RADARSEMARANG.ID – Persaingan mobil listrik di Indonesia semakin menarik pada 2026. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga pembelian, tetapi juga jarak tempuh, performa, kenyamanan kabin, fitur keselamatan, kemudahan pengisian daya, hingga biaya perawatan dalam jangka panjang. Dua model yang layak masuk daftar pertimbangan adalah Geely EX5 dan BYD Atto 3.
Keduanya merupakan SUV listrik lima penumpang yang menawarkan teknologi modern untuk menunjang mobilitas masyarakat perkotaan maupun perjalanan bersama keluarga.
Geely EX5 hadir dengan kabin lapang, tenaga besar, teknologi hiburan canggih, dan kemampuan pengisian cepat. Sementara itu, BYD Atto 3 mengandalkan teknologi baterai Blade, desain interior yang unik, fitur keselamatan aktif, serta pilihan harga yang semakin kompetitif.
Perbandingan Geely EX5 vs BYD Atto 3 menjadi menarik karena keduanya menawarkan pendekatan berbeda dalam memenuhi kebutuhan pengguna mobil listrik.
Geely menonjolkan kenyamanan, ruang kabin, dan kelengkapan teknologi, sedangkan BYD memiliki keunggulan berupa pengalaman pasar kendaraan listrik yang lebih dahulu berkembang serta pilihan varian dengan harga yang lebih terjangkau.
Berdasarkan informasi harga dan spesifikasi yang tersedia hingga Oktober 2026, Geely EX5 dipasarkan dengan harga resmi khusus 2026 sekitar Rp475 juta untuk varian Pro dan Rp515 juta untuk varian Max berdasarkan daftar harga OTR Jakarta.
Sementara itu, BYD Atto 3 Advanced Plus diperkenalkan dengan harga Rp415 juta, sedangkan harga varian Standard Range perlu diperiksa kembali melalui daftar harga resmi terbaru sebelum melakukan pembelian.
Perbedaan harga tersebut menjadi pertimbangan awal bagi konsumen. Namun, memilih mobil listrik tidak cukup hanya dengan membandingkan nominal pembelian.
Kapasitas baterai, jarak tempuh berdasarkan standar pengujian, kebutuhan pengisian daya di rumah, ketersediaan bengkel, dan nilai kendaraan saat dijual kembali juga perlu diperhitungkan.
Geely EX5 dan BYD Atto 3 sama-sama dirancang untuk penggunaan harian, mulai dari perjalanan menuju kantor, mengantar anak sekolah, berbelanja, hingga perjalanan ke luar kota.
Dengan karakter SUV dan posisi duduk yang relatif tinggi, keduanya memberikan visibilitas berkendara yang sesuai dengan kebutuhan keluarga modern.
Dari sisi performa, Geely EX5 memiliki motor listrik dengan tenaga maksimum 160 kW atau sekitar 218 PS dan torsi 320 Nm. Kombinasi tersebut membuat SUV listrik ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 6,9 detik.
Angka tersebut menunjukkan bahwa EX5 bukan sekadar kendaraan keluarga yang mengutamakan efisiensi, tetapi juga menawarkan respons akselerasi yang kuat ketika dibutuhkan.
BYD Atto 3 Advanced Plus menggunakan motor listrik dengan tenaga 150 kW atau sekitar 204 PS dan torsi maksimum 310 Nm. Berdasarkan spesifikasi yang diumumkan untuk varian tersebut, akselerasi 0–100 km/jam membutuhkan waktu sekitar 7,9 detik.
Meski di atas kertas lebih lambat daripada Geely EX5, kemampuan tersebut sudah memadai untuk penggunaan sehari-hari, termasuk ketika memasuki jalan tol atau melakukan perjalanan antarkota.
Perbedaan karakter akselerasi kedua mobil perlu dipahami secara proporsional. Mobil listrik mampu menghasilkan torsi secara cepat sejak motor mulai berputar,
sehingga respons pedal akselerator umumnya terasa spontan dibandingkan mobil bermesin bensin dengan kapasitas serupa. Pengemudi tidak perlu menunggu perpindahan gigi untuk mendapatkan dorongan tenaga.
Dalam penggunaan harian, keunggulan tenaga Geely EX5 berpotensi terasa ketika melakukan akselerasi untuk mendahului kendaraan lain atau memasuki jalan dengan arus lalu lintas cepat.
Namun, performa sebenarnya juga dipengaruhi oleh tingkat pengisian baterai, beban penumpang, kondisi jalan, suhu baterai, serta pengaturan mode berkendara.
BYD Atto 3 tetap menawarkan tenaga yang cukup besar untuk kebutuhan keluarga. Pengaturan tenaga yang halus dapat membantu pengemudi menjaga kenyamanan penumpang ketika melewati kemacetan.
Pada kedua mobil, pengendalian pedal akselerator membutuhkan sedikit penyesuaian bagi pengemudi yang sebelumnya terbiasa menggunakan mobil bensin, terutama ketika memanfaatkan respons torsi instan.
Dalam hal konsumsi energi, Geely EX5 dan BYD Atto 3 perlu dibandingkan menggunakan satuan kWh per 100 kilometer, bukan liter per kilometer seperti mobil konvensional.
Kedua kendaraan menggunakan baterai sebagai sumber energi utama sehingga tidak memiliki konsumsi bensin dalam penggunaan normal. Biaya perjalanan lebih dipengaruhi oleh efisiensi listrik, tarif pengisian daya, dan kondisi perjalanan.
Geely EX5 menggunakan baterai berkapasitas 60,22 kWh. Sementara itu, BYD Atto 3 Advanced Plus menggunakan baterai 49,92 kWh. Perbedaan kapasitas ini tidak otomatis berarti Geely lebih boros atau BYD lebih irit.
Kapasitas baterai yang lebih besar menyediakan cadangan energi lebih banyak, tetapi hasil akhirnya tetap ditentukan oleh seberapa efisien kendaraan mengubah energi baterai menjadi jarak tempuh.
Geely EX5 diklaim memiliki jarak tempuh hingga 495 kilometer berdasarkan standar NEDC pada spesifikasi yang dipasarkan di Indonesia. BYD Atto 3 Advanced Plus diklaim mampu menempuh hingga 410 kilometer dengan standar NEDC. Berdasarkan angka tersebut, Geely menawarkan jarak tempuh nominal lebih panjang untuk satu kali pengisian daya penuh.
Baca Juga: Isuzu D-Max 2015 atau Ford Ranger 2015, Siapa Juaranya? Adu Performa Nih
Konsumen perlu memahami bahwa angka NEDC merupakan hasil pengujian berdasarkan prosedur tertentu dan tidak selalu sama dengan jarak tempuh dalam kondisi nyata.
Kecepatan tinggi di jalan tol, penggunaan pendingin udara, kemacetan, tanjakan, tekanan ban, serta suhu lingkungan dapat memengaruhi konsumsi energi.
Karena itu, jarak tempuh aktual kedua mobil sebaiknya dinilai melalui pengujian dengan rute dan kondisi berkendara yang sebanding. Untuk masyarakat yang menggunakan mobil setiap hari di perkotaan, kedua model berpotensi memenuhi kebutuhan perjalanan tanpa harus mengisi daya setiap hari, bergantung pada jarak perjalanan dan kebiasaan pengisian.
Pengguna yang rutin menempuh perjalanan jauh perlu menyisakan cadangan baterai serta merencanakan lokasi pengisian, terutama apabila melewati jalur dengan fasilitas pengisian kendaraan listrik umum yang belum merata.
Biaya operasional mobil listrik bisa menjadi salah satu alasan konsumen beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin. Namun, penghematan yang diperoleh tidak dapat ditentukan hanya dari kapasitas baterai atau angka jarak tempuh.
Tarif listrik rumah, biaya layanan pengisian umum, efisiensi kendaraan, dan biaya pemasangan pengisi daya harus dihitung berdasarkan kebutuhan masing-masing pengguna.
Misalnya, apabila kendaraan mengonsumsi rata-rata 15 kWh untuk menempuh 100 kilometer, pengguna membutuhkan sekitar 150 kWh untuk perjalanan sejauh 1.000 kilometer. Perhitungan tersebut hanya ilustrasi, bukan hasil pengujian langsung Geely EX5 maupun BYD Atto 3. Konsumsi aktual harus merujuk pada data perjalanan kendaraan yang digunakan.
Pengisian daya menjadi faktor penting berikutnya. Geely EX5 mendukung pengisian cepat DC hingga 100 kW dan diklaim dapat mengisi baterai dari 30 persen menjadi 80 persen dalam sekitar 20 menit pada kondisi yang mendukung. Angka ini membuatnya menarik bagi pengguna yang membutuhkan pengisian singkat selama perjalanan.
BYD Atto 3 Advanced Plus memiliki baterai lebih kecil sehingga kebutuhan energi untuk mengisi ulang dapat lebih rendah ketika persentase awal dan akhirnya sama. Namun, lama pengisian tidak semata-mata ditentukan kapasitas baterai. Kemampuan penerimaan daya kendaraan, spesifikasi stasiun pengisian, suhu baterai, dan kurva pengisian juga berpengaruh.
Dalam penggunaan di rumah, kedua mobil dapat diisi menggunakan perangkat pengisian AC yang sesuai. Pengisian semalaman bisa menjadi pilihan praktis bagi pemilik yang mempunyai tempat parkir pribadi dan instalasi listrik memadai.
Baca Juga: Yaris Cross vs HR-V Adu Irit BBM dan Performa, Hasilnya Bikin Mikir Dua Kali
Sebelum membeli, konsumen perlu memeriksa kebutuhan daya rumah, biaya instalasi, kompatibilitas konektor, serta dukungan pemasangan dari masing-masing merek.
Bagi masyarakat yang tinggal di apartemen atau rumah tanpa tempat parkir pribadi, akses pengisian menjadi pertimbangan lebih besar daripada selisih kapasitas baterai.
Ketersediaan fasilitas pengisian di tempat tinggal, kantor, pusat perbelanjaan, dan sepanjang rute perjalanan perlu diperiksa terlebih dahulu. Mobil listrik akan terasa lebih praktis apabila rutinitas pengisian dapat disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari.
Dari segi dimensi, Geely EX5 mempunyai panjang sekitar 4.615 mm, lebar 1.901 mm, tinggi 1.670 mm, dan jarak sumbu roda 2.750 mm. Dimensi tersebut memberikan dasar yang menjanjikan untuk menghadirkan ruang kabin lega bagi lima penumpang.
Ukuran bodi yang relatif besar juga perlu diperhitungkan ketika mobil digunakan di gang sempit, area parkir terbatas, atau jalan perkotaan yang padat.
BYD Atto 3 memiliki panjang sekitar 4.455 mm, lebar 1.875 mm, tinggi sekitar 1.615 mm, dan jarak sumbu roda sekitar 2.720 mm, bergantung pada spesifikasi pasar dan varian. Secara ukuran, Atto 3 sedikit lebih ringkas daripada EX5. Karakter ini berpotensi memudahkan pengemudi ketika bermanuver di area parkir atau jalan yang tidak terlalu lebar.
Kedua mobil menyediakan lima tempat duduk. Artinya, keduanya dapat digunakan sebagai kendaraan keluarga untuk perjalanan harian, dengan ruang bagi pengemudi, penumpang depan, dan tiga penumpang belakang.
Meski demikian, kenyamanan saat seluruh kursi terisi perlu dinilai secara langsung, terutama untuk keluarga yang sering membawa penumpang dewasa di baris kedua.
Geely EX5 memiliki keunggulan dari jarak sumbu roda yang lebih panjang, yang dapat membantu penyediaan ruang kaki penumpang belakang.
Desain lantai kendaraan listrik juga memberikan peluang untuk mengoptimalkan ruang kabin karena tidak membutuhkan terowongan transmisi seperti pada sejumlah mobil bermesin konvensional.
Baca Juga: Nissan March 2011 dan Mitsubishi Mirage 2014, Harga dan Performa Bisa Diadu
BYD Atto 3 juga menawarkan tata ruang kabin yang praktis dengan beragam kompartemen penyimpanan. Bagasinya memiliki kapasitas sekitar 440 liter saat kursi belakang digunakan dan
dapat bertambah hingga sekitar 1.340 liter ketika kursi belakang dilipat, menurut spesifikasi yang dipublikasikan BYD. Kapasitas bagasi aktual bisa berbeda sesuai metode pengukuran dan konfigurasi kendaraan.
Kapasitas bagasi Geely EX5 sebaiknya diperiksa langsung melalui lembar spesifikasi varian yang akan dibeli. Selain melihat angka volume, konsumen perlu menilai bentuk ruang bagasi, ketinggian bibir pintu, kemudahan melipat kursi, dan ruang untuk barang berukuran besar.
Untuk keluarga yang sering membawa koper, kereta bayi, atau perlengkapan olahraga, bentuk bagasi sama pentingnya dengan angka liter yang tercantum di brosur.
Dari sisi kenyamanan, Geely EX5 menonjolkan fitur yang mendukung perjalanan santai. Pada varian Max, tersedia fitur kursi dengan ventilasi dan pijat, sistem hiburan Flyme Sound dengan 16 speaker, serta layar sentuh berukuran 15,4 inci.
Kelengkapan tersebut dapat memberikan pengalaman berkendara yang terasa lebih premium, terutama bagi pengguna yang menghabiskan banyak waktu di dalam mobil.
Fitur kenyamanan perlu diperiksa berdasarkan varian karena tidak seluruh perlengkapan tersedia pada setiap model. Kursi dengan ventilasi dapat membantu mengurangi rasa gerah, sedangkan fitur pijat menawarkan tambahan kenyamanan ketika melakukan perjalanan panjang.
Meski demikian, kualitas busa kursi, posisi duduk, penyangga punggung, dan ruang kepala tetap harus dinilai melalui test drive. BYD Atto 3 mengusung interior dengan desain yang berbeda dari SUV konvensional.
Beberapa elemen kabinnya memiliki bentuk unik, sementara layar infotainment berukuran 15,6 inci pada varian yang dilengkapi fitur tersebut menjadi pusat pengaturan hiburan dan informasi kendaraan. BYD juga menawarkan panoramic sunroof, pengisian daya ponsel nirkabel, dan sejumlah fitur praktis sesuai varian.
Layar besar memang memberi kesan modern, tetapi kemudahan penggunaan tetap menjadi faktor utama. Pengemudi perlu memastikan bahwa pengaturan AC, navigasi, dan fungsi penting lain mudah diakses tanpa terlalu mengalihkan perhatian dari jalan. Respons sistem, keterbacaan layar pada siang hari, serta kemudahan menghubungkan ponsel layak diperiksa saat mencoba kendaraan.
Dalam hal peredaman suara, mobil listrik memiliki keuntungan karena tidak menghasilkan suara mesin pembakaran. Namun, suara ban, angin, dan permukaan jalan masih dapat masuk ke kabin.
Tingkat kebisingan kedua mobil perlu dibandingkan langsung saat melewati aspal halus, jalan bergelombang, dan jalan tol. Hasilnya dapat berbeda bergantung pada ukuran roda, jenis ban, dan kondisi kendaraan.
Pengendalian atau handling menjadi aspek yang tidak kalah penting. Geely EX5 menggunakan platform khusus kendaraan listrik dengan baterai yang terintegrasi pada struktur bodi.
Penempatan baterai di bagian bawah kendaraan membantu menciptakan pusat gravitasi yang relatif rendah, sehingga berpotensi mendukung kestabilan ketika mobil menikung.
BYD Atto 3 juga memanfaatkan platform kendaraan listrik e-Platform 3.0 dan teknologi baterai Blade. Tata letak baterai di bagian bawah kendaraan membantu mendistribusikan massa secara relatif rendah.
Dalam penggunaan sehari-hari, kedua mobil berpotensi memberikan karakter berkendara yang stabil, tetapi hasilnya tetap dipengaruhi oleh penyetelan suspensi, kemudi, ban, serta distribusi bobot.
Pengemudi yang sering melewati jalan perkotaan dengan banyak tikungan dan putaran balik sebaiknya memperhatikan radius putar, visibilitas, serta bobot kemudi.
Sementara itu, pengguna yang lebih sering bepergian melalui jalan tol perlu menilai kestabilan pada kecepatan tinggi, respons saat berpindah jalur, dan kemampuan suspensi meredam gelombang jalan.
Kenyamanan suspensi tidak dapat disimpulkan hanya dari ukuran bodi atau harga kendaraan. Suspensi yang terlalu keras dapat membuat penumpang merasakan sambungan aspal, sedangkan setelan yang terlalu lembut berpotensi menimbulkan gerakan bodi lebih besar.
Oleh sebab itu, test drive di rute yang menyerupai perjalanan sehari-hari merupakan cara terbaik untuk mengetahui karakter Geely EX5 dan BYD Atto 3.
Baca Juga: Mazda CX-8 atau Hyundai Santa Fe? Performa, BBM dan Kenyamanan Ternyata Beda
Fitur keselamatan juga perlu menjadi pertimbangan utama. Geely EX5 menawarkan beragam fitur bantuan pengemudi, termasuk adaptive cruise control, lane keeping assist, pengereman darurat otomatis, dan pemantauan titik buta, dengan kelengkapan mengikuti varian.
Model ini juga mencatat hasil lima bintang dalam pengujian Euro NCAP untuk spesifikasi yang diuji lembaga tersebut. BYD Atto 3 menyediakan sejumlah fitur bantuan pengemudi, seperti adaptive cruise control, automatic emergency braking, lane departure warning, dan lane keeping assist, sesuai varian. Perlengkapan airbag juga dapat berbeda menurut model.
Konsumen sebaiknya meminta daftar fitur keselamatan aktif dan pasif untuk kendaraan yang benar-benar ditawarkan di Indonesia, bukan hanya mengandalkan informasi varian dari negara lain.
Fitur ADAS atau sistem bantuan pengemudi tidak membuat kendaraan dapat berjalan sendiri dalam segala situasi. Pengemudi tetap harus mengawasi jalan, memegang kendali, dan siap mengambil alih
ketika sistem tidak dapat membaca kondisi lalu lintas dengan tepat. Kamera serta sensor juga dapat terganggu oleh hujan lebat, kotoran, atau marka jalan yang tidak jelas.
Dari sisi perawatan, Geely EX5 dan BYD Atto 3 sama-sama tidak membutuhkan penggantian oli mesin, busi, atau perawatan rutin sistem pembakaran seperti mobil bensin.
Meski begitu, keduanya tetap memerlukan pemeriksaan ban, rem, cairan pendingin yang sesuai, sistem pendingin baterai, suspensi, filter kabin, dan perangkat elektronik berdasarkan jadwal pabrikan.
Biaya servis berkala mobil listrik dapat lebih sederhana pada sejumlah aspek, tetapi bukan berarti seluruh biaya kepemilikan pasti lebih murah.
Ban kendaraan listrik dapat mengalami keausan yang dipengaruhi bobot kendaraan dan gaya akselerasi. Kerusakan pada komponen elektronik, sistem pengisian, atau baterai di luar garansi juga berpotensi menimbulkan pengeluaran besar.
Karena itu, perbandingan biaya perawatan perlu mencakup paket servis, harga komponen yang umum diganti, durasi garansi, biaya tenaga kerja, dan jarak ke bengkel resmi.
Calon pembeli sebaiknya meminta rincian biaya servis berkala untuk beberapa tahun pertama serta memastikan komponen apa saja yang ditanggung garansi.
Ketersediaan suku cadang dan jaringan layanan resmi menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan secara realistis. BYD lebih dahulu membangun kehadiran di pasar kendaraan listrik Indonesia,
Baca Juga: Harga Mazda CX-30 Turun, Mazda CX-30 Ternyata Punya Performa dan Handling Menggoda
sedangkan Geely memperkuat kembali kehadirannya melalui produk baru dan pengembangan layanan. Namun, kondisi jaringan bengkel dan persediaan komponen dapat berbeda antarkota.
Bagi konsumen di Semarang, misalnya, keberadaan dealer resmi tidak cukup menjadi satu-satunya ukuran. Periksa apakah bengkel dapat menangani perbaikan sistem tegangan tinggi, apakah suku cadang rutin tersedia, berapa lama perkiraan waktu pemesanan komponen, serta bagaimana layanan bantuan ketika kendaraan mengalami gangguan di perjalanan.
Hal serupa berlaku untuk garansi baterai. Geely mencantumkan garansi baterai dan motor penggerak selama delapan tahun atau 150.000 kilometer pada informasi program tertentu, sedangkan penawaran khusus dapat memiliki ketentuan berbeda.
Ketentuan garansi BYD juga perlu diperiksa melalui dokumen resmi yang berlaku bagi varian dan tahun produksi yang akan dibeli. Jangan hanya membandingkan lamanya garansi tanpa membaca batas kilometer, pengecualian, dan persyaratan perawatan.
Harga pembelian menjadi pembeda yang cukup jelas. Geely EX5 ditawarkan dengan harga khusus 2026 sekitar Rp475 juta untuk Pro dan Rp515 juta untuk Max berdasarkan daftar harga resmi yang tersedia.
BYD Atto 3 Advanced Plus diperkenalkan pada Rp415 juta. Dengan demikian, selisih harga awal antara EX5 Pro dan Atto 3 Advanced Plus sekitar Rp60 juta, sedangkan selisih dengan EX5 Max sekitar Rp100 juta.
Perhitungan tersebut merupakan perbandingan harga acuan, bukan jaminan harga transaksi di seluruh wilayah. Harga OTR dapat berubah akibat promosi, kebijakan pajak, biaya administrasi, dan program pembiayaan.
Konsumen perlu meminta penawaran tertulis dari dealer, termasuk harga setelah diskon, biaya pemasangan pengisi daya rumah, asuransi, serta biaya tambahan lain.
Baca Juga: Datsun Bekas Mulai Rp40 Jutaan, Begini Performa, Konsumsi BBMnya
BYD Atto 3 Advanced Plus berpotensi menarik bagi pembeli yang ingin memiliki SUV listrik dengan harga pembelian lebih rendah. Sementara itu, Geely EX5 dapat dipertimbangkan oleh konsumen yang bersedia membayar lebih untuk kapasitas baterai lebih besar, jarak tempuh nominal lebih panjang, serta fitur kenyamanan tertentu yang tersedia pada varian pilihan.
Keduanya tetap memiliki kekurangan. Harga Geely EX5 lebih tinggi sehingga calon pembeli harus memastikan bahwa tambahan fitur dan jarak tempuh memang sesuai dengan kebutuhan.
Dimensi bodinya juga relatif besar, yang dapat menjadi tantangan ketika parkir di rumah dengan ruang terbatas. Selain itu, calon pemilik perlu memperhatikan cakupan jaringan layanan resmi di wilayah tempat tinggalnya.
Kekurangan BYD Atto 3 antara lain jarak tempuh nominal varian Advanced Plus yang lebih pendek dibandingkan klaim jarak tempuh Geely EX5. Konsumen yang rutin menempuh perjalanan jauh mungkin perlu lebih cermat menyusun rencana pengisian daya. Selain itu, perbedaan kelengkapan fitur antartipe dapat membuat pembeli perlu memeriksa spesifikasi secara teliti sebelum menentukan pilihan.
Baca Juga: Dulu Sedan Mewah, Kini Mazda6 2011 Bisa Dibawa Pulang, Simak Performa dan Kenyamanannya
Keunggulan Geely EX5 terletak pada kombinasi tenaga 160 kW, torsi 320 Nm, baterai 60,22 kWh, jarak tempuh nominal hingga 495 kilometer berdasarkan NEDC, dan fitur kenyamanan yang menonjol pada varian tertentu. Paket tersebut cocok bagi keluarga yang menginginkan SUV listrik dengan kabin lega dan kemampuan perjalanan yang fleksibel.
Keunggulan BYD Atto 3 mencakup pilihan harga yang lebih rendah pada varian Advanced Plus, baterai Blade, tenaga 150 kW, torsi 310 Nm, serta bagasi yang praktis. Model ini layak dipertimbangkan oleh pengguna yang mengutamakan keseimbangan antara performa, fitur, dan anggaran pembelian.
Pada akhirnya, pilihan Geely EX5 vs BYD Atto 3 bergantung pada prioritas pemilik. Geely EX5 lebih menarik bagi konsumen yang mengutamakan tenaga, kapasitas baterai, jarak tempuh nominal, dan kenyamanan kabin. BYD Atto 3 lebih relevan bagi pembeli yang menginginkan SUV listrik modern dengan harga awal lebih terjangkau dan fitur yang memadai untuk mobilitas harian.
Sebelum memutuskan pembelian, lakukan test drive kedua model, bandingkan biaya kepemilikan selama lima tahun, periksa fasilitas pengisian daya, dan pastikan jaringan servis resmi mudah dijangkau.
Dengan mempertimbangkan kebutuhan keluarga, jarak perjalanan, dan kemampuan anggaran, konsumen dapat memilih mobil listrik yang tidak hanya menarik saat dibeli, tetapi juga praktis digunakan dalam jangka panjang.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi