RADARSEMARANG.ID – Harga Dexlite kembali menjadi perhatian pemilik mobil diesel di Indonesia setelah mengalami kenaikan cukup tajam mulai September 2026. Bahan bakar diesel nonsubsidi milik Pertamina tersebut kini dibanderol Rp23.700 per liter untuk wilayah dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB 5 persen.
Angka tersebut naik Rp4.000 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp19.700 per liter. Kenaikan ini membuat biaya operasional kendaraan diesel kembali menjadi sorotan, terutama bagi masyarakat yang menggunakan mobil untuk aktivitas harian, perjalanan luar kota, hingga kebutuhan keluarga.
Perubahan harga Dexlite pada September 2026 menjadi salah satu kenaikan yang cukup terasa bagi pengguna mobil diesel. Pada saat yang sama, Pertamina Dex juga mengalami kenaikan menjadi Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150 per liter.
Sementara itu, sejumlah BBM bersubsidi seperti Biosolar masih berada pada harga yang jauh lebih rendah. Kondisi tersebut membuat pemilik mobil diesel harus kembali menghitung biaya perjalanan secara lebih cermat, terutama mereka yang selama ini mengandalkan Dexlite untuk menjaga performa mesin sekaligus memperoleh konsumsi bahan bakar yang relatif efisien.
Kenaikan harga Dexlite tidak serta-merta membuat mobil diesel menjadi tidak menarik. Karakter mesin diesel tetap mempunyai sejumlah keunggulan yang sulit digantikan oleh mesin bensin, terutama dari sisi torsi, efisiensi pada perjalanan jauh, serta kemampuan membawa beban.
Mobil diesel seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, Isuzu MU-X, Toyota Kijang Innova diesel, Mitsubishi Triton, Isuzu Panther bekas, hingga sejumlah kendaraan diesel lainnya masih mempunyai tempat tersendiri di pasar otomotif Indonesia.
Baca Juga: Sama-Sama Diesel, Panther Grand Touring atau Innova yang Lebih Layak Dibeli?
Mesin diesel pada dasarnya mempunyai karakter berbeda dibandingkan mesin bensin. Tenaga yang dihasilkan biasanya terasa kuat sejak putaran mesin rendah karena torsi besar tersedia lebih awal.
Karakter tersebut sangat terasa ketika mobil digunakan untuk menanjak, membawa banyak penumpang, melewati jalan luar kota, atau membawa barang dalam jumlah cukup banyak.
Bagi pengguna yang setiap hari hanya berkendara di dalam kota dengan jarak pendek, kenaikan Dexlite tentu lebih terasa. Mobil diesel yang digunakan untuk perjalanan pendek dengan kondisi lalu lintas padat akan tetap mengonsumsi bahan bakar meskipun karakter mesinnya dikenal irit. Ditambah harga Dexlite yang kini Rp23.700 per liter, biaya pengisian penuh tangki menjadi lebih mahal.
Sebagai gambaran sederhana, mobil diesel dengan kapasitas tangki 50 liter membutuhkan sekitar Rp1.185.000 untuk mengisi penuh menggunakan Dexlite dengan harga Rp23.700 per liter.
Mobil dengan tangki 60 liter membutuhkan sekitar Rp1.422.000, sedangkan kendaraan dengan tangki 70 liter membutuhkan sekitar Rp1.659.000. Angka tersebut merupakan perhitungan berdasarkan harga per liter dan belum memperhitungkan kemungkinan variasi harga berdasarkan wilayah.
Dari sisi konsumsi bahan bakar, keunggulan mesin diesel masih cukup kuat. Mobil diesel berukuran sedang yang digunakan dengan gaya berkendara normal dapat memberikan konsumsi sekitar 10-15 km per liter, sementara kendaraan yang lebih ringan dan digunakan pada kondisi jalan ideal dapat mencapai angka lebih tinggi.
Sebaliknya, SUV besar dengan bobot lebih berat, ban besar, penggerak empat roda, dan penggunaan di dalam kota biasanya mempunyai konsumsi yang lebih rendah.
Artinya, kenaikan harga Dexlite tidak bisa hanya dilihat dari nominal harga per liter. Konsumsi bahan bakar setiap kendaraan juga mempunyai pengaruh besar terhadap biaya perjalanan.
Mobil yang membutuhkan lebih sedikit liter untuk menempuh jarak yang sama tetap mempunyai peluang menghasilkan biaya operasional lebih rendah dibandingkan mobil yang konsumsi bahan bakarnya lebih boros.
Contohnya, apabila sebuah mobil diesel mampu mencatat konsumsi rata-rata 12 km per liter, penggunaan 1.200 km membutuhkan sekitar 100 liter Dexlite.
Dengan harga Rp23.700 per liter, biaya bahan bakarnya berada di sekitar Rp2,37 juta. Jika kendaraan hanya mampu menghasilkan 9 km per liter, perjalanan 1.200 km membutuhkan sekitar 133 liter dan biaya bahan bakarnya dapat mendekati Rp3,15 juta.
Baca Juga: Banyak yang Keliru! Ternyata Toyota Kijang Diesel Pertama Bukan Innova, Melainkan Mobil Ini
Perbedaan konsumsi tersebut memperlihatkan bahwa kondisi kendaraan mempunyai pengaruh besar terhadap pengeluaran. Mesin diesel yang dirawat dengan baik, tekanan ban sesuai rekomendasi, filter udara bersih, injektor dalam kondisi sehat, serta gaya berkendara yang tidak agresif berpotensi menghasilkan konsumsi bahan bakar lebih baik.
Dari sisi performa, mobil diesel masih menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan dengan tenaga bawah kuat. Torsi besar membuat mobil lebih mudah bergerak ketika membawa penumpang penuh. Pengemudi juga tidak harus terus-menerus menginjak pedal gas dalam-dalam ketika menghadapi tanjakan.
Karakter tersebut menjadi salah satu alasan SUV diesel masih diminati. Toyota Fortuner diesel misalnya mempunyai karakter yang cocok untuk perjalanan keluarga sekaligus perjalanan antarkota.
Mitsubishi Pajero Sport juga menawarkan karakter serupa dengan posisi berkendara tinggi dan kemampuan melibas berbagai kondisi jalan. Bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan lebih besar, karakter diesel memberikan rasa percaya diri ketika mobil diisi penuh.
Kapasitas kendaraan juga menjadi pertimbangan penting. SUV diesel berukuran besar umumnya mampu membawa tujuh penumpang, meskipun kenyamanan baris ketiga dapat berbeda antara satu model dengan model lainnya. Sementara kendaraan seperti pikap diesel lebih mengutamakan kemampuan membawa barang dengan bak belakang yang mempunyai kapasitas besar.
Bagi keluarga, kapasitas penumpang dan bagasi menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan. Mobil diesel berukuran besar dapat digunakan untuk perjalanan mudik, liburan keluarga, perjalanan antarkota, maupun kebutuhan sehari-hari. Dengan kapasitas tangki yang relatif besar, pengemudi juga tidak harus terlalu sering berhenti di SPBU ketika melakukan perjalanan jauh.
Namun, kapasitas tangki besar juga mempunyai konsekuensi ketika harga BBM naik. Semakin besar kapasitas tangki, semakin besar pula uang yang harus dikeluarkan ketika melakukan pengisian penuh.
Pada harga Dexlite Rp23.700 per liter, pemilik mobil dengan tangki 70 liter harus menyiapkan dana lebih dari Rp1,6 juta untuk kondisi tangki benar-benar kosong sebelum pengisian.
Dari sisi handling, mobil diesel modern sebenarnya sudah jauh berbeda dibandingkan mobil diesel generasi lama. Teknologi common rail, turbocharger, sistem kontrol elektronik, serta transmisi otomatis membuat karakter mobil menjadi lebih halus dan mudah dikendarai.
Bobot kendaraan yang besar tetap terasa ketika bermanuver di jalan sempit, tetapi kestabilan saat melaju di jalan raya umumnya menjadi salah satu keunggulan SUV diesel.
Pengemudi juga mendapatkan posisi duduk yang lebih tinggi pada SUV seperti Fortuner dan Pajero Sport. Posisi tersebut memberikan visibilitas yang cukup baik terhadap kondisi lalu lintas di depan. Namun, bodi besar membuat pengemudi harus lebih berhati-hati ketika melewati jalan sempit, parkiran pusat perbelanjaan, atau kawasan padat.
Baca Juga: Mitsubishi Kuda Diesel Lawan Innova 2KD, Mana yang Lebih Bandel dan Layak Diburu?
Kenyamanan juga menjadi salah satu alasan masyarakat tetap memilih mobil diesel meskipun harga bahan bakarnya meningkat. Mobil diesel modern umumnya sudah mempunyai kabin kedap suara yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Getaran mesin juga semakin minim berkat teknologi mesin yang lebih modern.
Tetap saja, karakter suara diesel tidak sepenuhnya bisa dihilangkan. Pada saat mesin baru dinyalakan, suara khas diesel masih dapat terdengar lebih jelas dibandingkan mobil bensin. Setelah kendaraan berjalan, suara tersebut biasanya lebih tersamarkan oleh peredaman kabin dan suara ban.
Untuk perjalanan jauh, kenyamanan mobil diesel terasa semakin penting. Torsi besar membuat kendaraan tidak mudah kehilangan tenaga ketika menghadapi tanjakan. Transmisi otomatis pada mobil diesel modern juga membuat perjalanan menjadi lebih santai karena pengemudi tidak perlu terlalu sering memindahkan gigi.
Salah satu mobil impian yang masih menarik untuk masyarakat umum adalah Toyota Fortuner diesel. Bukan semata karena tampilannya, tetapi karena mobil ini menawarkan kombinasi antara kapasitas besar, posisi duduk tinggi
performa diesel, kenyamanan perjalanan, serta citra sebagai SUV keluarga. Bagi sebagian orang, Fortuner tetap menjadi salah satu mobil impian yang ingin dimiliki ketika kebutuhan kendaraan sudah meningkat.
Namun, harga mobilnya juga harus diperhitungkan bersama biaya kepemilikan. Mobil dengan harga beli tinggi membutuhkan anggaran perawatan, pajak, ban, asuransi, dan bahan bakar yang tidak sedikit.
Kenaikan harga Dexlite menjadi Rp23.700 per liter membuat calon pemilik harus menghitung total biaya kepemilikan, bukan hanya harga mobil ketika pertama kali membeli.
Dari sisi suku cadang, mobil diesel yang populer di Indonesia mempunyai keuntungan karena jaringan bengkel dan ketersediaan komponen relatif lebih mudah ditemukan dibandingkan mobil diesel yang jumlah populasinya sedikit.
Toyota, Mitsubishi, Isuzu, dan sejumlah merek lainnya memiliki basis pengguna yang besar sehingga ekosistem perawatan kendaraan juga lebih berkembang.
Meski demikian, beberapa komponen diesel modern memiliki harga yang tidak murah. Sistem common rail, injektor, turbocharger, pompa bahan bakar bertekanan tinggi, serta komponen elektronik membutuhkan perhatian lebih. Kerusakan pada komponen tersebut dapat menghabiskan biaya cukup besar.
Baca Juga: Toyota Hilux vs Mitsubishi Triton, Sama-sama Diesel Tangguh Tapi Ada Perbedaan yang Berbeda
Karena itu, kualitas bahan bakar menjadi bagian penting dalam menjaga mesin diesel. Pengguna sebaiknya tidak hanya melihat harga BBM paling murah, tetapi juga memperhatikan rekomendasi bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin. Penggunaan bahan bakar yang sesuai dapat membantu menjaga sistem injeksi dan performa mesin dalam jangka panjang.
Filter bahan bakar juga perlu mendapatkan perhatian. Pada mesin diesel modern, kualitas bahan bakar yang masuk ke sistem injeksi sangat penting. Filter yang kotor dapat mengganggu suplai bahan bakar dan berpotensi menurunkan performa kendaraan.
Kelebihan lain mobil diesel adalah karakter torsinya. Ketika digunakan untuk perjalanan jauh, mesin diesel dapat memberikan rasa santai karena tenaga bawahnya kuat. Mobil tidak harus dipaksa bekerja pada putaran tinggi hanya untuk mempertahankan kecepatan.
Karakter tersebut sangat cocok bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan luar kota. Rute seperti Semarang-Jakarta, Semarang-Solo, Surabaya-Malang, Bandung-Jakarta, atau perjalanan antarkota lainnya dapat menjadi medan yang sesuai untuk keunggulan mesin diesel.
Sebaliknya, kekurangan mobil diesel terletak pada biaya perawatan dan harga beberapa komponennya. Mobil diesel modern tidak sesederhana mesin diesel lawas. Sistem injeksi bertekanan tinggi membutuhkan komponen presisi sehingga perawatan yang buruk dapat menimbulkan masalah lebih serius.
Kekurangan lainnya adalah bobot kendaraan yang umumnya lebih berat. Bobot besar membuat konsumsi bahan bakar bisa meningkat ketika kendaraan digunakan di perkotaan dengan kondisi macet. SUV diesel juga membutuhkan ban berukuran besar yang harganya dapat lebih mahal dibandingkan mobil keluarga berukuran kecil.
Selain itu, harga pembelian mobil diesel baru biasanya lebih tinggi dibandingkan varian bensin pada model yang sama. Selisih harga tersebut perlu diperhitungkan berdasarkan jarak tempuh tahunan. Pengguna yang hanya menempuh jarak beberapa ribu kilometer per tahun mungkin tidak memperoleh manfaat efisiensi diesel sebesar pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh.
Kenaikan Dexlite juga membuat pemilik mobil diesel perlu mengubah pola penggunaan kendaraan. Perjalanan yang tidak terlalu penting dapat dikurangi, tekanan ban diperiksa secara rutin, servis dilakukan sesuai jadwal, dan gaya berkendara dibuat lebih halus. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar.
Pengemudi juga sebaiknya tidak terlalu sering melakukan akselerasi dan pengereman secara agresif. Pada mobil dengan bobot besar, gaya berkendara seperti itu dapat meningkatkan konsumsi BBM. Berkendara konstan dengan kecepatan wajar biasanya lebih bersahabat terhadap konsumsi bahan bakar.
Kenaikan harga Dexlite sebesar Rp4.000 per liter memang terasa besar. Jika sebuah kendaraan menghabiskan 100 liter dalam satu bulan, tambahan pengeluaran mencapai Rp400.000 dibandingkan harga sebelumnya. Dalam setahun, tambahan tersebut dapat mencapai Rp4,8 juta apabila pola konsumsi tetap sama.
Baca Juga: Bukan Diesel! Toyota Kijang Kapsul Bensin Tahun 1997–2004 Justru Banyak Dicari
Bagi pemilik kendaraan yang menggunakan Dexlite 200 liter per bulan, tambahan biaya mencapai Rp800.000 per bulan atau sekitar Rp9,6 juta per tahun. Perhitungan sederhana ini memperlihatkan mengapa kenaikan harga solar nonsubsidi menjadi perhatian besar bagi pengguna kendaraan diesel.
Meski demikian, tidak semua pemilik mobil diesel otomatis harus menjual kendaraannya. Keputusan tersebut harus melihat kebutuhan dan jarak tempuh. Kendaraan diesel yang masih sehat dan digunakan untuk perjalanan jauh tetap mempunyai keunggulan dari sisi efisiensi dan torsi.
Bagi pengguna yang setiap hari hanya menempuh jarak pendek di dalam kota, pilihan kendaraan bensin atau kendaraan elektrifikasi dapat menjadi pertimbangan lain. Namun, bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan tujuh penumpang, sering bepergian ke luar kota, membawa barang, atau membutuhkan torsi besar, mobil diesel masih mempunyai alasan kuat untuk dipertahankan.
Harga Dexlite Rp23.700 per liter akhirnya membuat satu hal menjadi semakin jelas, yaitu era mobil diesel murah untuk operasional tidak lagi bisa dianggap sama seperti beberapa tahun lalu. Efisiensi mesin tetap menjadi keunggulan, tetapi biaya bahan bakar sekarang harus dihitung lebih cermat.
Pemilik mobil diesel juga perlu memperhatikan kondisi mesin sebelum menyimpulkan bahwa kendaraannya boros. Konsumsi BBM yang tiba-tiba menurun bisa menjadi tanda kendaraan membutuhkan perawatan. Filter udara, filter bahan bakar, tekanan ban, oli mesin, sistem injeksi, hingga kondisi turbo perlu diperiksa secara berkala.
Pada akhirnya, mobil diesel masih mempunyai tempat kuat di Indonesia. Keunggulan torsi, kemampuan membawa beban, konsumsi bahan bakar yang relatif efisien, kapasitas kendaraan yang besar, dan kenyamanan untuk perjalanan jauh menjadi alasan kendaraan jenis ini tetap diminati.
Harga Dexlite yang kini mencapai Rp23.700 per liter memang membuat pemilik mobil diesel harus merogoh kocek lebih dalam. Namun, selama kendaraan dirawat dengan benar dan penggunaannya sesuai kebutuhan, mesin diesel masih bisa menjadi pilihan rasional untuk masyarakat umum.
Kenaikan harga BBM juga menjadi pengingat bahwa membeli mobil tidak cukup hanya melihat harga kendaraan dan cicilan bulanan. Biaya bahan bakar, servis berkala, suku cadang, pajak, ban, asuransi, serta kebutuhan penggunaan sehari-hari harus masuk dalam perhitungan.
Untuk masyarakat yang sedang mempertimbangkan membeli mobil diesel, efisiensi bahan bakar tetap penting tetapi bukan satu-satunya faktor. Performa, kapasitas penumpang, kenyamanan, handling, harga suku cadang, jaringan bengkel, serta biaya perawatan harus dilihat secara menyeluruh.
Baca Juga: Isuzu MU-X vs Pajero Sport, Sama-Sama Diesel:,Siapa Lebih Irit, Bertenaga dan Tangguh?
Dengan Dexlite Rp23.700 per liter, mobil diesel tidak otomatis kehilangan daya tarik. Justru kondisi tersebut membuat konsumen semakin dituntut cerdas dalam memilih kendaraan dan mengatur penggunaan BBM.
Mobil diesel yang tepat, dirawat dengan baik, dan digunakan sesuai karakter mesinnya masih mampu memberikan biaya perjalanan yang masuk akal sekaligus menawarkan performa kuat untuk kebutuhan keluarga maupun perjalanan jauh.
Perubahan harga BBM nonsubsidi sendiri mengikuti formula penetapan harga yang berlaku dan dapat berubah sesuai periode evaluasi. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya selalu memeriksa harga BBM terbaru sebelum membuat perhitungan biaya perjalanan atau keputusan pembelian kendaraan.
Dengan kata lain, kenaikan Dexlite bukan akhir dari cerita mobil diesel. Tantangannya sekarang adalah bagaimana pemilik kendaraan mampu menjaga konsumsi tetap efisien, merawat mesin secara disiplin, serta memilih waktu dan pola penggunaan kendaraan dengan lebih bijak.
Di tengah harga bahan bakar yang semakin dinamis, mobil yang hemat bukan hanya ditentukan oleh jenis mesinnya, tetapi juga oleh kondisi kendaraan dan kebiasaan pengemudinya.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi