirkratonkramat bekerjasama dengan Prodi Kebidanan Fikes UMPP. “Kelas kali ini bertujuan sebagai sarana untuk remaja dalam persiapan menjalani pernikahan yang sehat,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan Wahyu Ersila Senin (4/9/2023).
UMPP, kata Ersila, menerjunkan tim lain yakni Fitriyani, Nur Chabibah, dan Dr Festy Mahanani dalam kelas yang sudah dimulai sejak Agustus lalu.
Selain itu, memberdayakan kader Posyandu Remaja sebagai pioner yang akan menggerakkan partisipasi dari calon pengantin untuk mengikuti kegiatan ini.
Dengan harapan, bisa untuk penurunan pernikahan usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Kramatsari Kota Pekalongan.
“Fokus dari pelaksanaan program ini, yakni mengoptimalkan pelayanan kesehatan remaja melalui edukasi secara lintas sektor,” imbuh Fitriyani.
Sementara itu, Nur Chabibah menjelaskan Kelas Pra Nikah ini diberikan nama Calon Pengantin Bugar Jiwa Raga disingkat Cagar Warga.
Kegiatan yang diselenggarakan pada kelas pranikah diawali dengan skrining remaja pranikah terutama remaja putri yang memiliki potensi kehamilan dengan stunting melalui pemeriksaan status gizi.
Kemudian dilanjutkan dengan pemberian edukasi kepada remaja melalui kerjasama lintas sektor, yaitu melalui promosi dari bagian promosi masyarakat, promosi melalui kegiatan keagamaan oleh tokoh agama dan edukasi tentang persiapan mental menuju pernikahan yang sehat oleh psikolog.
Kelas pranikah ini juga memberikan stimulus pada remaja untuk meningkatkan perbaikan pola hidup bersih dan sehat yang berada di Wilayah Kelurahan Pasirkratonkramat yang memiliki sanitasi yang buruk karena dampak pencemaran limbah air rob.
Sementara itu, Dr Festy Mahanani menambahkan, untuk evaluasi pembentukan kelas pra nikah akan dilakukan secara rutin melalui mitra dan kelompok remaja.
Tingkat pengetahuan sasaran yaitu remaja juga dinilai sebelum dan setelah kegiatan ini. imbuhnya
“Kemiliki harapan dengan terbentuknya kelas pranikah ini akan menjadi percontohan bagi kelurahan yang lain yang berjalan secara berkesinambungan,” serunya.
Serta lanjut Festy, kelas ini nantinya mampu menskrining remaja yang memiliki permasalahan kesehatan yang memiliki potensi hamil dan melahirkan anak dengan stunting sehingga dapat diupayakan pencegahannya sejak dini yang goalsnya adalah menurunnya angka pernikahan usia dini dan kejadian stunting pada balita. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla