Jarang Disadari, 5 Motor Ini Ternyata Irit BBM untuk Dipakai Keliling Kota

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 14:36 WIB
5 Motor Irit BBM yang Cocok untuk Jalanan Semarang, Ada yang Tembus 74,5 Km/L
5 Motor Irit BBM yang Cocok untuk Jalanan Semarang, Ada yang Tembus 74,5 Km/L
 

RADARSEMARANG.ID – Mencari motor irit BBM untuk digunakan sehari-hari di Kota Semarang menjadi pertimbangan penting bagi banyak pengendara. Mobilitas dari kawasan Tembalang, Banyumanik, Pedurungan, Semarang Barat hingga pusat kota membuat motor harus mampu menghadapi berbagai karakter jalan, mulai dari kawasan padat, jalan menanjak, hingga rute perkotaan yang sering mengalami kondisi stop and go.

Motor matic masih menjadi pilihan populer karena praktis digunakan untuk bekerja, kuliah, mengantar keluarga, berbelanja maupun sekadar bepergian di dalam kota. Selain harga dan fitur, konsumsi bahan bakar menjadi salah satu faktor yang menentukan biaya operasional kendaraan dalam jangka panjang.

Memasuki 2026, pilihan motor matic irit BBM di Indonesia juga semakin beragam. Sejumlah model menawarkan mesin berkapasitas kecil hingga 125 cc dengan teknologi injeksi dan fitur yang dirancang untuk membantu efisiensi bahan bakar.

Berikut lima motor yang bisa masuk pertimbangan masyarakat yang membutuhkan kendaraan irit BBM untuk aktivitas harian di Semarang.

Honda BeAT masih menjadi salah satu nama yang sulit dilepaskan ketika membicarakan motor matic irit BBM. Motor dengan mesin 110 cc ini memiliki karakter ringan dan dimensinya relatif kompak sehingga mudah digunakan untuk bermanuver di jalan perkotaan.

Berdasarkan data yang dikutip situs resmi, All New Honda BeAT dengan Idling Stop System aktif memiliki angka konsumsi bahan bakar mencapai 60,6 kilometer per liter berdasarkan pengujian ECE R40. Angka tersebut merupakan hasil pengujian, sehingga pemakaian sehari-hari dapat menghasilkan angka berbeda.

Karakter BeAT yang ringan membuatnya menarik untuk pengendara yang lebih sering beraktivitas di dalam kota. Ketika menghadapi kemacetan, ukuran motor yang kompak juga memudahkan pengendara menyesuaikan posisi dengan kondisi lalu lintas.

Untuk jalanan Semarang, BeAT bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan. Motor ini dapat digunakan untuk perjalanan dari kawasan permukiman menuju pusat kota tanpa membutuhkan mesin berkapasitas besar.

Baca Juga: Sama-Sama Diesel, Panther Grand Touring atau Innova yang Lebih Layak Dibeli?

Pilihan berikutnya adalah Honda Genio. Skutik ini juga dikenal mempunyai karakter ringan dan konsumsi bahan bakar yang relatif efisien. Data yang dirangkum dari sejumlah pengujian menyebut Honda Genio mencapai 59,1 kilometer per liter berdasarkan metode WMTC dan ECE R40, sedangkan pengujian penggunaan harian berada di sekitar 51,8 kilometer per liter.

Dengan karakter tersebut, Honda Genio menarik untuk pengguna yang menginginkan motor harian dengan desain modern tetapi tetap memperhatikan pengeluaran BBM.

Genio juga dapat dipertimbangkan untuk perjalanan perkotaan yang membutuhkan motor mudah dikendalikan. Pengguna yang setiap hari melewati kawasan dengan lalu lintas padat tentu akan lebih terbantu dengan motor yang tidak terlalu besar dan mudah diajak bermanuver.

Motor ketiga yang layak masuk daftar adalah Yamaha GEAR ULTIMA. Berbeda dengan skutik berkapasitas kecil yang lebih menonjolkan dimensi ringkas, GEAR ULTIMA membawa mesin 125 cc Blue Core Hybrid dan menawarkan karakter yang lebih multifungsi.

Menariknya, Semarang justru menjadi salah satu lokasi pengujian konsumsi bahan bakar GEAR ULTIMA. Yamaha menyebut hasil terbaik dalam mencapai 74,5 kilometer per liter. Dalam rute sekitar Semarang menuju kawasan Ungaran, konsumsi rata-ratanya tercatat 64,5 kilometer per liter menggunakan metode full to full.

Data tersebut cukup menarik karena pengujiannya tidak hanya dilakukan pada jalan perkotaan. Rute yang ditempuh juga menuju kawasan dengan kontur lebih tinggi sehingga memberikan gambaran bahwa motor ini dirancang untuk menghadapi kebutuhan mobilitas yang cukup beragam.

GEAR ULTIMA juga mempunyai mesin 125 cc dengan teknologi Blue Core Hybrid. Yamaha menyebut motor tersebut mempunyai kapasitas tangki 5,1 liter dan bagasi 18,6 liter. Fitur tersebut membuatnya menarik bagi pengguna yang membutuhkan motor untuk bekerja sekaligus membawa barang.

Untuk karakter Semarang yang memiliki kombinasi jalan datar dan kawasan berbukit, kapasitas mesin 125 cc dapat menjadi pertimbangan tersendiri. Pengguna yang cukup sering melintasi rute menuju kawasan atas Semarang atau perjalanan keluar kota bisa mempertimbangkan motor dengan karakter tersebut.

Motor keempat adalah Yamaha Mio M3. Skutik 125 cc ini sudah lama dikenal sebagai salah satu pilihan motor harian dengan karakter sederhana, ringan dan fokus pada efisiensi.

Baca Juga: Banyak yang Keliru! Ternyata Toyota Kijang Diesel Pertama Bukan Innova, Melainkan Mobil Ini

Yamaha menyebut Mio M3 dapat mencatat konsumsi bahan bakar hingga 50 kilometer per liter dalam kondisi ideal. Motor ini menggunakan teknologi Blue Core dan memiliki indikator Eco Riding yang membantu pengendara mengetahui pola berkendara yang lebih efisien.

Bagi masyarakat yang mencari motor untuk aktivitas rutin seperti berangkat kerja, kuliah, mengantar anak atau berbelanja, karakter tersebut bisa menjadi pertimbangan.

Keuntungan motor dengan dimensi yang relatif praktis juga terasa ketika digunakan di kawasan perkotaan. Pengendara tidak selalu membutuhkan motor berkapasitas mesin besar untuk perjalanan dalam kota, terutama jika rute harian lebih banyak berada di jalan perkotaan dengan kecepatan sedang.

Pilihan kelima adalah Yamaha Fazzio Hybrid. Motor ini bisa menjadi alternatif bagi pengguna yang tidak hanya mengejar konsumsi BBM, tetapi juga menginginkan desain yang berbeda.

Berdasarkan data yang diberitakan Medcom pada Agustus 2026, Yamaha Fazzio Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar 68,9 kilometer per liter dalam pengujian yang dirujuk media tersebut. Medcom juga menekankan bahwa angka konsumsi BBM dapat berubah tergantung kondisi jalan, beban dan gaya berkendara.

Karakter Fazzio yang menggunakan teknologi hybrid membuatnya menarik untuk mobilitas perkotaan. Motor ini dapat menjadi opsi bagi pengguna yang banyak melakukan perjalanan di tengah lalu lintas padat dan membutuhkan kendaraan yang tetap praktis.

Jika dilihat dari kebutuhan jalanan Semarang, memilih motor irit BBM tidak cukup hanya dengan melihat angka kilometer per liter. Kondisi jalan juga perlu menjadi pertimbangan.

Pengguna yang lebih banyak berkendara di kawasan pusat kota mungkin akan mengutamakan motor ringan dan lincah. Sementara pengendara yang sering menuju kawasan Semarang bagian atas dapat mempertimbangkan motor 125 cc dengan karakter mesin yang lebih kuat.

Kondisi lalu lintas juga mempunyai pengaruh besar terhadap konsumsi BBM. Motor yang digunakan dengan pola berhenti dan berjalan berulang kali tentu dapat menghasilkan konsumsi berbeda dibandingkan perjalanan dengan kecepatan stabil.

Karena itu, angka konsumsi BBM yang tercantum dalam hasil pengujian sebaiknya tidak dianggap sebagai angka pasti untuk semua pengendara. Kondisi kendaraan, tekanan ban, beban pengendara, kondisi mesin, kualitas bahan bakar, rute perjalanan, penggunaan aksesori hingga gaya membuka gas dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar.

Cara berkendara juga menjadi faktor penting. Pengendara yang sering melakukan akselerasi dan pengereman secara agresif biasanya akan membutuhkan bahan bakar lebih banyak dibandingkan pengendara yang menjaga kecepatan secara lebih stabil.

Perawatan motor tidak kalah penting. Filter udara, oli mesin, busi, sistem injeksi dan tekanan ban perlu diperhatikan agar motor tetap bekerja secara optimal. Ban dengan tekanan yang tidak sesuai juga dapat meningkatkan hambatan ketika motor berjalan sehingga berpotensi memengaruhi efisiensi.

Bagi masyarakat Semarang yang setiap hari menggunakan motor untuk bekerja atau kuliah, perbedaan konsumsi BBM beberapa kilometer per liter sekalipun dapat terasa jika kendaraan digunakan dalam jarak yang cukup jauh dan rutin.

Sebagai contoh sederhana, pengendara yang menempuh perjalanan puluhan kilometer setiap hari akan lebih merasakan manfaat motor hemat bahan bakar dibandingkan pengguna yang hanya memakai motor sesekali. Karena itu, konsumsi BBM sebaiknya dilihat bersama kebutuhan dan jarak tempuh harian.

Dari lima pilihan tersebut, Honda BeAT dan Honda Genio menarik bagi pengguna yang mengutamakan motor ringan dan praktis. Yamaha GEAR ULTIMA dapat diperhatikan oleh pengguna yang membutuhkan kapasitas mesin 125 cc sekaligus fitur praktis dan ruang penyimpanan lebih besar.

Baca Juga: Mitsubishi Kuda Diesel Lawan Innova 2KD, Mana yang Lebih Bandel dan Layak Diburu?

Yamaha Mio M3 menjadi alternatif untuk pengguna yang mencari skutik 125 cc dengan karakter sederhana, sedangkan Yamaha Fazzio Hybrid menawarkan pilihan dengan desain yang lebih bergaya sekaligus tetap mengutamakan efisiensi.

Untuk masyarakat yang sedang mencari motor irit BBM di Semarang, tidak ada satu pilihan yang otomatis cocok untuk seluruh pengguna. Kebutuhan perjalanan, jarak tempuh, kondisi jalan yang sering dilalui, jumlah barang bawaan dan gaya berkendara justru menjadi faktor yang perlu diperhatikan sebelum membeli.

Dengan semakin banyaknya pilihan skutik hemat bahan bakar pada 2026, konsumen memiliki lebih banyak alternatif untuk menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari. Yang terpenting, jangan hanya melihat klaim konsumsi BBM, tetapi perhatikan juga kenyamanan, posisi berkendara, kapasitas bagasi, jaringan servis, ketersediaan suku cadang serta biaya perawatan.

Bagi pengguna di Semarang yang sehari-hari menghadapi jalan padat sekaligus sesekali melintasi kawasan menanjak, kombinasi antara efisiensi BBM, bobot motor, kapasitas mesin dan kenyamanan akan menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting.

Dengan demikian, lima motor tersebut bisa menjadi referensi awal bagi masyarakat yang sedang berburu motor matic irit BBM untuk aktivitas harian di Kota Semarang dan sekitarnya.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
motor irit BBM Semarang motor matic irit BBM motor matic irit BBM 2026 motor paling irit BBM motor hemat bensin