RADARSEMARANG.ID – Toyota Fortuner vs Isuzu MU-X menjadi salah satu perbandingan menarik bagi masyarakat yang sedang mencari SUV 7 penumpang dengan karakter tangguh, mesin diesel, kabin luas dan kemampuan melibas berbagai kondisi jalan.
Keduanya sama-sama menggunakan konstruksi SUV ladder frame yang dikenal kokoh, tetapi karakter Toyota Fortuner dan Isuzu MU-X ternyata cukup berbeda ketika digunakan untuk kebutuhan harian, perjalanan luar kota hingga medan yang lebih berat.
Toyota Fortuner masih menjadi salah satu nama besar di kelas SUV premium di Indonesia. Pada 2026, Toyota menyediakan Fortuner dengan beberapa pilihan mesin, termasuk diesel 2.4 liter dan 2.8 liter serta mesin bensin 2.7 liter. Untuk varian 2.8, mesin 1GD-FTV berkapasitas 2.755 cc mampu menghasilkan tenaga 203,9 PS dan torsi 500 Nm. Sementara mesin 2.4 liter 2GD-FTV menghasilkan tenaga 149,6 PS dan torsi 400 Nm.
Di sisi lain, Isuzu MU-X terbaru yang dipasarkan di Indonesia mengandalkan mesin diesel 1.9 liter turbo dengan tenaga 150 PS dan torsi 350 Nm.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis enam percepatan. Isuzu juga membekali MU-X dengan sistem penggerak 4WD, Rough Terrain Mode, Rear Differential Lock dan Shift on the Fly untuk mendukung penggunaan di medan berat.
Dari sisi tenaga mesin, Toyota Fortuner 2.8 jelas memiliki output lebih besar. Torsi 500 Nm membuat Fortuner 2.8 mempunyai cadangan tenaga yang kuat ketika digunakan untuk menyalip, membawa penumpang penuh atau melintasi tanjakan. Karakter tersebut juga terasa pada akselerasi, terutama ketika pengemudi membutuhkan respons cepat pada kecepatan menengah.
Toyota sendiri mencatat perbedaan performa cukup besar antara mesin 2.8 1GD-FTV dan mesin 2.4 2GD-FTV. Dalam pengujian yang dipublikasikan Toyota, akselerasi 0-100 km/jam mesin 1GD tercatat 11,9 detik, sedangkan mesin 2GD sekitar 14 detik.
Angka tersebut tentu bukan gambaran mutlak penggunaan sehari-hari karena kondisi kendaraan, muatan, jalan dan gaya mengemudi bisa memengaruhi hasil.
Isuzu MU-X memiliki pendekatan berbeda. Kapasitas mesin 1.898 cc memang lebih kecil dibandingkan Fortuner 2.8, tetapi tenaga 150 PS dan torsi 350 Nm cukup untuk kebutuhan keluarga maupun perjalanan jarak jauh.
Mesin diesel turbo tersebut menghasilkan torsi pada putaran rendah hingga menengah sehingga mobil tetap terasa bertenaga ketika menghadapi jalan menanjak atau membawa banyak penumpang.
Kelebihan MU-X semakin terasa ketika mobil digunakan pada medan yang membutuhkan kemampuan penggerak empat roda. Sistem 4WD, Rough Terrain Mode dan Rear Differential Lock memberikan
tambahan kemampuan ketika permukaan jalan licin, berlumpur atau tidak rata. Isuzu juga mencantumkan kemampuan water wading hingga 80 cm pada model MU-X 4x4 yang dipasarkan sebelumnya.
Untuk konsumsi bahan bakar, kedua mobil sama-sama tidak bisa dinilai hanya berdasarkan kapasitas mesin. Kondisi jalan, kecepatan, tekanan ban, beban kendaraan, penggunaan AC dan gaya mengemudi sangat menentukan konsumsi solar.
Toyota Fortuner 2.8 pernah diuji dalam kondisi penggunaan nyata dan mencatat rata-rata sekitar 11,2 km per liter untuk rute dalam kota. Pada rute luar kota dengan kombinasi jalan tol dan jalan umum, angka yang diperoleh sekitar 12,6 km per liter pada kecepatan 90-100 km/jam.
Hasil tersebut berasal dari pengujian media dan bukan angka resmi konsumsi bahan bakar yang dijamin untuk seluruh pengguna.
Isuzu MU-X 1.9 juga mempunyai catatan konsumsi yang cukup menarik. Dalam pengujian detikOto, MU-X memperoleh sekitar 10,2 km per liter pada rute dalam kota dengan kecepatan rata-rata 20 km/jam dan 12,4 km per liter pada rute tol dengan kecepatan rata-rata 90 km/jam.
Pengujian tersebut menggunakan ban mud terrain yang lebih berat dari ban standar sehingga hasil konsumsi dapat berbeda dengan penggunaan kendaraan standar.
Ada pula pengujian lain terhadap MU-X generasi terbaru yang mencatat angka 15,5 km per liter pada rute dalam kota dengan kecepatan rata-rata 22 km/jam.
Perbedaan hasil antar-pengujian menunjukkan bahwa konsumsi BBM tidak bisa dijadikan angka tunggal. Karena itu, calon pembeli sebaiknya menggunakan kisaran hasil tes sebagai referensi, bukan sebagai jaminan konsumsi harian.
Dari kapasitas penumpang, Toyota Fortuner dan Isuzu MU-X sama-sama menawarkan konfigurasi 7 penumpang. Konsep ini membuat keduanya cocok untuk keluarga yang membutuhkan satu kendaraan untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan keluar kota.
Fortuner memiliki panjang 4.795 mm, lebar 1.855 mm, tinggi 1.835 mm dan wheelbase 2.745 mm. Dimensi tersebut memberikan proporsi SUV besar tetapi masih cukup masuk akal digunakan di perkotaan.
Isuzu MU-X memiliki dimensi yang sedikit berbeda. Data Isuzu mencantumkan panjang sekitar 4.850 mm, lebar 1.870 mm, tinggi 1.815 mm dan wheelbase 2.855 mm pada model MU-X 4x4. Wheelbase yang lebih panjang mendukung ruang kabin yang lega, terutama bagi penumpang di baris kedua.
Baca Juga: Sama-Sama Tahun 2022, Innova Reborn atau Fortuner, Mesin 2GD vs 1GD, Siapa Jawaranya?
Dalam penggunaan keluarga, ruang kabin menjadi salah satu pertimbangan penting. Baris pertama dan kedua pada kedua SUV tersebut relatif cocok untuk perjalanan jauh.
Baris ketiga tetap lebih ideal digunakan anak-anak atau orang dewasa untuk perjalanan dengan durasi yang tidak terlalu panjang, karena karakter SUV ladder frame tetap membuat ruang di baris paling belakang tidak seluas MPV.
Untuk membawa barang, konfigurasi kursi juga perlu diperhatikan. Ketika seluruh kursi digunakan, ruang bagasi otomatis lebih terbatas.
Namun ketika baris ketiga dilipat, kapasitas membawa barang menjadi jauh lebih fleksibel. Hal ini penting bagi keluarga yang sering melakukan perjalanan luar kota dengan membawa koper, tas dan perlengkapan lainnya.
Berbicara handling, Toyota Fortuner memiliki karakter SUV yang cukup kokoh. Ukuran bodi yang besar membuat pengemudi membutuhkan adaptasi ketika bermanuver di jalan sempit atau area parkir. Radius dan dimensi bodinya juga membuat Fortuner tidak selincah SUV kompak.
Namun ketika melaju di jalan tol, karakter tersebut justru dapat memberikan rasa mantap. Pada Fortuner 2.8 GR Sport, Toyota memberikan penyetelan suspensi khusus GR dan beberapa perangkat yang ditujukan untuk meningkatkan pengendalian.
Toyota menyebut aplikasi monotube suspension tuned by GR membantu pengendalian dan kenyamanan ketika mobil digunakan di jalan raya maupun medan yang lebih menantang.
Isuzu MU-X juga memiliki karakter handling yang berorientasi pada kestabilan. Pada generasi terbaru, Isuzu melakukan pembaruan pada chassis dan suspensi serta menghadirkan fitur keselamatan seperti Electronic Stability Control, Traction Control, Hill Start Assist dan Hill Descent Control.
Baca Juga: Ford Everest 2015 atau Fortuner 2015, Mana yang Lebih Layak Dibeli?
Untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan, Fortuner lebih mudah ditemui dan memiliki ekosistem layanan yang sangat besar. Toyota menyatakan jaringan aftersales-nya mencakup 297 bengkel perawatan dan perbaikan serta 81 bengkel body and paint yang tersebar di Indonesia.
Ketersediaan suku cadang menjadi salah satu hal penting ketika membeli SUV yang akan digunakan bertahun-tahun. Toyota menyediakan Toyota Genuine Parts serta alternatif T-OPT untuk sejumlah kebutuhan perawatan. Toyota juga menyediakan program aftersales seperti T-CARE yang memberikan paket servis sesuai ketentuan program.
Isuzu juga memiliki jaringan dealer, bengkel dan partshop yang tersebar di berbagai daerah. Situs resmi Isuzu menyediakan pencarian dealer dan partshop, sementara beberapa layanan Isuzu juga menawarkan dukungan servis serta spare part.
Untuk masyarakat yang tinggal di kota besar, akses terhadap suku cadang kedua merek relatif mudah. Namun ketika kendaraan digunakan di daerah yang jauh dari pusat kota, jaringan bengkel resmi perlu menjadi pertimbangan tersendiri.
Toyota mempunyai keunggulan dari sisi luasnya ekosistem jaringan, sementara Isuzu memiliki pengalaman panjang dalam kendaraan diesel dan jaringan layanan yang juga mendukung kendaraan operasional.
Dari sisi kenyamanan, Fortuner menawarkan kabin dengan karakter lebih premium, terutama pada varian tinggi. Fitur seperti Rear Seat Entertainment, konektivitas T Intouch, sistem audio layar besar serta berbagai perangkat keselamatan tersedia pada tipe tertentu. Toyota juga menawarkan Toyota Safety Sense pada sejumlah varian Fortuner.
MU-X terbaru juga mengalami peningkatan pada bagian interior. Isuzu menghadirkan Apple CarPlay dan Android Auto serta berbagai fitur keselamatan aktif.
Suspensi belakang 5-link coil spring pada model MU-X yang dipasarkan sebelumnya juga dirancang untuk memberikan kenyamanan ketika kendaraan melintasi permukaan jalan yang tidak rata.
Baca Juga: Bukan Cuma Fortuner dan Pajero Sport, Ini 8 Mobil Diesel yang Masih Jadi Pilihan Masyarakat
Untuk penggunaan keluarga, karakter kenyamanan keduanya cukup berbeda. Fortuner memberikan kesan SUV premium dengan pilihan fitur yang lebih banyak pada varian tertentu. MU-X lebih menonjolkan kombinasi kenyamanan, ketangguhan dan kemampuan penggerak 4WD.
Bagian harga juga menjadi pertimbangan utama. Berdasarkan laman resmi Toyota, harga New Fortuner per 1 Juli 2026 untuk wilayah DKI Jakarta, Bekasi dan Banten dimulai sekitar Rp584,5 juta pada tipe tertentu. Varian 2.4 G 4x2 A/T tercantum Rp602,6 juta, sedangkan Fortuner 2.8 GR Sport tercantum mulai Rp789,6 juta. Harga dapat berubah dan beberapa tipe berstatus spot order.
Untuk Isuzu MU-X, sejumlah sumber otomotif pada 2026 mencatat harga sekitar Rp651,6 juta untuk MU-X 4x4 AT, sedangkan saat peluncuran New MU-X 4WD di GIIAS 2025, Isuzu menyebut harga OTR Jakarta Rp658 juta. Perbedaan angka pada berbagai daftar harga dapat terjadi karena pembaruan harga, wilayah dan kebijakan dealer.
Jika melihat harga awal, Fortuner menawarkan rentang pilihan yang lebih luas karena tersedia beberapa mesin dan varian. Konsumen dapat memilih tipe dengan harga lebih rendah atau langsung menuju varian 2.8 dengan fitur lebih lengkap. MU-X di Indonesia lebih sederhana karena model 4x4 menjadi fokus utama pada generasi terbaru.
Kekurangan Toyota Fortuner terutama berada pada ukuran bodi yang besar, bobot kendaraan dan biaya kepemilikan yang dapat meningkat pada varian bermesin besar. Varian 2.8 juga memiliki harga cukup tinggi. Pajak tahunan Fortuner 2.8 yang terdaftar di Jakarta bahkan dapat mencapai lebih dari Rp10 juta, tergantung varian dan status kepemilikan.
Kekurangan lainnya adalah konsumsi BBM yang sangat bergantung pada cara penggunaan. Mesin diesel 2.8 menawarkan tenaga besar, tetapi pengemudi yang sering melakukan akselerasi agresif tentu akan mendapatkan konsumsi yang berbeda dibandingkan pengemudi dengan gaya berkendara santai.
Isuzu MU-X mempunyai kekurangan dari sisi pilihan produk di Indonesia yang lebih terbatas. Mesin 1.9 liter memang efisien dan cukup bertenaga, tetapi output 150 PS dan 350 Nm berada di bawah Fortuner 2.8.
Bagi pengguna yang sering membawa muatan penuh dan menginginkan akselerasi kuat, perbedaan tersebut akan lebih mudah terasa.
Harga jual kembali dan kemudahan menemukan pembeli juga menjadi pertimbangan masyarakat sebelum membeli mobil. Faktor tersebut dipengaruhi oleh kondisi kendaraan, tahun produksi, kilometer, riwayat servis, wilayah dan kondisi pasar mobil bekas. Karena itu, nilai kendaraan bekas sebaiknya tidak hanya dilihat dari mereknya, tetapi juga kondisi unit dan riwayat perawatan.
Baca Juga: Harga Mirip Tapi Pengalamannya Beda, Santa Fe 2024 atau Fortuner 2024?
Secara keseluruhan, Toyota Fortuner dan Isuzu MU-X menawarkan pendekatan berbeda dalam kelas SUV 7 penumpang. Fortuner mempunyai pilihan mesin lebih beragam, performa mesin 2.8 yang sangat kuat, jaringan aftersales luas dan pilihan fitur yang banyak.
MU-X menawarkan mesin diesel 1.9 yang lebih kecil, kemampuan 4WD, perangkat pendukung off-road dan karakter yang kuat untuk penggunaan di berbagai medan.
Bagi masyarakat yang lebih sering menggunakan mobil untuk perjalanan keluarga, aktivitas perkotaan, jalan tol dan perjalanan luar kota, aspek kenyamanan, jaringan bengkel, harga dan kebutuhan tenaga perlu dihitung secara bersamaan.
Sementara bagi pengguna yang membutuhkan kemampuan 4WD lebih serius, fitur penggerak dan kemampuan medan menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Toyota Fortuner vs Isuzu MU-X pada akhirnya bukan sekadar pertarungan angka tenaga atau harga. Keduanya sama-sama menawarkan kabin 7 penumpang, mesin diesel, konstruksi SUV tangguh dan kemampuan perjalanan jarak jauh.
Perbedaan utama terletak pada karakter mesin, sistem penggerak, pilihan varian, fitur, jaringan layanan dan kebutuhan penggunaan.
Dengan mempertimbangkan performa, konsumsi BBM, kapasitas, handling, kenyamanan, harga, suku cadang, keunggulan dan kekurangan tersebut, calon pengguna dapat menyesuaikan SUV dengan kebutuhan keluarga serta pola perjalanan sehari-hari.
Data harga dan spesifikasi juga sebaiknya dikonfirmasi kembali ke dealer resmi karena harga OTR, stok, promo dan ketersediaan varian dapat berubah sewaktu-waktu.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi