RADARSEMARANG.ID – Puluhan rumah dan kios di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Pati Kota mengalami retak-retak.
Kejadian ini sebelumnya telah viral di media sosial yang memperlihatkan kondisi rumah dengan retakan yang cukup parah.
Informasi yang dikutip dari Jawa Pos Radar Kudus, retakan pada rumah dan kios tersebut disebabkan oleh fenomena tanah bergerak.
Lokasi tanah bergerak tersebut berada di bantaran Sungai Silugonggo, tepatnya dari arah lampu merah menuju arah jembatan Kali Sampang.
Fenomena tanah bergerak tersebut mengakibatkan sebnayak 21 bangunan rumah dan toko mengalami kerusakan dan retak-retak. Bahkan terdapat tiga rumah yang mengalami kerusakan parah dan hampir roboh.
Camat Pati, Didik Rusdiartono membenarkan kejadian tersebut. Kejadian tersebut terjadapi pada Jumat (6/9/2024) hingga Minggu (8/9/2024) dan semakin parah.
Pemerintah Desa Purworejo pun telah mengambil sejumlah langkah darurat seperti mengevakuasi korban.
Selain itu pihaknya juga melakukan rapat koordinasi penanggulangan bencana bersama stakeholder seperti BBWS Pemali Juana, tim pelaksana dan pengawas bendung karet, TNI, Polri, camat dan keluarga korban terdampak.
“Hasil rakor tersebut, didapatkan penyebab bencana tanah bergerak ini akibat adanya penurunan tanah yang disebabkan dampak kekeringan. Sehingga debit air menurun 1,5 meter dari titik 0 ketika kondisi normal air dilaut,” ungkapnya.
Dalam video yang tersebar di media sosial, nampak sebuah tembok bangunan rumah retak dan hampir roboh.
Bahkan retrak-retak yang kurang lebih 10 sentimeter tersebut tidak hany pada dinding bangunan.
Bahkan tanah di dekat sungai yang terdapat talud juga mengalami retakan yang cukup lebar dan panjang.
Beberapa warganet yang menyaksikan video tersebut memberikan beragam komentar
“Kaline asat lur,” @Vanila Vanie
“Sebelum mancang mungkin tanah tidak di tes kedalaman untuk mengetahui kontur tanah. Jadi tanah ambles,” @Wahyu Bendol
“Sepanjang Guyangan sampai belakang pabrik dua putra tanahnya turun 30 cm an,” @Sei Ji Kawansakti.
“Kurangnya penanaman pohon lur,” @Poernama Sidie Sandro. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi