RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN–Ratusan pelanggan Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan di Kampung Baru Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, mengeluhkan air tidak mengalir selama berbulan-bulan. Sebagian warga, ada yang terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
“Pernah saya protes ke petugas PDAM, namun hanya sekedar dicek, tapi tidak pernah ditindaklanjuti,” sesal Totok, salah satu warga pada Senin (21/8/2023).
Untuk mengakali kesulitan air, warga mencoba menyedot saluran air dari PAM dengan pompa. Air pun sudah mulai jalan, walaupun tetap terbatas. Namun pelanggan masih dibebankan mengeluarkan biaya listrik untuk pompa. Malah ditambah tagihan air yang semakin membengkak.
“Dulu saat lancar, tagihan tak sampai Rp 100 ribu. Namun setelah beberapa bulan, air tidak mengalir justru tagihan menjadi bengkak hingga Rp 150 ribuan. Padahal hanya dipakai mandi saja,” keluhnya.
Dirinya berharap keluhan warga bisa didengar. Mohon jaringan pipanya diperbaiki, agar kembali normal. Termasuk tagihan dihitung kembali karena ada kelehihan bayar.
Hal yang sama dikeluhkan warga lain, KA, di wilayahnya terhitung sudah lebih dari lima bulan air PAM tidak mengalir. Warga kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, warga terpaksa membeli atau berlangganan air galon. Sedangkan mandi dan mencuci, warga menampung air yang disedot dari aliran PAM.
KA mengungkapkan, selain air tidak mengalir normal, air PAM yang ditampung tidak bisa digunakan untuk memasak atau minum lantaran sedikit asin dan berbau banger. Kalau digunakan memasak menyebabkan nasi berwarna kuning. “Kami terpaksa membeli air galon untuk dikonsumsi. Dua hari sekali kami beli air bersih. Satu galon Rp 5000. Kalau satu bulan sudah berapa,” keluhnya..
Meski berbulan-bulan air PAM tidak mengalir, dirinya dan warga lainnya tetap membayar tagihan yang dihitung naik. Padahal hanya untuk mandi. Dirinya dan warga merasa keberatan lantaran pengeluaran kebutuhan air bersih semakin membengkak.
Terpisah Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Nur Priyantomo saat dimintai keterangan mengatakan, sejauh ini Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan sudah menjalankan SOP yang tepat berarti sudah benar.
“Kalaupun ada keluhan dari masyarakat, nanti kami panggil direkturnya untuk dimintai keterangan. Jika memang ada kesalahan akan kami tegur,” tandasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla