Update Harga Honda City 2005, Ternyata Masih Segini, Bikin Mobil Lain Ketar-Ketir

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:12 WIB

 

harga mobil Honda City 2005
harga mobil Honda City 2005

 

RADARSEMARANG.ID –  Honda City 2005 kembali menarik perhatian di pasar mobil bekas. Sedan yang sudah berusia lebih dari dua dekade ini ternyata masih memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi masyarakat yang menginginkan mobil nyaman, irit bahan bakar, memiliki fitur cukup lengkap, tetapi tidak ingin mengeluarkan dana terlalu besar.

Update harga Honda City 2005 di pasar mobil bekas 2026 menunjukkan bahwa mobil ini masih bisa ditemukan di kisaran Rp60 jutaan hingga mendekati Rp80 jutaan, tergantung tipe, kondisi, lokasi, kelengkapan surat, riwayat perawatan, dan kondisi mesin maupun transmisi.

Pantauan sejumlah listing memperlihatkan Honda City tahun 2005 ditawarkan sekitar Rp60 juta, Rp61 juta, Rp70 juta, hingga sekitar Rp79 juta. Angka tersebut tentu bukan harga mati.

Honda City 2005 dengan kondisi sangat terawat, kilometer rendah, interior orisinal, bodi rapi, kaki-kaki sehat, AC dingin, serta transmisi bekerja normal bisa dihargai lebih tinggi dibandingkan unit yang membutuhkan banyak perbaikan.

Sebaliknya, unit dengan pajak mati, bekas tabrakan, pernah terendam banjir, mesin rembes oli, transmisi bermasalah, atau kaki-kaki yang sudah banyak bunyi dapat dihargai jauh lebih rendah.

Karena itu, harga Honda City 2005 sebaiknya tidak hanya dilihat dari tahun dan nominal iklan, tetapi juga dari biaya yang harus dikeluarkan setelah mobil dibeli.

Bagi masyarakat umum, Honda City 2005 menarik karena menawarkan karakter sedan yang nyaman tanpa harus masuk ke harga mobil bekas yang lebih mahal.

Model ini berasal dari Honda City generasi kedua yang dipasarkan sekitar 2002-2008. Honda sendiri mencatat generasi tersebut menggunakan pilihan mesin 1.5 liter i-DSI dan VTEC, dengan pilihan transmisi manual lima percepatan serta CVT.

Baca Juga: Traga vs L300 Mending Mana untuk Usaha? Jangan Salah Pilih, Ini Perbandingan Performa, Muatan dan Biayany

Beberapa fitur yang menjadi daya tariknya antara lain i-DSI, CVT, teknologi Triptonic atau Steermatic pada varian tertentu, serta Ultra Seat.

Itulah salah satu alasan mengapa Honda City 2005 masih layak diperhitungkan sebagai mobil harian. Usianya memang sudah tua, tetapi konsep yang dibawa pada zamannya tergolong maju.

Posisi duduk cukup nyaman, kabinnya terasa lega untuk ukuran sedan kompak, bagasi besar, kemudi ringan, serta pilihan mesin yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. 

Jika mencari mobil bekas untuk bekerja, mengantar keluarga, perjalanan dalam kota, atau sekadar memiliki kendaraan pribadi yang nyaman, Honda City 2005 masih punya alasan kuat untuk masuk daftar pilihan.

Untuk performa, hal pertama yang perlu dipahami adalah adanya perbedaan karakter antara mesin i-DSI dan VTEC. Mesin 1.5 liter i-DSI mempunyai tenaga sekitar 87-88 PS dan torsi sekitar 128 Nm,

sedangkan mesin 1.5 liter VTEC mampu menghasilkan sekitar 110 PS dan torsi sekitar 143 Nm.  Data teknis yang tersedia untuk City GD8 juga menunjukkan mesin 1.5 liter L15A menjadi jantung utama mobil ini.

Karakter mesin i-DSI lebih cocok untuk masyarakat yang mengutamakan efisiensi dan penggunaan sehari-hari. Tenaga memang tidak seagresif VTEC, tetapi respons pada putaran bawah terasa cukup untuk menghadapi lalu lintas perkotaan.

Mobil ini tidak dibuat sebagai sedan performa tinggi, sehingga ekspektasi perlu disesuaikan. Untuk menyalip, membawa penumpang penuh, atau menghadapi tanjakan, pengemudi perlu memperhitungkan momentum dan kondisi mesin.

Sementara itu, Honda City 2005 VTEC menawarkan karakter yang lebih bertenaga. Dengan output sekitar 110 PS, varian ini terasa lebih responsif ketika pedal gas diinjak lebih dalam.

Honda sendiri ketika memperkenalkan varian New City VTEC menekankan kombinasi tenaga besar, efisiensi, serta teknologi VTEC. Varian tersebut juga ditawarkan dengan transmisi manual lima percepatan dan CVT Steermatic tujuh percepatan.

Baca Juga: Toyota Hilux vs Mitsubishi Triton, Sama-sama Diesel Tangguh Tapi Ada Perbedaan yang Berbeda

Dalam pemakaian harian, perbedaan tersebut cukup terasa. i-DSI lebih santai dan masuk akal untuk pengendara yang sering melewati jalan perkotaan dengan lalu lintas padat.

VTEC lebih menarik bagi pengguna yang sesekali melakukan perjalanan luar kota dan menginginkan tenaga tambahan ketika melakukan akselerasi.

Namun, kondisi mesin unit bekas tetap lebih menentukan dibanding sekadar pilihan i-DSI atau VTEC. Mesin yang sehat dengan perawatan rutin bisa terasa lebih menyenangkan daripada mesin yang lebih bertenaga tetapi sudah banyak masalah.

Untuk konsumsi bahan bakar, Honda City 2005 termasuk salah satu sedan lama yang menarik. Angka konsumsi BBM tentu sangat bergantung pada kondisi mesin, transmisi, gaya berkendara, kondisi jalan, tekanan ban, beban kendaraan, dan kualitas bahan bakar.

Karena itu, jangan menganggap angka pengujian tertentu sebagai hasil yang pasti akan didapat semua pemilik. Salah satu pengujian yang dipublikasikan Carmudi menyebut City GD8 i-DSI bertransmisi otomatis pernah mencatat sekitar 1:21 km/l dalam kondisi pengujian tertentu.

Pengalaman pengguna juga menunjukkan hasil yang lebih beragam. Sebuah ulasan pemilik City GD8 VTEC A/T 2005 mencatat konsumsi sekitar 1:10 untuk kombinasi perjalanan dalam kota dan tol,

sedangkan saat cruising di tol dapat mencapai sekitar 1:15. Angka tersebut merupakan pengalaman pemilik, bukan angka resmi pabrikan, sehingga sebaiknya digunakan sebagai gambaran, bukan patokan mutlak.

Jika digunakan secara normal, calon pembeli sebaiknya lebih fokus pada kondisi aktual kendaraan. Honda City 2005 yang mesinnya sehat, injektor bersih, sensor bekerja baik, filter tidak kotor, busi sesuai spesifikasi,

ban memiliki tekanan tepat, dan transmisi dalam kondisi prima tentu lebih berpeluang menghasilkan konsumsi BBM yang baik. Sebaliknya, mobil tua yang jarang diservis bisa menjadi boros meskipun secara teori terkenal irit.

Dari sisi kapasitas, Honda City 2005 menawarkan konfigurasi lima penumpang dengan empat pintu. Salah satu data spesifikasi City i-DSI mencatat panjang sekitar 4.310 mm, lebar 1.690 mm, tinggi 1.485 mm, serta wheelbase 2.450 mm. Kapasitas tangki bahan bakarnya sekitar 42 liter.

Baca Juga: Isuzu MU-X vs Pajero Sport, Sama-Sama Diesel:,Siapa Lebih Irit, Bertenaga dan Tangguh?

Salah satu keunggulan yang sering terlupakan adalah bagasi. Honda mencatat kapasitas bagasi New City mencapai sekitar 500 liter berdasarkan metode VDA. Angka tersebut sangat besar untuk ukuran sedan kompak dan membuat City cukup praktis ketika digunakan membawa koper, tas kerja, perlengkapan keluarga, atau barang belanjaan.

Kabin juga menjadi nilai tambah. Teknologi Ultra Seat pada varian tertentu memungkinkan konfigurasi kursi belakang diubah sesuai kebutuhan.

Konsep tersebut membuat mobil tidak hanya berfungsi sebagai sedan untuk membawa penumpang, tetapi juga cukup fleksibel ketika harus membawa barang. Honda pada masanya memang menjadikan Ultra Seat sebagai salah satu keunggulan utama City.

Untuk handling, Honda City 2005 terasa cukup menyenangkan. Dimensinya tidak terlalu besar sehingga mudah dikendalikan di jalan sempit maupun area parkir.

Electric power steering membuat kemudi terasa ringan ketika bermanuver di kecepatan rendah. Data spesifikasi City i-DSI juga mencatat penggunaan electric power steering, suspensi depan MacPherson Strut, dan suspensi belakang H-shape torsion beam.

Karakter suspensinya cenderung lebih mengutamakan kestabilan dibandingkan bantingan yang sangat empuk. Ketika kondisi kaki-kaki sehat, City terasa cukup mantap saat melaju di jalan perkotaan maupun perjalanan luar kota.

Tetapi karena sebagian besar unit sekarang sudah berumur lebih dari 20 tahun, kondisi shockbreaker, bushing, tie rod, ball joint, bearing, serta komponen kaki-kaki harus diperiksa secara serius.

Fitur Honda City 2005 juga menjadi salah satu alasan mobil ini belum kehilangan daya tarik. Tergantung varian dan tahun produksi, City generasi tersebut sudah menawarkan fitur yang pada zamannya tergolong lengkap.

Honda mencatat fitur keamanan seperti Dual SRS Airbag, ABS, EBD, Brake Assist, pretensioner dan load limiter pada sabuk keselamatan, serta struktur bodi G-CON.

Varian VTEC tertentu bahkan memiliki rem cakram empat roda serta kombinasi ABS, EBD dan Brake Assist. Sebuah ulasan pemilik City VTEC A/T 2005 juga mencatat keberadaan Dual SRS Airbag, ABS, EBD, BA, power window anti-jepit, Ultra Seat, serta sistem audio.

Namun calon pembeli harus memahami bahwa fitur pada mobil berusia lebih dari 20 tahun tidak otomatis masih bekerja sempurna.

Lampu indikator airbag yang menyala, ABS bermasalah, power window lambat, central lock tidak berfungsi, AC kurang dingin, atau sensor tertentu mengalami kerusakan dapat menambah biaya perbaikan. Jadi, jangan hanya terpaku pada daftar fitur ketika melihat iklan.

Untuk suku cadang, Honda City 2005 masih cukup menarik karena menggunakan mesin Honda yang telah lama beredar di Indonesia. Komponen fast moving seperti oli, filter, busi, kampas rem, aki, ban, dan sejumlah komponen kaki-kaki relatif lebih mudah ditemukan.

 Reputasi Honda di pasar Indonesia juga membuat ekosistem bengkel dan suku cadangnya cukup berkembang. Honda sendiri masih menyediakan jaringan layanan purnajual dan informasi servis melalui jaringan resminya.

Baca Juga: Kijang Kapsul Diesel vs Panther Grand Touring, Dua Raja Diesel Era 2000-an

Meski demikian, bukan berarti semua suku cadang City 2005 murah. Beberapa komponen spesifik, terutama komponen transmisi CVT, sensor tertentu, komponen kelistrikan, trim interior, atau bagian bodi yang sudah jarang diproduksi, dapat membutuhkan pencarian lebih lama dan biaya lebih tinggi.

Karena itu, calon pembeli sebaiknya memilih unit yang kondisinya sehat daripada membeli mobil dengan harga sangat murah tetapi membutuhkan banyak penggantian komponen.

Kelebihan utama Honda City 2005 terletak pada kombinasi desain sedan yang tetap elegan, mesin 1.5 liter, konsumsi BBM yang berpotensi irit, kabin cukup lega, bagasi besar, handling menyenangkan, fitur keselamatan yang tergolong lengkap pada masanya, dan harga bekas yang relatif terjangkau. Di sisi lain, usia kendaraan menjadi kekurangan terbesar.

Mobil berusia dua dekade sangat bergantung pada riwayat perawatan pemilik sebelumnya. Karet-karet, selang, seal, bushing, mounting, sistem pendingin, komponen kelistrikan, serta berbagai bagian yang mengalami penuaan bisa mulai membutuhkan perhatian.

Jadi, jangan membeli Honda City 2005 hanya karena menemukan unit dengan harga Rp50 juta atau Rp60 juta. Harga beli murah bisa berubah menjadi mahal jika setelah transaksi harus melakukan perbaikan besar.

Masalah kaki-kaki juga perlu menjadi perhatian. Pengalaman pengguna dan diskusi pemilik menunjukkan bahwa kondisi kaki-kaki City harus diperiksa dengan teliti.

Ketika komponen sudah aus, gejala seperti bunyi ketika melewati jalan rusak, kemudi kurang stabil, atau mobil terasa tidak nyaman bisa muncul.

Transmisi CVT juga wajib diperiksa lebih teliti. Saat test drive, rasakan apakah mobil bergerak halus, apakah terdapat gejala selip, suara aneh, hentakan, atau respons yang tidak normal. Jangan hanya mengandalkan penjelasan penjual bahwa transmisi aman. Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan bersama mekanik yang memahami Honda sebelum transaksi.

Untuk masyarakat umum yang memiliki dana sekitar Rp60 juta hingga Rp80 juta dan sedang mencari sedan bekas, Honda City 2005 bisa menjadi salah satu opsi yang menarik. Pantauan harga saat ini menunjukkan adanya unit tahun 2005 di sekitar Rp60 juta-Rp79 juta pada beberapa platform jual beli mobil bekas, sementara listing lain menunjukkan angka sekitar Rp70 juta untuk City i-DSI.

Baca Juga: Solar Nih Bos, Isuzu D-Max vs Mitsubishi Triton 2021:Siapa Lebih Tangguh dan Lebih Irit

Harga Rp60 jutaan bisa menjadi titik awal pencarian, tetapi unit yang benar-benar bagus mungkin berada di atas angka tersebut. Pembeli juga harus menyisihkan dana untuk balik nama, pajak, servis awal,

penggantian oli, pemeriksaan kaki-kaki, serta kemungkinan mengganti komponen yang sudah aus. Membeli mobil tua tanpa menyediakan dana cadangan merupakan salah satu kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Kalau harus memilih antara i-DSI dan VTEC, jawabannya kembali pada kebutuhan. i-DSI lebih menarik bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi, perjalanan santai, dan penggunaan dalam kota. VTEC lebih cocok untuk orang yang menginginkan respons mesin lebih kuat.

Honda sendiri pernah menjelaskan bahwa VTEC 1.5 liter menghasilkan 110 PS dan 143 Nm, sehingga secara performa memang berada di atas i-DSI.

Sementara dari sisi kepraktisan, keduanya tetap menarik karena membawa formula sedan kompak dengan bagasi besar dan kabin yang relatif lega. Jika digunakan sebagai mobil pertama, mobil kerja, kendaraan keluarga kecil, atau kendaraan harian, Honda City 2005 masih bisa memberikan pengalaman berkendara yang cukup nyaman.

Lalu, apakah Honda City 2005 masih layak dibeli pada 2026 Jawabannya adalah iya, tetapi dengan satu syarat utama: cari kondisi, bukan sekadar tahun dan harga. Mobil Rp70 juta yang sehat bisa jauh lebih menguntungkan daripada mobil Rp55 juta yang membutuhkan perbaikan Rp20 juta setelah dibeli.

Sebelum membeli, periksa nomor rangka dan mesin, status pajak, kelengkapan dokumen, kondisi mesin saat dingin, suara mesin, asap knalpot, kebocoran oli, temperatur mesin, kondisi AC, power window, central lock, sistem audio, lampu indikator dashboard, kaki-kaki, rem, ban, serta kondisi transmisi. Lakukan test drive di berbagai kondisi dan, jika memungkinkan, bawa mekanik.

Baca Juga: Wuling Almaz Exclusive 2019 vs DFSK Glory i-Auto, Harga Bekasnya Kini Bikin Kaget

Jangan lupa memeriksa riwayat kecelakaan dan banjir. Bekas banjir bisa meninggalkan masalah kelistrikan yang baru muncul setelah beberapa waktu. Karpet yang terlalu baru, bau lembap, karat di bagian tertentu, atau kondisi kabel yang tidak normal patut diperiksa lebih lanjut.

Pada akhirnya, Honda City 2005 merupakan salah satu sedan lama yang masih punya daya tarik kuat untuk masyarakat umum. Mobil ini bukan sekadar murah karena sudah tua.

Di balik usianya, terdapat mesin 1.5 liter, kabin lima penumpang, bagasi sekitar 500 liter, handling yang cukup menyenangkan, fitur keselamatan yang relatif lengkap pada masanya, serta konsumsi BBM yang bisa sangat bersahabat jika kondisi kendaraan terjaga.

Honda juga secara resmi mencatat bahwa City generasi ini hadir dengan kombinasi i-DSI dan VTEC serta transmisi manual maupun CVT.

Dengan harga pasar 2026 yang masih berada di sekitar Rp60 jutaan sampai Rp70 jutaan untuk sejumlah unit, Honda City 2005 bisa menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang menginginkan mobil pribadi dengan dana terbatas. Namun jangan lupa, harga iklan bukan selalu harga transaksi dan kondisi setiap unit berbeda.

Jika mendapatkan unit yang terawat, mesin sehat, transmisi normal, kaki-kaki tidak bermasalah, AC dingin, interior masih rapi, dan dokumen lengkap, Honda City 2005 bahkan bisa menjadi salah satu mobil impianmu yang realistis untuk diwujudkan.

Bukan karena status atau gengsi, melainkan karena mobil ini masih menawarkan kombinasi kenyamanan, efisiensi, performa, fitur dan harga yang cukup sulit diabaikan di kelas mobil bekas.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
harga mobil bekas harga Honda City harga Honda City bekas Honda City 2005 mobil bekas