RADARSEMARANG.ID – BYD Atto 1 vs Honda Brio menjadi salah satu perbandingan menarik di pasar mobil perkotaan Indonesia. Keduanya sama-sama memiliki dimensi yang relatif ringkas dan cocok digunakan untuk aktivitas harian, tetapi menawarkan pendekatan yang berbeda.
BYD Atto 1 hadir sebagai city car listrik, sementara Honda Brio mengandalkan mesin bensin 1.2 liter. Perbedaan sumber tenaga tersebut membuat karakter kedua mobil cukup berbeda, mulai dari performa, biaya energi, kenyamanan, perawatan, hingga kebutuhan konsumen dalam penggunaan sehari-hari.
Bagi masyarakat yang sedang mencari mobil baru untuk bekerja, mengantar keluarga, bepergian di dalam kota atau digunakan sebagai kendaraan harian, perbandingan BYD Atto 1 vs Honda Brio dapat menjadi referensi sebelum menentukan pilihan.
Dari sisi harga, BYD Atto 1 mengalami penyesuaian setelah pertama kali diperkenalkan di Indonesia. BYD meluncurkan Atto 1 pada 2025 dengan harga mulai Rp195 juta untuk varian Dynamic dan Rp235 juta untuk Premium.
Pada perkembangan berikutnya di 2026, tersedia varian Standard dengan harga Rp199 juta, sementara Dynamic berada di sekitar Rp210 juta dan Premium Rp245 juta. Harga tersebut merupakan gambaran harga yang diberitakan pada 2026 dan dapat berbeda berdasarkan kebijakan penjualan serta wilayah.
Honda Brio memiliki rentang harga yang cukup luas karena tersedia dalam beberapa varian. Berdasarkan laman resmi Honda Indonesia, Brio Satya S M/T tercantum Rp170,4 juta, Satya S CVT Rp184,5 juta, Satya E M/T Rp185,5 juta, dan Satya E CVT Rp206,7 juta.
Sementara Brio RS M/T tercantum Rp253,1 juta dan RS CVT Rp264,1 juta. Harga yang ditampilkan Honda merupakan harga OTR Jakarta dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Dengan rentang tersebut, Honda Brio Satya masih menawarkan titik masuk harga yang lebih rendah dibandingkan BYD Atto 1. Namun, perbandingan harga tidak cukup hanya melihat nominal pembelian karena Atto 1 merupakan mobil listrik, sedangkan Brio menggunakan mesin pembakaran internal.
Baca Juga: Harga Bekas Mulai Rp80 Jutaan, Ini Dia Toyota Rush 2015 vs Ford EcoSport 2015
Dari sisi performa, BYD Atto 1 menggunakan motor listrik yang menghasilkan tenaga sekitar 75 PS dengan torsi maksimum 135 Nm. Karakter motor listrik membuat torsi tersedia secara cepat ketika pedal akselerator diinjak. Laporan mengenai versi 2026 menyebut seluruh varian menggunakan motor depan dengan output tersebut dan kecepatan maksimum sekitar 130 km per jam.
BYD sendiri mencantumkan torsi maksimum 135 Nm pada spesifikasi Atto 1. Varian Premium menggunakan baterai 38,88 kWh dengan jarak tempuh hingga 380 kilometer berdasarkan metode NEDC.
Honda Brio menggunakan mesin 1.2 liter i-VTEC empat silinder dengan tenaga 90 PS. Pilihan transmisinya terdiri dari manual lima percepatan dan CVT pada beberapa varian.
Dalam penggunaan perkotaan, Atto 1 memiliki karakter akselerasi yang terasa responsif karena motor listrik memberikan torsi sejak awal. Brio memiliki karakter berbeda dengan respons mesin bensin yang meningkat mengikuti putaran mesin.
Untuk kebutuhan perjalanan dalam kota, kedua mobil sebenarnya mempunyai karakter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Atto 1 menawarkan sensasi berkendara mobil listrik yang lebih sederhana, sedangkan Brio memberikan karakter mobil bensin yang sudah umum dikenal pengguna Indonesia.
Bagian konsumsi energi menjadi salah satu pembeda terbesar antara BYD Atto 1 vs Honda Brio. Atto 1 tidak menggunakan bensin karena sepenuhnya mengandalkan energi listrik dari baterai. Karena itu, biaya energinya tidak dapat dibandingkan secara langsung menggunakan satuan kilometer per liter.
BYD Atto 1 menggunakan baterai Blade LFP. Pada versi 2026, varian Standard dan Dynamic dilaporkan menggunakan baterai 30,08 kWh dengan jarak tempuh sekitar 300 kilometer NEDC, sedangkan Premium menggunakan baterai 38,88 kWh dengan jarak tempuh hingga 380 kilometer NEDC.
Keuntungan mobil listrik untuk penggunaan perkotaan adalah tidak membutuhkan bensin dan memiliki lebih sedikit komponen mekanis pada sistem penggeraknya. Namun, konsumsi listrik tetap dipengaruhi gaya mengemudi, kondisi jalan, kecepatan, penggunaan AC, beban kendaraan dan kondisi baterai.
Honda Brio mempunyai keunggulan tersendiri bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan berbahan bakar bensin. Pengguna cukup mengisi bahan bakar di SPBU dan tidak perlu merencanakan pengisian daya seperti pada mobil listrik.
Dalam penggunaan sehari-hari, pilihan antara keduanya sangat bergantung pada kebiasaan pemilik. Konsumen yang mempunyai akses pengisian daya di rumah dapat memanfaatkan kepraktisan mobil listrik.
Sebaliknya, pengguna yang sering melakukan perjalanan spontan atau keluar kota tanpa perencanaan pengisian daya dapat mempertimbangkan fleksibilitas mobil bensin.
Dari sisi kapasitas, Honda Brio memiliki konfigurasi lima penumpang dan menawarkan ruang kabin yang cukup untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Ukuran bodinya yang ringkas juga menjadi salah satu karakter penting Brio sebagai mobil yang mudah digunakan di jalan perkotaan.
BYD Atto 1 juga dirancang sebagai city car dengan bodi kompak. Fokus utamanya adalah mobilitas perkotaan, sehingga kendaraan ini mudah digunakan untuk aktivitas seperti perjalanan kantor, berbelanja, mengantar anak dan kebutuhan harian lainnya.
Baca Juga: Chevrolet Trax 2016 vs Ford EcoSport 2015, Sama-Sama SUV Bekas Rp80 Jutaan
Kapasitas bagasi dan ruang kabin menjadi aspek penting terutama bagi keluarga. Karena kebutuhan setiap pengguna berbeda, calon pembeli sebaiknya melihat langsung posisi duduk, ruang kaki baris kedua dan kapasitas bagasi sebelum membeli.
Dari sisi handling, BYD Atto 1 mempunyai karakter khas mobil listrik. Posisi baterai di bagian bawah kendaraan membantu memberikan pusat gravitasi yang relatif rendah. Motor listrik juga menghasilkan tenaga secara langsung sehingga mobil terasa mudah dikendalikan saat berpindah lajur atau berakselerasi dari posisi berhenti.
Honda Brio mempunyai keunggulan dari sisi bobot dan dimensi yang mendukung penggunaan di jalan perkotaan. Setir yang ringan dan ukuran bodi yang ringkas membuatnya relatif mudah digunakan ketika melewati jalan sempit atau bermanuver di area parkir.
Untuk masyarakat yang setiap hari menghadapi kepadatan lalu lintas, kedua karakter tersebut mempunyai manfaat masing-masing. Atto 1 menawarkan karakter mobil listrik yang tenang dan responsif, sementara Brio menawarkan karakter city car konvensional yang sudah familiar bagi banyak pengguna.
Kenyamanan juga menjadi bagian penting dalam perbandingan BYD Atto 1 vs Honda Brio. Mobil listrik biasanya memberikan pengalaman berkendara yang lebih senyap karena tidak menghasilkan suara mesin pembakaran seperti mobil bensin.
Atto 1 juga dibekali sejumlah fitur yang mendukung kenyamanan dan keselamatan. BYD menyebut mobil ini mempunyai enam airbag, Electric Parking Brake, Auto Brake Hold dan Cruise Control.
Honda Brio juga memiliki fitur keselamatan dan kenyamanan yang berbeda sesuai varian. Laman resmi Honda mencantumkan ABS dan EBD, parking sensor, electric power steering serta layar audio 7 inci pada sejumlah varian Brio Satya. Varian RS mendapatkan tambahan sejumlah fitur seperti smart entry, one push ignition dan perangkat eksterior yang lebih lengkap.
Baca Juga: Toyota Rush vs Mitsubishi Xpander: Adu Irit BBM, Kabin, Performa hingga Biaya Perawatan
Dari sisi pengalaman penggunaan, Atto 1 dapat terasa lebih modern karena menggunakan sistem penggerak listrik. Tidak adanya perpindahan gigi seperti pada mobil konvensional juga membuat perjalanan stop-and-go terasa sederhana.
Honda Brio menawarkan pendekatan yang lebih familiar. Pengguna tidak perlu beradaptasi dengan sistem pengisian baterai karena cukup mengisi bensin seperti mobil pada umumnya.
Persoalan suku cadang juga menjadi pertimbangan penting sebelum membeli mobil. Honda mempunyai jaringan purna jual yang telah berkembang di Indonesia dan menyediakan layanan perawatan serta suku cadang melalui dealer resminya.
Honda Indonesia juga mencantumkan program perawatan berkala dan paket perawatan yang mencakup jasa serta suku cadang sesuai jadwal perawatan kendaraan. Program tersebut tersedia untuk berbagai model, termasuk Brio.
Honda juga memberikan garansi kendaraan selama tiga tahun atau 100.000 kilometer, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Garansi suku cadang memiliki ketentuan tersendiri.
BYD sebagai merek yang relatif lebih baru di pasar Indonesia juga terus membangun jaringan layanan purnajual. BYD memberikan garansi kendaraan selama enam tahun atau 150.000 kilometer. Perusahaan juga mensyaratkan penggunaan suku cadang asli dan perawatan berkala di bengkel resmi untuk menjaga garansi.
Dalam hal perawatan rutin, mobil listrik mempunyai konstruksi penggerak yang berbeda dengan mobil bensin. Tidak adanya oli mesin, busi dan sejumlah komponen mesin konvensional membuat jenis perawatan rutinnya berbeda.
Namun, bukan berarti mobil listrik bebas biaya perawatan. Ban, rem, suspensi, sistem pendingin, kelistrikan dan komponen lainnya tetap membutuhkan pemeriksaan.
Sementara itu, Honda Brio mempunyai mesin pembakaran internal yang membutuhkan perawatan seperti penggantian oli mesin, filter dan komponen lain sesuai jadwal servis. Sistem ini sudah sangat umum di Indonesia sehingga bengkel dan teknisi yang memahami kendaraan berbasis mesin bensin relatif mudah ditemukan.
Baca Juga: Harga Bekas Mulai Rp80 Jutaan, Nissan March 2015 vs Daihatsu Sirion 2015
Dari sisi keunggulan, BYD Atto 1 menawarkan beberapa hal yang menarik untuk pengguna perkotaan. Motor listrik memberikan respons akselerasi cepat, kabin cenderung lebih senyap, tidak membutuhkan bensin dan mempunyai karakter berkendara yang praktis untuk lalu lintas perkotaan.
Baterai Blade LFP juga menjadi salah satu teknologi utama yang digunakan BYD pada model tersebut. Varian Premium mempunyai kapasitas baterai 38,88 kWh dan klaim jarak tempuh hingga 380 kilometer NEDC.
Fitur keselamatan dan teknologi juga menjadi salah satu nilai tambah Atto 1. Keenam airbag, Auto Brake Hold, Electric Parking Brake dan Cruise Control membuat perlengkapan mobil ini cukup lengkap untuk kelas city car listriknya.
Namun, BYD Atto 1 juga mempunyai beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan masyarakat umum. Pengguna perlu memperhatikan ketersediaan fasilitas pengisian daya, terutama jika kendaraan sering digunakan untuk perjalanan jauh.
Selain itu, jaringan bengkel dan ekosistem mobil listrik BYD masih terus berkembang di Indonesia. Bagi sebagian konsumen, faktor tersebut bisa menjadi pertimbangan ketika dibandingkan dengan merek yang jaringan purna jualnya telah lama dikenal.
Honda Brio mempunyai keunggulan pada harga masuk yang lebih rendah pada varian Satya. Mesin 1.2 liter dengan tenaga 90 PS, pilihan transmisi manual dan CVT, serta dimensi kompak membuat Brio mudah digunakan untuk berbagai aktivitas harian.
Ketersediaan layanan purna jual juga menjadi salah satu nilai penting. Honda menyediakan dealer resmi, layanan servis, paket perawatan dan dukungan suku cadang di Indonesia.
Kekurangan Honda Brio terutama berasal dari karakter teknologi mesin bensin. Mobil ini masih membutuhkan bahan bakar fosil dan perawatan mesin konvensional. Kabin dan dimensi yang mengutamakan karakter city car juga perlu diperhatikan oleh keluarga yang membutuhkan ruang sangat besar.
Jika dibandingkan berdasarkan harga, Honda Brio Satya menawarkan pilihan dengan harga awal lebih rendah. Jika dibandingkan berdasarkan teknologi penggerak, BYD Atto 1 membawa sistem motor listrik dan baterai Blade LFP.
Jika fokusnya adalah performa di dalam kota, karakter Atto 1 dengan torsi 135 Nm yang tersedia sejak awal memberikan sensasi responsif. Jika fokusnya adalah fleksibilitas pengisian energi, Brio mempunyai kepraktisan karena bahan bakarnya tersedia luas melalui jaringan SPBU.
Baca Juga: Nissan Juke 2015 vs Ford EcoSport 2015, Adu SUV Bekas 100 Jutaan
Jika fokusnya adalah kenyamanan berkendara, karakter senyap Atto 1 menjadi salah satu daya tarik. Sementara itu, Brio mempunyai keunggulan berupa karakter berkendara yang sudah familiar bagi sebagian besar pengguna mobil di Indonesia.
Jika fokusnya adalah perawatan dan suku cadang, Honda memiliki pengalaman panjang serta jaringan purna jual yang sudah berkembang. BYD menawarkan garansi kendaraan enam tahun atau 150.000 kilometer, tetapi calon pengguna tetap perlu mempertimbangkan lokasi dealer dan bengkel resmi terdekat.
Dengan demikian, BYD Atto 1 vs Honda Brio sebenarnya mempertemukan dua konsep kendaraan yang berbeda. Atto 1 mengedepankan elektrifikasi, teknologi dan pengalaman berkendara mobil listrik, sedangkan Brio mempertahankan formula city car bermesin bensin yang praktis dan familiar.
Bagi masyarakat yang mayoritas menggunakan mobil untuk aktivitas dalam kota dan mempunyai akses pengisian daya di rumah atau lokasi yang mudah dijangkau, BYD Atto 1 menawarkan alternatif mobil listrik yang menarik untuk dipertimbangkan.
Sementara bagi masyarakat yang mengutamakan harga awal yang lebih rendah, kemudahan mengisi bahan bakar, jaringan layanan yang sudah berkembang dan karakter mobil yang familiar, Honda Brio menyediakan pilihan yang berbeda.
Perbandingan BYD Atto 1 vs Honda Brio pada akhirnya tidak hanya mengenai siapa yang memiliki tenaga lebih besar atau harga lebih murah. Kebutuhan penggunaan sehari-hari, pola perjalanan, akses pengisian daya, biaya energi, kebutuhan ruang, layanan purna jual dan kemampuan perawatan perlu diperhitungkan secara bersamaan.
Untuk calon pembeli, melakukan test drive kedua mobil dan menghitung biaya penggunaan berdasarkan jarak tempuh harian menjadi langkah yang dapat membantu mendapatkan gambaran lebih nyata. Harga, fitur, spesifikasi dan program purna jual juga sebaiknya dikonfirmasi kembali kepada dealer resmi karena dapat berubah berdasarkan wilayah dan periode penjualan.
Bagi pencari informasi otomotif di Google, perbandingan BYD Atto 1 vs Honda Brio menjadi topik yang relevan karena mempertemukan mobil listrik baru dengan salah satu city car bermesin bensin yang sudah dikenal masyarakat.
Perbedaan harga, performa, konsumsi energi, kapasitas, handling, kenyamanan, suku cadang, keunggulan dan kekurangan menjadi faktor yang dapat digunakan sebagai referensi sebelum membeli mobil untuk kebutuhan sehari-hari.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi