Cari Mobil Bekas Murah dan Irit? Ini 5 Pilihan yang Harganya Mulai Rp70 Jutaan

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:21 WIB

 

mobil bekas irit BBM murah
mobil bekas irit BBM murah

  

RADARSEMARANG.ID –  Mencari mobil bekas irit BBM dengan harga yang mulai terjangkau semakin menarik bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.

Di tengah biaya hidup dan harga bahan bakar yang terus menjadi pertimbangan, mobil yang hemat konsumsi bensin bukan hanya soal angka kilometer per liter, tetapi juga menyangkut biaya servis, ketersediaan suku cadang, kenyamanan, performa, konsumsi pajak, hingga harga jual kembali.

Kabar baiknya, pilihan mobil bekas irit BBM di pasar Indonesia cukup banyak. Bahkan dengan dana sekitar Rp70 juta sampai Rp130 jutaan, konsumen sudah bisa menemukan beberapa model yang masuk akal untuk digunakan bekerja, mengantar anak sekolah, belanja, perjalanan dalam kota, maupun perjalanan luar kota sesekali.

Data pasar 2026 menunjukkan Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio, Toyota Calya dan sejumlah city car lain masih memiliki rentang harga bekas yang cukup beragam.

Namun, jangan langsung tergiur dengan mobil bekas yang menawarkan harga paling murah. Unit dengan harga rendah belum tentu menjadi pilihan paling ekonomis

apabila setelah dibeli membutuhkan perbaikan mesin, transmisi, kaki-kaki, AC, ban, aki, atau komponen lainnya. Karena itu, pembeli mobil bekas sebaiknya menghitung biaya kepemilikan secara keseluruhan.

Baca Juga: Toyota Hilux vs Mitsubishi Triton, Sama-sama Diesel Tangguh Tapi Ada Perbedaan yang Berbeda

Dari sekian banyak pilihan, berikut lima mobil bekas irit BBM yang menarik dipertimbangkan untuk masyarakat umum.

Toyota Agya menjadi salah satu pilihan paling aman bagi konsumen yang mencari mobil bekas murah, irit BBM, mudah dikendarai dan relatif mudah dirawat.

Untuk pasar mobil bekas 2026, Agya generasi pertama tahun 2015-2017 masih dapat ditemukan pada kisaran sekitar Rp70 juta sampai Rp100 juta, sedangkan tahun dan varian yang lebih muda tentu memiliki harga lebih tinggi.

Data penawaran kendaraan bekas juga menunjukkan sejumlah Agya 2015-2017 berada di kisaran Rp98 juta sampai Rp120 jutaan, tergantung tipe, kondisi dan lokasi.

Agya generasi pertama hadir dengan pilihan mesin 1.0 liter dan 1.2 liter. Untuk konsumen yang lebih mengutamakan efisiensi, mesin 1.0 liter sudah cukup untuk pemakaian perkotaan. Sementara mesin 1.2 liter lebih menarik bagi pengguna yang sering membawa penumpang atau membutuhkan tenaga lebih ketika melewati tanjakan.

Pada Agya 1.2 generasi pertama, mesin 1.197 cc mampu menghasilkan sekitar 88 dk dengan torsi 100 Nm. Pengujian yang pernah dilakukan Otomotif menunjukkan Agya 1.2 A/T mampu mencatat konsumsi sekitar 16 km/liter di dalam kota, 19 km/liter di luar kota dan sekitar 24 km/liter pada kecepatan konstan 100 km/jam.

Angka tersebut tentu bukan jaminan konsumsi setiap pemilik karena kondisi lalu lintas, tekanan ban, beban kendaraan dan gaya mengemudi sangat memengaruhi hasil sebenarnya.

Untuk handling, Agya terasa ringan dan mudah dikendalikan. Ukurannya yang kompak membuatnya cocok untuk jalan perkotaan yang padat dan area parkir yang terbatas. Radius putarnya juga relatif kecil sehingga tidak menyulitkan ketika bermanuver.

Fitur Agya tergantung tahun dan tipe. Varian lebih tinggi umumnya menawarkan fitur yang lebih lengkap, sementara varian bawah lebih sederhana. Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya melihat tahun produksi, tetapi juga tipe dan kondisi fitur keselamatan maupun kenyamanan.

Baca Juga: Isuzu MU-X vs Pajero Sport, Sama-Sama Diesel:,Siapa Lebih Irit, Bertenaga dan Tangguh?

Keunggulan terbesar Agya ada pada biaya operasional, jaringan layanan Toyota yang luas, suku cadang yang relatif mudah ditemukan serta pasar mobil bekas yang aktif. Kekurangannya adalah kabin dan bagasi tidak sebesar MPV, kualitas peredaman bukan yang terbaik di kelasnya, dan performa mesin 1.0 liter terasa terbatas ketika mobil diisi penuh dan dibawa ke tanjakan panjang.

Pilihan kedua adalah Daihatsu Ayla. Jika target utama adalah mendapatkan mobil bekas dengan harga semurah mungkin tetapi tetap praktis untuk kegiatan harian, Ayla layak dimasukkan ke daftar pencarian.

Harga Ayla bekas tahun 2015-2019 dalam sejumlah data pasar 2026 berada sekitar Rp60 juta sampai Rp100 juta, sementara unit lebih muda dapat berada di atas angka tersebut.

Ayla memiliki hubungan teknis yang sangat dekat dengan Agya. Platform dan sejumlah komponen utamanya memiliki banyak kesamaan sehingga dari sisi perawatan, Ayla menjadi salah satu mobil yang relatif mudah ditangani.

Perbedaan utamanya berada pada desain, kelengkapan fitur, pilihan tipe serta positioning harga. Data pasar 2026 bahkan menunjukkan Ayla pada tahun dan kondisi tertentu bisa lebih murah sekitar Rp10 juta sampai Rp20 juta dibanding Agya yang sekelas.

Untuk konsumsi BBM, Ayla terkenal ekonomis, terutama pada varian mesin kecil. Pada pengujian terhadap Ayla 1.2 A/T, konsumsi dalam kota tercatat sekitar 11 km/liter, 18 km/liter di luar kota dan mencapai sekitar 24 km/liter pada kecepatan konstan 100 km/jam.

Sekali lagi, angka tersebut merupakan hasil pengujian tertentu dan bukan angka pasti yang akan diperoleh setiap pengguna. Performa Ayla cukup untuk kebutuhan mobilitas harian.

Mesin 1.0 liter cocok untuk penggunaan di kota dengan penumpang tidak terlalu banyak, sedangkan mesin 1.2 liter memberikan kemampuan lebih baik untuk membawa empat hingga lima orang dan menghadapi tanjakan.

Handling Ayla cenderung ringan dan mudah dipahami pengemudi pemula. Mobil ini bukan dibuat untuk mengejar performa tinggi, tetapi memang ditujukan untuk mobilitas ekonomis. Fitur juga tergantung tipe dan tahun produksi. Karena itu, konsumen dengan anggaran terbatas bisa memilih tipe menengah daripada mengejar varian tertinggi.

Keunggulan Ayla adalah harga beli relatif rendah, konsumsi BBM hemat, perawatan sederhana, suku cadang mudah dicari dan jaringan bengkel Daihatsu cukup luas.

Kekurangannya antara lain material kabin yang sederhana, peredaman suara yang biasa saja serta performa mesin kecil yang kurang ideal jika sering digunakan membawa beban penuh dalam perjalanan jauh.

Baca Juga: Kijang Kapsul Diesel vs Panther Grand Touring, Dua Raja Diesel Era 2000-an

Pilihan ketiga adalah Honda Brio Satya. Mobil ini sangat menarik bagi masyarakat yang menginginkan kombinasi irit BBM, performa responsif, handling lincah dan desain yang lebih modern. Harga memang cenderung lebih tinggi dibanding Agya atau Ayla pada tahun yang sama, tetapi Brio memiliki permintaan pasar bekas yang cukup kuat.

Pada 2026, data pasar menunjukkan Brio Satya bekas memiliki rentang yang luas. Untuk tahun 2017-2019, kisarannya sekitar Rp100 juta sampai Rp130 juta, sedangkan unit 2020-2022 bisa berada sekitar Rp130 juta sampai Rp160 juta. Di pasar aktual, harga sangat bergantung pada tipe, transmisi, kondisi dan riwayat servis.

Brio generasi kedua menggunakan mesin 1.2 liter 4-silinder dengan teknologi i-VTEC. Mesin tersebut menghasilkan sekitar 89 dk dan torsi 110 Nm. Kombinasi bobot yang relatif ringan dengan mesin 1.2 liter membuat Brio terasa responsif saat digunakan di perkotaan.

Dalam sebuah pengujian konsumsi BBM, Brio 1.2 CVT mencatat sekitar 16,9 km/liter di rute dalam kota dan 22,6 km/liter di jalan tol. Angka tersebut menunjukkan mengapa Brio sering masuk daftar mobil bekas irit BBM sekaligus menyenangkan untuk dikendarai.

Handling menjadi salah satu keunggulan Brio. Setir terasa ringan, bodi kompak dan respons mesin cukup cepat ketika pengemudi membutuhkan akselerasi. Mobil ini cocok untuk pengguna yang setiap hari menghadapi kemacetan tetapi tetap menginginkan mobil yang terasa lincah.

Dari sisi fitur, varian Brio memiliki perbedaan cukup besar. Varian Satya lebih berorientasi pada efisiensi harga, sementara varian yang lebih tinggi menawarkan kelengkapan lebih baik. Kapasitas penumpang secara praktis cocok untuk keluarga kecil, meski ruang belakang tetap harus dipertimbangkan jika sering membawa orang dewasa dalam perjalanan jauh.

Keunggulan Brio terletak pada performa, konsumsi BBM, handling, desain dan nilai jual kembali. Suku cadangnya juga relatif mudah ditemukan. Kekurangannya adalah harga bekas bisa lebih mahal dibanding Ayla atau Agya, ruang kabin belakang tidak sebesar MPV dan beberapa unit bekas perlu diperiksa dengan teliti pada bagian kaki-kaki, CVT serta kondisi bodi.

Pilihan keempat adalah Suzuki Ignis. Mobil ini cocok bagi konsumen yang ingin mobil kecil dengan karakter berbeda. Ignis memiliki mesin 1.197 cc 4-silinder dengan tenaga sekitar 83 dk dan torsi 113 Nm. Untuk transmisi otomatis, Suzuki menggunakan AGS atau Automated Gear Shift, yaitu transmisi manual yang proses perpindahan giginya dikendalikan sistem otomatis.

Baca Juga: Simak Dulu Duel Daihatsu Rocky 2023 vs Honda WR-V 2023 Sebelum Beli

Dalam pengujian yang dilakukan GridOto, Ignis AGS mencatat konsumsi sekitar 17,2 km/liter di dalam kota dan 20,5 km/liter di jalan tol. Angka tersebut menjadikan Ignis salah satu city car bekas yang menarik dari sisi efisiensi.

Harga bekas Ignis 2017-2019 pada pasar 2026 bisa berada sekitar Rp95 juta sampai Rp100 juta untuk unit tertentu, sementara data penawaran aktual menunjukkan unit 2017 bisa berada sekitar Rp120 juta dan 2019 sekitar Rp134 juta, bergantung tipe dan kondisi.

Kapasitas kabin Ignis cukup untuk penggunaan harian dan keluarga kecil. Posisi duduknya terasa tinggi untuk ukuran city car sehingga memberikan visibilitas yang cukup baik. Handling juga menjadi salah satu daya tarik karena bodinya kompak dan mudah diajak bermanuver.

Fitur tergantung tipe GL atau GX serta tahun produksinya. Varian lebih tinggi umumnya memiliki perlengkapan yang lebih menarik. Namun, sebelum membeli Ignis AGS bekas, konsumen perlu melakukan test drive dengan serius.

Perpindahan gigi AGS memiliki karakter berbeda dari CVT atau transmisi otomatis konvensional. Jika belum terbiasa, perpindahan gigi dapat terasa seperti mobil manual.

Keunggulan Ignis adalah desain unik, konsumsi BBM irit, mesin cukup responsif dan dimensi kompak. Kekurangannya adalah karakter transmisi AGS membutuhkan adaptasi, ruang belakang bukan yang paling luas dan harga beberapa komponen tertentu sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum membeli.

Pilihan kelima adalah Toyota Calya. Mobil ini sedikit berbeda karena bukan sekadar city car kecil, melainkan MPV kompak dengan kapasitas hingga tujuh penumpang.

Bagi keluarga yang membutuhkan mobil bekas irit BBM tetapi tetap membutuhkan ruang lebih besar, Calya menjadi salah satu pilihan yang menarik.

Harga Toyota Calya bekas tahun 2017-2019 berada sekitar Rp90 juta sampai Rp120 juta berdasarkan data pasar 2026, sementara unit 2020-2022 dapat berada sekitar Rp120 juta sampai Rp145 juta.

Data penawaran kendaraan bekas juga menunjukkan Calya 2018 manual sekitar Rp112 juta dan Calya 2019 otomatis sekitar Rp125 juta.

Calya menggunakan mesin 1.2 liter yang ditujukan untuk memberikan keseimbangan antara kemampuan membawa penumpang dan efisiensi bahan bakar.

Dibandingkan city car seperti Brio, dimensi Calya memang lebih besar, tetapi konsumsi BBM masih cukup masuk akal untuk kebutuhan harian.

Keunggulan utama Calya tentu saja kapasitasnya. Ketika membutuhkan kendaraan untuk keluarga, membawa anak, belanja dalam jumlah banyak atau perjalanan bersama beberapa anggota keluarga, Calya jauh lebih praktis dibanding city car.

Handling Calya cukup mudah untuk mobil keluarga. Namun, karena bodinya lebih panjang dan tinggi, sensasi berkendaranya tentu berbeda dari Brio atau Agya. Pengemudi harus lebih memperhatikan dimensi ketika parkir dan bermanuver di jalan sempit.

Fitur keselamatan dan kenyamanan bergantung tahun serta tipe. Varian G biasanya lebih menarik bagi konsumen yang menginginkan kelengkapan lebih baik. Dari sisi purna jual, nama Toyota menjadi salah satu nilai tambah karena pasar mobil bekasnya luas.

Baca Juga: Toyota Yaris Bakpao 2012 vs Honda Jazz 2012, Harga Bekas Selisih Tipis

Kekurangan Calya adalah performa tidak seagresif Brio, terutama ketika seluruh kursi terisi dan mobil membawa banyak barang. Baris ketiga juga lebih cocok untuk anak-anak atau perjalanan pendek dibanding orang dewasa untuk perjalanan jauh. Namun, untuk keluarga yang membutuhkan mobil ekonomis dengan kapasitas besar, kekurangan tersebut masih bisa diterima.

Jika kelima mobil tersebut dibandingkan secara sederhana, Agya cocok bagi pembeli yang ingin mobil praktis dengan perawatan mudah. Ayla lebih menarik bagi pembeli dengan anggaran terbatas. Brio menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan performa dan handling.

Ignis cocok untuk pengguna yang menginginkan city car dengan karakter berbeda, sedangkan Calya menjadi pilihan paling masuk akal untuk keluarga yang membutuhkan tujuh tempat duduk.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah angka konsumsi BBM tidak boleh dijadikan satu-satunya patokan. Pengujian media menunjukkan perbedaan konsumsi antara mobil yang sama dapat terjadi tergantung rute, kecepatan, beban dan gaya mengemudi.

Toyota sendiri juga menekankan bahwa konsumsi BBM dipengaruhi gaya berkendara, kondisi lalu lintas dan jenis bahan bakar yang digunakan.

Begitu pula dengan harga mobil bekas. Angka Rp70 juta, Rp80 juta atau Rp100 juta bukan berarti semua unit pada model dan tahun tersebut memiliki kondisi sama.

 Pasar mobil bekas sangat dipengaruhi kilometer, kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, ban, interior, kelengkapan dokumen, riwayat servis dan lokasi kendaraan. Rentang harga 2026 juga menunjukkan perbedaan yang cukup besar antarunit.

Sebelum membayar, calon pembeli sebaiknya melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pastikan mesin dapat hidup dengan mudah saat kondisi dingin, tidak mengeluarkan asap berlebihan, tidak terdapat kebocoran oli atau coolant dan temperatur mesin stabil.

Untuk transmisi otomatis, lakukan test drive dari kondisi berhenti hingga kecepatan menengah. Perhatikan apakah terdapat hentakan, selip atau suara yang tidak normal.

Kaki-kaki juga wajib diperiksa karena mobil bekas yang sering digunakan di jalan berlubang bisa memiliki masalah pada shock absorber, tie rod, ball joint atau komponen lainnya. Kondisi ban juga penting karena mengganti empat ban sekaligus dapat menambah pengeluaran beberapa juta rupiah.

Baca Juga: Solar Nih Bos, Isuzu D-Max vs Mitsubishi Triton 2021:Siapa Lebih Tangguh dan Lebih Irit

Jangan lupa memeriksa AC, power window, sistem audio, lampu, wiper, central lock, indikator dashboard dan fitur keselamatan. Dokumen kendaraan juga harus sesuai dengan nomor rangka dan nomor mesin.

Riwayat servis menjadi nilai tambah besar karena dapat membantu calon pembeli mengetahui bagaimana kendaraan tersebut dirawat oleh pemilik sebelumnya.

Pada akhirnya, mencari mobil bekas irit BBM tidak selalu berarti mencari mobil dengan angka kilometer per liter paling tinggi. Mobil yang sedikit lebih mahal tetapi memiliki kondisi sehat, suku cadang mudah dicari, jaringan bengkel luas dan nilai jual kembali bagus bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

Untuk masyarakat umum dengan dana terbatas, Toyota Agya dan Daihatsu Ayla menjadi dua pilihan yang menarik karena harga masuknya relatif rendah dan biaya perawatannya mudah diprediksi. Honda Brio lebih cocok untuk pembeli yang ingin sensasi berkendara lebih responsif.

Suzuki Ignis dapat menjadi alternatif bagi yang ingin city car berbeda dengan konsumsi BBM tetap hemat. Sementara Toyota Calya layak dipilih apabila kebutuhan utama adalah membawa keluarga dan penumpang lebih banyak.

Dengan budget sekitar Rp80 juta sampai Rp130 juta, calon pembeli sudah memiliki cukup banyak pilihan mobil bekas irit BBM untuk kebutuhan harian. 

Yang paling penting bukan sekadar mendapatkan harga murah, tetapi menemukan unit yang kondisinya sehat dan memiliki riwayat perawatan jelas.

Jadi, kalau pertanyaannya adalah mobil bekas irit BBM apa yang paling masuk akal untuk masyarakat umum, jawabannya kembali pada kebutuhan.

Untuk biaya kepemilikan yang ekonomis, Ayla dan Agya sangat menarik. Untuk performa dan kelincahan, Brio sulit diabaikan. Untuk alternatif city car yang unik dan hemat, Ignis patut diperhitungkan. Sedangkan bagi keluarga yang membutuhkan kapasitas tujuh penumpang, Calya menjadi pilihan yang lebih rasional.

Dengan semakin banyaknya pilihan mobil bekas di pasar 2026, konsumen justru memiliki keuntungan untuk membandingkan harga dan kondisi sebelum membeli. Jangan terburu-buru hanya karena menemukan unit dengan harga paling murah.

Mobil bekas yang tepat adalah mobil yang harga belinya sesuai kemampuan, konsumsi BBMnya hemat, perawatannya masuk akal, suku cadangnya tersedia, nyaman digunakan setiap hari dan masih mudah dijual kembali ketika kebutuhan berubah.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
mobil bekas murah 2026 harga mobil bekas mobil bekas irit bbm mobil bekas Rp70 jutaan mobil bekas