Usianya Sudah Tua, Kenapa Honda MegaPro Hiu Masih Diburu Penggemar Motor Lawas?

Sulistiono • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:06 WIB
Honda MegaPro Hiu menjadi salah satu motor sport lawas yang masih dicari karena desain khas, mesin 156,7 cc dan kuatnya nilai nostalgia. (ai/Sulistiono)
Honda MegaPro Hiu menjadi salah satu motor sport lawas yang masih dicari karena desain khas, mesin 156,7 cc dan kuatnya nilai nostalgia. (ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID — Di tengah semakin banyaknya motor modern dengan panel digital, teknologi injeksi, konektivitas smartphone, dan berbagai fitur elektronik, ada satu jenis motor yang justru semakin menarik ketika usianya bertambah. Motor tersebut adalah Honda MegaPro Hiu. Bagi penggemar motor lawas, MegaPro generasi pertama bukan sekadar kendaraan bekas, melainkan bagian dari sejarah perkembangan motor sport Honda di Indonesia.

Honda MegaPro pertama kali diperkenalkan pada 1999 sebagai penerus Honda GL Pro. Generasi awal tersebut menggunakan basis mesin 156,7 cc dan kemudian berkembang dengan beberapa penyegaran sebelum akhirnya digantikan generasi berikutnya. Kini, setelah bertahun-tahun tidak lagi diproduksi, MegaPro Hiu masih bisa ditemukan di jalanan maupun dalam garasi para penggemarnya. Pertanyaannya, kenapa Honda MegaPro Hiu masih dicari?

Baca Juga: Honda MegaPro Sudah Disuntik Mati, Tapi Pesonanya Tak Pernah Benar-Benar Hilang

Berawal dari Honda GL Pro

Untuk memahami daya tarik MegaPro Hiu, kita perlu melihat sedikit ke belakang. Sebelum MegaPro hadir, Honda sudah mempunyai keluarga GL Pro yang dikenal sebagai motor sport sederhana dan tangguh. Ketika MegaPro diperkenalkan pada 1999, motor ini membawa darah GL Pro Neotech, termasuk mesin 156,7 cc yang menjadi salah satu ciri khasnya.

Namun, Honda memberikan perubahan pada desain. Bentuk bodinya dibuat lebih membulat dibandingkan GL Pro yang cenderung mengotak. Perubahan tersebut membuat MegaPro terlihat lebih modern pada masanya dan menjadi awal perjalanan MegaPro sebagai salah satu motor sport yang cukup dikenal di Indonesia.

Kenapa Disebut MegaPro Hiu?

Julukan "Hiu" sebenarnya bukan nama resmi yang diberikan Honda. Nama tersebut merupakan sebutan populer di kalangan pengguna dan penggemar karena bentuk bagian belakang bodinya yang meruncing dan dianggap menyerupai karakter ikan hiu. Ciri tersebut justru menjadi identitas yang melekat sampai sekarang.

Ketika melihat MegaPro generasi awal, bagian belakang yang tajam, tangki besar, lampu depan bulat, dan desain bodi khas era 1990-an langsung membangkitkan nuansa motor sport zaman tersebut. Bagi penggemar motor klasik, desain seperti ini justru memiliki daya tarik tersendiri.

Mesin 156,7 cc yang Menjadi Ciri Khas

Salah satu alasan MegaPro Hiu masih menarik adalah mesinnya. Generasi awal menggunakan mesin 4-tak satu silinder, OHC, berpendingin udara dengan kapasitas 156,7 cc. Mesin tersebut masih menggunakan karburator dan transmisi manual lima percepatan. Pada masanya, konfigurasi tersebut cukup menarik karena kapasitas hampir 160 cc memberikan karakter yang berbeda dibandingkan motor bebek atau motor berkapasitas kecil.

Mesinnya juga dikenal sederhana. Tidak ada sistem injeksi, ECU kompleks, atau berbagai sensor seperti motor modern. Bagi sebagian pemilik motor lawas, kesederhanaan tersebut justru menjadi keuntungan karena mekanismenya relatif mudah dipahami dan dirawat.

Salah Satu Ciri Khas: Masih Menggunakan Kick Starter

Ada satu hal yang mungkin terasa asing bagi pengguna motor sekarang. MegaPro generasi awal belum dilengkapi electric starter. Untuk menghidupkan mesin, pengendara harus menggunakan kick starter atau engkol. Pada awal 2000-an, Honda kemudian melakukan penyegaran dengan menghadirkan electric starter.

Secara umum, desainnya masih mempertahankan karakter generasi awal, sementara perubahan lainnya hadir pada detail seperti striping dan kemudian pilihan pelek cast wheel. Bagi pengguna masa kini, kick starter mungkin terasa merepotkan. Namun bagi kolektor dan penggemar motor klasik, justru detail seperti inilah yang membuat sebuah motor mempunyai cerita.

Tangki 8 Liter dan Karakter Motor Sport Lawas

MegaPro Hiu juga mempunyai proporsi yang berbeda dari kebanyakan motor modern. Tangkinya terlihat besar dan memiliki kapasitas sekitar 8 liter. Dimensinya juga cukup panjang dengan posisi berkendara yang khas motor sport konvensional. Posisi duduk tersebut membuat MegaPro pada zamannya tidak hanya digunakan sebagai kendaraan dalam kota.

Motor ini juga dikenal cocok untuk perjalanan antarkota dan touring. Bagi generasi pengendara yang tumbuh pada era tersebut, motor sport dengan tangki besar dan transmisi manual memberikan sensasi berkendara yang sulit digantikan oleh skutik.

Baca Juga: Honda ADV160 E85 Irit atau Tidak? Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Membelinya

Kenapa Sekarang Malah Dicari?

Ada beberapa alasan yang membuat Honda MegaPro Hiu masih menarik perhatian, terutama di kalangan penggemar motor lawas.

1. Faktor Nostalgia

Ini mungkin alasan terbesar. Bagi orang yang pernah menggunakan MegaPro ketika masih muda, melihat motor tersebut sekarang dapat membawa kembali kenangan lama. Desain, suara mesin, dan cara mengendarainya merupakan bagian dari pengalaman masa lalu. Nostalgia seperti ini membuat sebagian orang rela mencari unit lama meskipun harus melakukan restorasi.

2. Desainnya Mulai Dianggap Klasik

Apa yang dahulu terlihat biasa kini justru mulai dianggap klasik. Lampu bulat, tangki besar, rangka konvensional, velg 18 inci, dan bodi belakang yang khas membuat MegaPro Hiu memiliki identitas visual yang berbeda.

Motor modern cenderung menggunakan desain agresif dengan banyak lekukan, sedangkan MegaPro Hiu justru terlihat sederhana. Kesederhanaan itulah yang sekarang menjadi salah satu daya tariknya.

3. Mesin Relatif Sederhana

Mesin karburator 156,7 cc memang sudah jauh tertinggal dari sisi teknologi dibandingkan motor modern. Tetapi untuk penggemar motor lawas, kesederhanaan tersebut bisa menjadi kelebihan. Perawatan mesin tidak membutuhkan perangkat elektronik modern untuk sekadar memahami sistem bahan bakarnya. Banyak bengkel umum juga sudah familiar dengan mesin-mesin Honda lawas.

Namun, kondisi setiap unit tentu berbeda karena usia kendaraan sudah cukup tua. Kondisi mesin dan komponen lainnya tetap harus menjadi perhatian sebelum membeli.

4. Cocok untuk Restorasi

MegaPro Hiu juga menarik sebagai bahan restorasi. Pemilik bisa memilih mempertahankan motor sedekat mungkin dengan kondisi standar atau melakukan penyegaran dengan komponen yang sesuai karakter aslinya. Tantangannya tentu adalah mencari komponen yang masih bagus.

Semakin tua usia kendaraan, semakin penting memeriksa kondisi rangka, mesin, kelistrikan, kaki-kaki, tangki, dan komponen lainnya. Karena itu, membeli MegaPro lawas bukan sekadar mencari harga murah. Kondisi unit jauh lebih penting.

5. Menarik Sebagai Basis Motor Custom

Selain restorasi, MegaPro juga mempunyai sejarah sebagai salah satu basis motor custom. Bentuk motor sport naked membuatnya cukup fleksibel untuk dikembangkan ke berbagai konsep. Ada yang mengubahnya menjadi cafe racer, tracker, scrambler, atau sekadar melakukan modifikasi ringan.

Namun, bagi kolektor, unit yang masih mendekati kondisi standar justru bisa memiliki daya tarik lebih besar. Karena itu, sebelum memodifikasi MegaPro Hiu, pemilik sebaiknya menentukan tujuan terlebih dahulu. Apakah motor tersebut ingin digunakan sebagai kendaraan harian, motor custom, atau koleksi?

Baca Juga: Honda ADV160 Flex-Fuel Bisa Pakai E85 hingga 85 Persen Etanol, Apa Bedanya dengan ADV160 Biasa?

Seberapa Bertenaga MegaPro Hiu?

Untuk ukuran sekarang, angka performanya tentu tidak istimewa. Namun pada zamannya, mesin 156,7 cc tersebut mempunyai karakter yang cukup kuat untuk sebuah motor sport harian.

Data teknis yang beredar mencatat mesin ini menghasilkan tenaga sekitar 13 PS lebih dan torsi sekitar 13 Nm, meski angka dapat berbeda menurut sumber dan spesifikasi pengukuran. Yang lebih penting, karakter mesinnya dikenal memiliki torsi yang cukup untuk menghadapi tanjakan dan perjalanan luar kota.

Itulah sebabnya MegaPro dulu tidak hanya populer sebagai motor untuk bekerja atau sekolah. Motor ini juga digunakan untuk touring.

Apakah MegaPro Hiu Masih Enak Dipakai Harian?

Jawabannya bisa iya, selama kondisi unit masih sehat. Motor berusia lebih dari dua dekade tentu membutuhkan perhatian lebih dibandingkan motor baru. Karet-karet, seal, selang, kabel, komponen suspensi, dan bagian kelistrikan bisa mengalami penurunan kondisi karena faktor usia.

Mesinnya pun harus diperiksa dengan teliti. Jika mendapatkan unit yang terawat, MegaPro Hiu masih dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Namun jika mendapatkan unit yang sudah lama terbengkalai, biaya restorasi bisa menjadi cukup besar. Jadi, jangan hanya melihat harga jualnya.

Yang Perlu Dicek Sebelum Membeli MegaPro Hiu

Bagi pemburu MegaPro lawas, ada beberapa bagian yang sebaiknya diperiksa sebelum membeli, mulai dari kondisi mesin hingga kelengkapan dokumen. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Untuk unit yang akan dijadikan koleksi, keaslian komponen juga menjadi pertimbangan tersendiri.

MegaPro Hiu Bukan Motor Sempurna

Meski memiliki banyak penggemar, MegaPro Hiu tentu bukan motor tanpa kekurangan. Teknologinya sudah tua. Sistem karburator membutuhkan penyetelan dan perawatan yang berbeda dibandingkan motor injeksi. Starter engkol pada generasi awal juga bisa terasa merepotkan bagi pengendara modern.

Suspensi belakang masih menggunakan model ganda, sementara fitur keselamatan dan kenyamanan tentu tidak bisa dibandingkan dengan motor keluaran terbaru. Konsumsi bahan bakar juga sangat tergantung kondisi mesin dan penyetelan karburator.

Jadi, membeli MegaPro Hiu sebaiknya dilakukan karena memang menyukai karakter motor tersebut, bukan berharap mendapatkan kenyamanan dan teknologi seperti motor baru.

Baca Juga: Honda ADV 160 Terbaru Resmi Meluncur, Bisa Minum BBM E85 hingga 85 Persen Etanol

Inilah yang Membuatnya Berbeda

Justru karena berbagai keterbatasan tersebut, MegaPro Hiu memiliki karakter. Motor ini lahir ketika sepeda motor masih sangat mekanis. Pengendara harus memahami cara menggunakan kopling, memilih gigi, dan menjaga putaran mesin.

Tidak ada mode berkendara, konektivitas smartphone, atau layar digital berwarna. Tetapi ada sensasi mekanis yang langsung terasa. Bagi penggemar motor lawas, pengalaman tersebut tidak bisa digantikan hanya dengan spesifikasi di atas kertas.

Apakah MegaPro Hiu Bisa Menjadi Barang Koleksi?

Potensinya ada, terutama untuk unit dengan kondisi baik dan kelengkapan yang masih terjaga. Namun, jangan menganggap semua MegaPro Hiu otomatis menjadi barang koleksi bernilai tinggi.

Nilai sebuah motor lawas sangat bergantung pada kondisi, orisinalitas, kelengkapan dokumen, kelangkaan varian, serta permintaan pasar. Unit yang sudah terlalu banyak dimodifikasi belum tentu lebih bernilai dibandingkan unit standar yang terawat.

Karena itu, bagi calon kolektor, prinsip sederhana yang bisa digunakan adalah semakin lengkap, semakin orisinal, dan semakin sehat kondisinya, semakin menarik untuk dipertahankan.

Penutup: Motor Tua yang Belum Kehilangan Pesona

Honda MegaPro Hiu mungkin sudah berusia lebih dari 20 tahun. Namun, usianya justru menjadi bagian dari daya tarik. Ia mengingatkan kita pada era ketika motor sport naked masih menjadi simbol gaya hidup dan kendaraan harian banyak anak muda.

Mesin 156,7 cc, transmisi manual lima percepatan, tangki besar, lampu bulat, dan bodi belakang khas membuat MegaPro Hiu mempunyai identitas yang kuat. Kini, ketika sebagian besar motor baru bergerak menuju desain modern dan teknologi elektronik, MegaPro Hiu menawarkan sesuatu yang berbeda: kesederhanaan dan nostalgia.

Itulah sebabnya motor ini masih dicari. Bukan karena paling cepat, bukan karena paling canggih, tetapi karena MegaPro Hiu punya cerita. Dan bagi sebagian penggemarnya, mempertahankan motor tersebut bukan sekadar merawat kendaraan tua, melainkan menjaga satu bagian dari sejarah motor sport Indonesia tetap hidup. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
HondaMegaPro HondaMegaProHiu MegaProHiu MegaProLawas otomotif