RADARSEMARANG.ID – Tiga motor sport lawas dalam gambar ini masih memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menginginkan motor bergaya klasik, sederhana, mudah dirawat, sekaligus masih sanggup digunakan untuk perjalanan jauh.
Suzuki Thunder 250, Yamaha Scorpio 225, dan Honda Tiger 2000 memang sudah tidak lagi menjadi produk baru, tetapi karakter mesinnya membuat ketiganya tetap relevan sebagai pilihan motor bekas untuk kebutuhan harian, touring, maupun bahan custom.
Menariknya, ketiganya memiliki karakter yang berbeda. Suzuki Thunder 250 mengandalkan mesin 249 cc dengan konfigurasi SOHC empat katup dan tenaga sekitar 22 PS.
Yamaha Scorpio 225 mempunyai mesin 223 cc SOHC dua katup dengan karakter tenaga yang ringan dan responsif. Sementara Honda Tiger 2000 mengusung mesin sekitar 196,9 cc yang terkenal memiliki karakter torsi bawah-menengah dan nyaman untuk perjalanan santai.
Data pada gambar menunjukkan Thunder 250 dengan mesin satu silinder SOHC empat katup, kapasitas 249 cc, bore x stroke 72 x 61,2 mm, kompresi 9,0:1, karburator Mikuni BSR 32, tenaga sekitar 20-22 PS dan transmisi lima percepatan.
Data tersebut sejalan dengan sejumlah referensi spesifikasi Thunder 250 yang mencatat tenaga sekitar 22 HP pada 7.500 rpm dan torsi sekitar 21 Nm.
Yamaha Scorpio 225 pada gambar tercatat memiliki mesin satu silinder SOHC dua katup, kapasitas 223 cc, bore x stroke 70 x 58 mm, kompresi 9,5:1, karburator Mikuni BS30, tenaga sekitar 18-19 PS dan transmisi lima percepatan.
Referensi teknis Scorpio mencatat mesin 223 cc tersebut menghasilkan sekitar 13,4 kW atau setara kurang lebih 18 PS pada 8.000 rpm dan torsi 17,5 Nm pada 6.500 rpm.
Adapun Honda Tiger 2000 menggunakan mesin satu silinder SOHC dua katup berkapasitas sekitar 196,9 cc. Motor ini dikenal sebagai bagian dari keluarga GL-Series dan pertama kali hadir di Indonesia pada 1993. Honda kemudian menghentikan penjualan Tiger pada 2013.
Jika melihat performa murni, Suzuki Thunder 250 berada di posisi yang paling menarik. Kapasitas mesinnya paling besar, konfigurasi empat katup membuat aliran campuran udara dan bahan bakar lebih optimal, sedangkan tenaga sekitar 22 HP membuat motor ini terasa cukup bertenaga ketika digunakan untuk perjalanan antarkota.
Baca Juga: Perbandingan Antara Yamaha Alfa 2 Tak vs Suzuki Crystal 110, Siapa yang Lebih Bertenaga?
Mesin satu silinder berpendingin udara tersebut juga mempunyai karakter yang relatif sederhana sehingga masih mudah dipahami oleh bengkel umum.
Thunder 250 bukan motor yang dirancang untuk mengejar akselerasi ekstrem seperti motor sport modern. Karakternya lebih cocok untuk pengendara yang menikmati tarikan mesin besar pada kecepatan menengah. Ketika digunakan di jalan luar kota, tenaga tersebut membuat pengendara tidak terlalu sering melakukan perpindahan gigi.
Kelebihan lain Thunder 250 adalah karakter posisi berkendaranya. Setang relatif tinggi dan posisi kaki tidak terlalu menekuk sehingga cukup mendukung perjalanan jauh. Referensi mengenai Thunder 250 juga mencatat posisi berkendara yang nyaman dengan setang tinggi dan pijakan kaki yang agak maju.
Namun, ukuran dan bobot motor juga membuat Thunder 250 bukan yang paling ringan untuk digunakan bermanuver di jalan sempit. Pengendara baru mungkin membutuhkan adaptasi ketika harus memutar motor, melakukan parkir atau menghadapi kemacetan padat.
Yamaha Scorpio 225 memiliki karakter yang berbeda. Motor ini terasa lebih ringan dan lincah dibandingkan Thunder 250. Mesin 223 cc SOHC dua katupnya mempunyai tenaga sekitar 18 PS dengan torsi 17,5 Nm. Karakter seperti ini cukup ideal untuk penggunaan sehari-hari sekaligus touring akhir pekan.
Scorpio mempunyai keunggulan pada respons mesin yang cukup spontan. Bobot yang masih relatif ringan membuatnya lebih mudah diajak berpindah jalur, menikung dan melewati jalan perkotaan.
Sistem suspensi belakang monocross juga menjadi salah satu nilai plus karena memberikan karakter pengendalian yang berbeda dibandingkan motor lawas dengan sokbreker ganda.
Baca Juga: Yamaha FIZR Ternyata Punya Sejarah Panjang, Dari Force 1 hingga Jadi Motor 2-Tak Legendaris
Untuk perjalanan jauh, Scorpio 225 juga cukup menarik. Data teknis mencatat kapasitas tangki sekitar 13 liter dan bobot sekitar 136-142 kg tergantung versi atau konfigurasi yang digunakan.
Karakter mesin Scorpio membuat motor ini cukup fleksibel. Di dalam kota masih nyaman, sedangkan ketika masuk jalur luar kota tenaganya tidak terasa terlalu kecil. Bagi masyarakat yang menginginkan motor lawas untuk dipakai rutin tanpa mengejar kapasitas mesin terbesar, Scorpio menjadi salah satu pilihan yang masuk akal.
Honda Tiger 2000 mempunyai pendekatan berbeda. Motor ini lebih mengutamakan karakter mesin yang santai. Dengan kapasitas sekitar 196,9 cc, Tiger memang tidak mempunyai angka tenaga sebesar Thunder 250, tetapi karakter torsinya membuat motor terasa cocok digunakan untuk perjalanan santai.
Kenyamanan menjadi salah satu alasan mengapa Tiger tetap dikenal masyarakat. Posisi duduknya cenderung natural dan tidak terlalu menunduk. Motor ini juga mempunyai tampilan yang sejak awal dirancang sebagai sport touring sehingga secara ergonomi masih cocok untuk perjalanan antarkota.
Untuk penggunaan harian, Tiger 2000 juga mempunyai kelebihan berupa konstruksi mesin yang relatif sederhana. Banyak bengkel umum sudah sangat mengenal basis mesin keluarga Honda GL/Tiger. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi pemilik yang tidak ingin selalu bergantung kepada bengkel spesialis.
Dari sisi konsumsi bahan bakar, ketiga motor tidak bisa disamakan begitu saja dengan angka yang tercantum pada gambar. Angka 28-30 km/l untuk Thunder dan Scorpio, serta 40-42 km/l untuk Tiger, sebaiknya dipahami sebagai angka referensi kondisi tertentu, bukan jaminan konsumsi setiap unit.
Kondisi mesin, setelan karburator, ukuran pilot jet dan main jet, tekanan ban, bobot pengendara, kondisi rantai, gaya berkendara, kualitas bahan bakar, serta kondisi jalan sangat memengaruhi konsumsi BBM motor berusia puluhan tahun.
Pada Thunder 250, sebuah pengujian terhadap unit tahun 2006 pernah mencatat konsumsi sekitar 28 km/l dalam kondisi tertentu. Angka tersebut menunjukkan bahwa mesin 250 cc lawas tidak otomatis sangat boros apabila kondisinya sehat dan setelannya tepat.
Scorpio 225 juga mempunyai potensi konsumsi BBM yang cukup baik. Penelitian terhadap Scorpio 225 bahkan mencatat angka konsumsi sekitar 36,37 km/l dalam salah satu konfigurasi pengujian, tetapi angka tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk pemakaian harian karena kondisi pengujian dan spesifikasi modifikasinya berbeda.
Tiger 2000 sering dianggap paling irit karena kapasitas mesinnya lebih kecil dan karakter mesinnya santai. Namun, angka 40 km/l lebih realistis dipandang sebagai hasil pada kondisi berkendara tertentu, bukan angka yang selalu dicapai setiap motor.
Dalam hal handling, Scorpio 225 mempunyai keunggulan menarik. Motor ini cukup ringan, wheelbase sekitar 1.295 mm dan menggunakan suspensi belakang monocross. Karakter tersebut membuat Scorpio terasa lebih mudah diajak bermanuver.
Baca Juga: Bukan Sekadar Soal Harga, Ini Bedanya Outlander Sport 2013 dan Suzuki S-Cross yang Jarang Dibahas
Thunder 250 mempunyai kesan lebih berat dan kokoh. Hal ini justru menjadi kelebihan ketika melaju pada kecepatan menengah dan tinggi karena motor terasa mantap. Kekurangannya mulai terasa ketika digunakan di kemacetan atau jalan perkotaan yang membutuhkan banyak manuver.
Tiger 2000 berada di tengah. Handling-nya tidak selincah Scorpio, tetapi juga tidak terasa terlalu berat. Motor ini lebih cocok digunakan dengan gaya berkendara santai. Untuk perjalanan jauh, karakter seperti itu justru bisa menjadi kelebihan karena pengendara tidak perlu terus mengejar putaran mesin tinggi.
Dari sisi kenyamanan, ketiganya sebenarnya masih cukup layak untuk perjalanan jauh apabila kondisi suspensi dan jok masih sehat. Masalah utama justru terdapat pada usia motor. Motor yang sudah berumur belasan hingga puluhan tahun bisa mengalami penurunan kualitas sokbreker, bushing, bearing roda, komstir, karet-karet dan jok.
Karena itu, membeli motor lawas tidak cukup hanya melihat mesin bisa hidup. Kondisi kaki-kaki harus menjadi perhatian utama. Sokbreker bocor, komstir oblak, bearing roda kasar dan swingarm aus dapat membuat motor yang terlihat bagus menjadi tidak nyaman digunakan.
Untuk harga, pasar motor bekas lawas sangat bergantung pada tahun produksi, kelengkapan surat, kondisi mesin, tingkat orisinalitas, modifikasi, pajak dan lokasi. Karena itu tidak ada satu harga resmi yang dapat digunakan untuk semua unit.
Pantauan listing terbaru menunjukkan Suzuki Thunder 250 berada pada rentang yang cukup lebar. Sejumlah unit yang ditawarkan berada sekitar Rp20 juta hingga Rp27 juta, sedangkan beberapa unit dengan kondisi dan klaim tertentu ditawarkan lebih tinggi.
Yamaha Scorpio 225 juga masih mempunyai pasar yang cukup aktif. Salah satu listing terbaru menunjukkan Scorpio Z 225 ditawarkan sekitar Rp11,6 juta, sementara listing lain di wilayah Bekasi memperlihatkan banyak unit berada pada kisaran Rp10 juta-Rp25 juta.
Honda Tiger 2000 mempunyai rentang harga yang bahkan lebih lebar. Listing yang tersedia menunjukkan unit sekitar Rp9 juta-Rp13 juta masih dapat ditemukan, sementara unit dengan kondisi tertentu, modifikasi atau kelengkapan yang lebih menarik dapat ditawarkan di atas Rp20 juta.
Dengan demikian, Scorpio dan Tiger cenderung lebih mudah dijangkau masyarakat yang mempunyai anggaran terbatas. Thunder 250 justru bisa lebih mahal meskipun usianya tua karena jumlah unitnya terbatas dan kondisi setiap unit sangat beragam.
Persoalan suku cadang menjadi bagian penting sebelum membeli motor lawas. Untuk Thunder 250, ketersediaan part merupakan salah satu kekurangannya. Motor ini hanya diproduksi di Indonesia sekitar 1999-2005, sehingga beberapa komponen sudah tidak semudah motor yang masih diproduksi.
Bengkel spesialis masih dapat menyediakan banyak part, tetapi beberapa komponen tertentu perlu dicari dari luar negeri. Suzuki sendiri masih menyediakan sistem pencarian suku cadang melalui katalog e-parts untuk sejumlah produknya, tetapi konsumen tetap perlu mengecek ketersediaan part khusus Thunder 250 sebelum melakukan pembelian.
Scorpio 225 memiliki keuntungan karena beberapa komponen mesin dan komponen umum masih relatif mudah ditemukan melalui pasar suku cadang aftermarket. Bahkan sejumlah komponen seperti busi dan filter masih dijual untuk aplikasi Scorpio, Tiger dan motor lain yang memiliki ukuran komponen serupa.
Baca Juga: Sempat Menghiasi Jalanan Indonesia, Begini Perjalanan Yamaha Fino dari Generasi Awal hingga Akhir
Tiger 2000 memiliki keunggulan besar dari sisi ekosistem komponen. Basis mesinnya cukup dikenal dan banyak komponen kompatibel dengan keluarga motor Honda lain. Kondisi ini membuat perawatan Tiger relatif bersahabat bagi masyarakat yang tinggal jauh dari kota besar.
Keunggulan Suzuki Thunder 250 terletak pada performa, mesin empat katup, karakter touring dan kesan kokoh. Kekurangannya adalah bobot, usia motor, serta sejumlah suku cadang yang mulai sulit dicari.
Keunggulan Yamaha Scorpio 225 adalah kombinasi performa, bobot, handling dan kenyamanan. Motor ini bisa menjadi pilihan paling seimbang bagi masyarakat yang membutuhkan motor lawas untuk penggunaan harian sekaligus perjalanan luar kota. Kekurangannya adalah sebagian unit sudah berumur sehingga kondisi mesin dan kaki-kaki harus diperiksa dengan teliti.
Keunggulan Honda Tiger 2000 berada pada kenyamanan, karakter mesin santai, jaringan bengkel umum dan kemudahan mendapatkan sejumlah komponen.
Kekurangannya adalah performa paling rendah di antara ketiganya dan usia motor yang semakin tua. Kondisi unit bekas juga sangat bervariasi.
Jika kebutuhan utama adalah touring dan menginginkan tenaga paling besar, Suzuki Thunder 250 mempunyai daya tarik paling kuat. Jika ingin kombinasi performa, handling dan konsumsi BBM yang lebih seimbang, Yamaha Scorpio 225 menjadi pilihan menarik. Sementara untuk penggunaan santai, perawatan relatif mudah dan biaya pembelian yang lebih terjangkau, Honda Tiger 2000 masih layak dipertimbangkan.
Hal terpenting sebelum membeli ketiganya adalah jangan terpaku pada tampilan. Motor lawas yang terlihat mengilap belum tentu mempunyai kondisi mesin dan kaki-kaki yang sehat.
Pemeriksaan kompresi, suara mesin, asap knalpot, kondisi karburator, kelistrikan, transmisi, kopling, rantai, gir, rem, suspensi dan rangka jauh lebih penting.
Untuk masyarakat yang ingin menggunakan motor tersebut sebagai kendaraan harian, unit dengan surat lengkap dan kondisi standar justru lebih menguntungkan. Modifikasi dapat dilakukan kemudian apabila kondisi dasar motor sudah benar-benar sehat.
Pada akhirnya, Suzuki Thunder 250, Yamaha Scorpio 225 dan Honda Tiger 2000 masih mempunyai tempat di pasar motor bekas Indonesia. Ketiganya menawarkan sesuatu yang semakin jarang ditemukan pada motor baru, yakni mesin sederhana, transmisi manual, karakter berkendara yang kuat dan desain sport klasik.
Namun, harga murah bukan satu-satunya pertimbangan. Biaya menghidupkan kembali motor lawas bisa menjadi jauh lebih besar apabila calon pembeli mendapatkan unit dengan mesin bermasalah, kelistrikan rusak atau kaki-kaki yang sudah aus. Karena itu, harga pembelian harus dihitung bersama biaya servis awal dan kemungkinan penggantian komponen.
Bagi masyarakat umum, pilihan paling rasional sebenarnya bukan sekadar mencari motor yang paling bertenaga. Pilihan terbaik adalah unit yang kondisinya paling sehat, dokumennya lengkap, suku cadangnya masih dapat ditemukan dan sesuai dengan kebutuhan pemakaian sehari-hari.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi