RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Monumen Jenderal Hoegeng Imam Santoso akan dibangun di di area Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan.
Rencananya, pembangunan akan dimulai pertengahan Agustus ini dan ditargete rampung November 2023. Patung mantan kapolri ini akan dibangun setinggi sembilan meter.
Di Kota Batik sendiri, nama mantan kapolri Jenderal Hoegeng sudah dijadikan nama jalan dan stadion.
“Pembangunan monumen ini atas inisiasi dari jajaran Polda Jawa Tengah,” ucap Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Abioso Seno Aji saat meninjau lokasi rencana pembangunan di Kota Pekalongan, Selasa (1/8).
Selain meninjau langsung, wakapola mewakili jajarannya mohon doa restu kepada wali kota dan para tokoh yang ada di Pekalongan.
Dipilihnya Kota Pekalongan karena menurut catatan sejarah, Jenderal Hoegeng lahir dan sempat berkarir di Kota Pekalongan.
"Bagi kami sendiri yang masih berkecimpung di institusi kepolisian, sosok Jenderal Hoegeng ini merupakan tokoh legendaris yang patut diteladani,” ujarnya.
Jenderal Hoegeng memiliki jiwa patriotik, penuh kesederhanaan, jujur, berani, dan hal-hal positif lainnya.
Pihaknya berharap, dengan dibangunnya monumen Hoegeng bisa menginspirasi para generasi penerus bangsa.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid menyambut baik adanya rencana pembangunan monumen Jenderal Hoegeng.
Wali kota berharap, setelah ada tugu perjuangan dan rencana pembangunan monumen Jenderal Hoegeng di kawasan Stadion Hoegeng ini, bisa menambah kembali ikon baru di Kota Pekalongan.
"Mudah-mudahan ini jadi keberkahan untuk kita semua karena semuanya bersatu,” tandasnya.
Sementara itu, konsultan sekaligus arsitek pembangunan Monumen Hoegeng, Nur Hadiman menyebutkan, monumen Hoegeng ini akan dibangun tepat di depan pintu utama Stadion Hoegeng.
Monumen Hoegeng mulai dikerjakan pada pertengahan Agustus. Target rampung November 2023. Di depan patung Hoegeng ada semi amfiteater atau tempat duduk melingkar yang menghadap ke patung tersebut.
"Tinggi patungnya 9 meter dengan dudukannya atau umpak 3 meter, ada peninggian tanah dari aspal 1,3 meter sama seperti di tugu perjuangan," pungkasnya. (han/zal)
Editor : Baskoro Septiadi