Harga Bekas Sama-Sama Menggoda, Innova 2.5 Barong atau Panther Grand Touring 2.5L?

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:36 WIB
Innova 2.5 Barong vs Panther Grand Touring 2.5L
Innova 2.5 Barong vs Panther Grand Touring 2.5L

 

RADARSEMARANG.ID – Kalau sedang mencari mobil diesel bekas untuk keluarga dengan dana yang tidak terlalu besar, dua nama lama yang masih menarik perhatian adalah Toyota Kijang Innova 2.5 Barong dan Isuzu Panther Grand Touring 2.5L.

Keduanya sama-sama memiliki reputasi sebagai mobil keluarga berdarah diesel, sama-sama menggunakan penggerak roda belakang, dan sama-sama dikenal mampu digunakan bertahun-tahun.

Namun, karakter keduanya sebenarnya cukup berbeda. Innova 2.5 Barong lebih mengutamakan keseimbangan antara performa, kenyamanan, fitur dan kepraktisan, sedangkan Panther Grand Touring 2.5L menawarkan konstruksi yang lebih sederhana, kabin lega dan karakter kendaraan yang kuat untuk penggunaan sehari-hari.

Untuk masyarakat umum yang sedang mempertimbangkan mobil bekas, perbandingan Toyota Innova Barong vs Isuzu Panther Grand Touring menarik karena keduanya kini berada di rentang harga yang relatif berdekatan.

Yang perlu diperhatikan bukan sekadar tahun kendaraan atau harga di iklan, tetapi kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, sistem bahan bakar, interior, riwayat servis dan ketersediaan komponen. Dengan usia kendaraan yang sudah cukup tua, kondisi unit jauh lebih menentukan daripada sekadar embel-embel tipe.

Toyota Kijang Innova Barong merupakan sebutan populer untuk Innova facelift generasi pertama yang beredar sekitar 2013-2015. Pada versi dieselnya, mobil ini menggunakan mesin 2KD-FTV berkapasitas 2.494 cc dengan teknologi diesel common rail dan turbo.

Data yang dihimpun sejumlah media otomotif mencatat tenaga sekitar 102 PS pada 3.600 rpm dan torsi sekitar 260 Nm pada 1.600-2.400 rpm, dengan pilihan transmisi manual lima percepatan maupun otomatis empat percepatan.

Baca Juga: 30 Tahun Mengaspal, Isuzu Panther Akhirnya Pensiun: Ternyata Ini Penyebabnya

Sementara itu, Isuzu Panther Grand Touring 2.5L berada pada karakter yang berbeda. Panther Grand Touring dikenal menggunakan mesin diesel 2.5 liter dengan konstruksi yang relatif sederhana dan transmisi manual lima percepatan.

Dalam berbagai referensi otomotif, tenaga Panther berada di kisaran 78 PS dengan torsi sekitar 191 Nm. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan Innova diesel, tetapi karakter mesin Panther lebih mengutamakan kesederhanaan dan daya tahan untuk pemakaian sehari-hari daripada mengejar akselerasi.

Kalau hanya melihat performa mesin, Innova 2.5 Barong jelas lebih unggul. Torsi 260 Nm membuat Innova terasa lebih kuat ketika membawa penumpang penuh, menanjak atau melakukan perjalanan luar kota.

Turbo diesel dan sistem common rail juga membuat respons mesin lebih sesuai dengan kebutuhan mobil keluarga modern pada zamannya. Ketika pedal gas diinjak pada putaran rendah-menengah, dorongan torsinya terasa cukup kuat sehingga mobil tidak terlalu kesulitan membawa tujuh hingga delapan penumpang beserta barang.

Panther Grand Touring bukan berarti tidak mampu membawa beban. Justru salah satu alasan mobil ini bertahan lama di jalan Indonesia adalah karakter mesinnya yang sederhana dan mudah dipahami oleh banyak bengkel. Namun, pengemudi harus menerima kenyataan bahwa akselerasinya tidak secepat Innova.

Ketika digunakan untuk menyalip di jalan luar kota atau membawa penumpang penuh di tanjakan, pengemudi perlu lebih sabar dan pintar menjaga momentum. Bagi pengguna yang terbiasa mengemudi santai, karakter tersebut bukan masalah besar.

Untuk konsumsi bahan bakar, keduanya tergolong menarik untuk ukuran MPV besar, tetapi angka nyata sangat bergantung pada kondisi kendaraan. Innova diesel generasi awal pernah dicatat mampu berada di sekitar 10 km/liter untuk penggunaan dalam kota dan sekitar 16 km/liter di luar kota pada kondisi tertentu.

Angka tersebut bukan jaminan setiap unit akan mendapatkan hasil sama karena usia kendaraan, kondisi injektor, turbo, filter, ban, beban, lalu lintas dan gaya mengemudi sangat berpengaruh.

Baca Juga: Sama-Sama Diesel, Panther Grand Touring atau Innova yang Lebih Layak Dibeli?

Pada Panther Grand Touring, konsumsi solar juga dikenal cukup bersahabat, tetapi jangan membeli mobil tua hanya berdasarkan klaim angka irit. Mesin yang sudah berumur, injektor yang kurang sehat, pompa bahan bakar bermasalah, tekanan ban tidak sesuai atau kaki-kaki yang seret bisa membuat konsumsi BBM meningkat.

Karena itu, untuk mobil bekas berusia lebih dari satu dekade, kondisi aktual kendaraan lebih penting daripada angka konsumsi di brosur atau pengalaman pemilik lain.

Dari sisi kapasitas, Innova mempunyai keunggulan sebagai mobil keluarga. Kabinnya terasa lebih modern dan pengaturan ruang penumpang lebih fleksibel.

Beberapa tipe Innova bahkan menawarkan captain seat pada varian tertentu serta kelengkapan seperti AC digital, MID, wood panel dan interior yang lebih mewah pada tipe V.

Panther Grand Touring juga menawarkan kabin tiga baris yang lapang. Mobil ini terkenal memiliki ruang kepala dan ruang kaki yang cukup baik untuk kebutuhan keluarga.

Keunggulan Panther justru muncul dari pendekatan yang sederhana. Banyak bagian interiornya mudah dipahami dan tidak terlalu bergantung pada sistem elektronik rumit. Bagi keluarga yang lebih mementingkan ruang kabin, kemudahan perawatan dan fungsi dasar kendaraan, karakter tersebut masih mempunyai nilai.

Soal handling, Innova Barong terasa lebih modern. Posisi mengemudi, peredaman kabin dan kestabilan mobil ketika melaju di jalan luar kota membuatnya lebih nyaman digunakan sebagai kendaraan keluarga.

Suspensinya cenderung memberikan kompromi antara kenyamanan dan kestabilan. Dimensi bodi memang cukup besar, tetapi setelah terbiasa, mobil ini relatif mudah dikendalikan.

Panther Grand Touring memiliki rasa berkendara yang lebih utilitarian. Setir dan respons kendaraan terasa berbeda dibanding MPV yang lebih baru.

Bodi yang tinggi dan karakter suspensinya membuat pengemudi perlu menyesuaikan diri ketika bermanuver pada kecepatan tinggi.  Namun, untuk perjalanan santai, jalan desa, rute antarkota dan kebutuhan keluarga, karakter tersebut masih bisa diterima.

Dari sisi fitur, Innova memenangkan perbandingan dengan cukup mudah. Pada varian G dan V, misalnya, tersedia AC double blower, power window, power door lock, foglamp, sistem audio dan berbagai perlengkapan kenyamanan.

Varian V mendapatkan tambahan seperti MID, AC digital, wood panel dan sejumlah perlengkapan interior yang membuat suasana kabin lebih mewah.

Baca Juga: Mitsubishi Kuda Pernah Jadi Lawan Kijang dan Panther KiPunya Cerita Menarik yang Membuatnya Tetap Diingat

Panther Grand Touring lebih sederhana. Fitur yang tersedia memang cukup untuk kebutuhan dasar, tetapi jangan berharap kemewahan seperti layar infotainment modern, kamera mundur, kontrol elektronik berlimpah atau berbagai fitur bantuan pengemudi seperti mobil baru.

Di sinilah calon pembeli harus menentukan prioritas. Jika yang dicari adalah kenyamanan dan fitur, Innova lebih menarik. Jika yang dicari adalah kendaraan sederhana yang mudah dipahami, Panther punya daya tarik tersendiri.

Untuk harga bekas, Innova Barong diesel 2013-2015 saat ini masih memiliki harga yang cukup tinggi dibanding banyak MPV diesel seusianya.

Data pasar yang dihimpun pada 2026 menunjukkan Innova diesel 2013 berada sekitar Rp180 juta hingga Rp245 jutaan tergantung tipe dan kondisi.

Untuk Innova Barong diesel 2014, kisaran harga yang diberitakan berada di sekitar Rp200 jutaan hingga Rp250 jutaan lebih untuk tipe tertentu.

Harga di lapangan tentu bisa lebih rendah atau lebih tinggi. Iklan mobil bekas yang tersedia juga memperlihatkan rentang harga yang cukup lebar, karena kilometer, kondisi bodi, kelengkapan surat, riwayat servis dan kondisi mesin sangat menentukan. Bahkan unit tahun yang sama bisa mempunyai selisih puluhan juta rupiah.

Panther Grand Touring biasanya mempunyai harga masuk yang lebih ramah, tetapi harga sangat bergantung pada tahun dan kondisi.

Karena Panther sudah tidak diproduksi lagi, pembeli perlu lebih teliti terhadap kondisi kendaraan dan mencari unit yang riwayat perawatannya jelas. Produksi Panther sendiri telah dihentikan pada 2021, tetapi layanan dan penyediaan suku cadang tetap menjadi perhatian bagi pemilik kendaraan.

Berbicara soal purna jual, Innova mempunyai keunggulan yang sulit dibantah. Nama Kijang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia dan jaringan servis Toyota tersebar luas.

Bengkel umum juga banyak yang sudah memahami mesin 2KD-FTV. Hal tersebut membuat pemilik lebih mudah mencari tempat servis, mencari mekanik dan memperoleh komponen pengganti.

Suku cadang Innova diesel juga relatif mudah ditemukan. Komponen fast moving seperti filter oli, filter solar, filter udara, kampas rem, komponen kaki-kaki dan beberapa bagian mesin tersedia dari banyak merek.

Baca Juga: Kijang Kapsul Diesel vs Panther Grand Touring, Dua Raja Diesel Era 2000-an

Untuk komponen yang lebih mahal seperti injektor, turbocharger dan komponen sistem common rail, calon pembeli tetap harus menyiapkan dana lebih karena teknologi diesel common rail membutuhkan perawatan yang benar.

Panther mempunyai keunggulan dari sisi kesederhanaan konstruksi dan ketersediaan banyak komponen di pasar. Mesin diesel Isuzu sudah lama dikenal di Indonesia sehingga bengkel diesel di berbagai daerah relatif familiar dengan karakter mesinnya.

Namun, karena usia kendaraan semakin tua, persoalan terbesar justru bukan semata-mata mencari suku cadang, melainkan menemukan unit yang belum terlalu banyak mengalami perbaikan atau modifikasi.

Kelebihan utama Innova 2.5 Barong adalah performanya. Mobil ini mampu memberikan kombinasi yang cukup menarik antara tenaga, torsi, kenyamanan dan konsumsi solar.

Kabinnya juga lebih modern dibanding Panther, fitur lebih banyak, posisi berkendara lebih nyaman dan nilai jual kembali cenderung kuat. Reputasi mesin 2KD-FTV juga menjadi salah satu alasan Innova diesel bekas masih banyak dicari.

Namun, Innova bukan tanpa kekurangan. Usianya sudah lebih dari satu dekade sehingga pembeli harus siap menghadapi komponen yang mulai aus. Sistem common rail juga membutuhkan perhatian terhadap kualitas bahan bakar dan kebersihan filter solar.

Jika mendapatkan unit yang tidak dirawat dengan baik, biaya perbaikan sistem injeksi, turbo atau kaki-kaki bisa cukup menguras kantong. Fitur yang lebih banyak juga berarti potensi komponen yang perlu diperbaiki lebih beragam.

Kelebihan Panther Grand Touring ada pada kesederhanaan, kabin lega, karakter diesel yang kuat dan kemudahan perawatan. Mobil ini cocok untuk masyarakat yang tidak terlalu mengejar akselerasi dan fitur modern. Mesin yang sederhana juga membuat banyak bengkel diesel sudah memahami cara menangani kendaraan tersebut.

Kekurangannya adalah performa yang tertinggal cukup jauh dari Innova. Suara dan getaran mesin juga terasa lebih kuat. Kenyamanan, desain dashboard dan kelengkapan fitur tidak bisa disandingkan secara langsung dengan Innova Barong.

Usia kendaraan yang semakin tua juga membuat pemeriksaan bodi, sasis, kaki-kaki, AC, kelistrikan dan sistem pendingin menjadi sangat penting.

Kalau pertanyaannya kemudian berubah menjadi Innova Barong 2.5 atau Panther Grand Touring 2.5 untuk keluarga, jawabannya kembali pada kebutuhan. Untuk keluarga yang sering bepergian jauh, membawa penumpang penuh,

membutuhkan kabin nyaman dan menginginkan tenaga lebih kuat, Innova 2.5 Barong merupakan pilihan yang lebih masuk akal. Mobil ini menawarkan paket yang lebih lengkap tanpa meninggalkan karakter diesel yang menjadi daya tarik utamanya.

Sebaliknya, Panther Grand Touring lebih cocok bagi masyarakat yang ingin mobil keluarga diesel dengan karakter sederhana dan tidak terlalu mengejar fitur.

Baca Juga: Duel MPV Lawas,Toyota Kijang LGX vs Isuzu Panther LS Ini Perbedaannya

Selama mendapatkan unit yang sehat, Panther masih bisa menjadi kendaraan harian yang fungsional. Namun, pembeli harus benar-benar memahami bahwa membeli mobil tua berarti membeli kondisi kendaraan, bukan hanya membeli merek dan tipe.

Bagian paling penting sebelum membeli adalah melakukan inspeksi. Untuk Innova 2.5 Barong, periksa suara mesin ketika dingin, asap knalpot, kondisi turbo, injektor, sistem common rail, kebocoran oli, temperatur mesin, transmisi, kaki-kaki dan AC. Perhatikan pula apakah terdapat gejala mesin pincang, susah hidup ketika dingin atau tenaga terasa berat.

Pada Panther Grand Touring, pemeriksaan mesin diesel, pompa bahan bakar, sistem pendingin, kopling, transmisi, kaki-kaki dan kondisi sasis harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan hanya tertipu bodi yang terlihat mengkilap. Mobil tua dengan bodi bagus belum tentu mempunyai mesin dan kaki-kaki sehat.

Jika anggaran pembelian terbatas, jangan habiskan seluruh dana untuk harga unit. Sisakan dana untuk servis awal setelah mobil dibeli. Penggantian oli, filter, pengecekan rem, kaki-kaki, aki, ban dan sistem pendingin merupakan langkah penting agar mobil siap digunakan. Untuk diesel common rail, filter solar juga tidak boleh disepelekan.

Pada akhirnya, Toyota Innova 2.5 Barong dan Isuzu Panther Grand Touring 2.5L sama-sama memiliki alasan mengapa masih bertahan di pasar mobil bekas.

Innova unggul dalam performa, kenyamanan, fitur, handling dan purna jual, sedangkan Panther lebih kuat pada kesederhanaan, karakter mesin dan kemudahan perawatan.

Jika masyarakat umum mencari mobil keluarga yang lebih nyaman dan bertenaga, Innova Barong layak menjadi pilihan utama. Tetapi jika prioritasnya adalah mobil diesel sederhana dengan biaya kepemilikan yang ingin dibuat seefisien mungkin, Panther Grand Touring tetap menarik untuk dipertimbangkan.

Jadi, jangan hanya bertanya mana yang lebih bandel. Pertanyaan yang lebih penting adalah unit mana yang kondisinya paling sehat.

Innova Barong diesel seharga Rp200 jutaan dengan mesin, transmisi dan kaki-kaki sehat bisa jauh lebih menguntungkan daripada unit murah yang membutuhkan banyak perbaikan.

Begitu pula Panther Grand Touring, unit dengan riwayat perawatan jelas dan kondisi mesin sehat akan lebih masuk akal daripada mobil yang terlihat murah tetapi menyimpan banyak pekerjaan rumah.

Untuk pembeli mobil keluarga, prinsip paling aman tetap sama: periksa kondisi kendaraan secara menyeluruh, lakukan test drive, cek dokumen dan bila perlu gunakan jasa inspeksi sebelum transaksi.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Innova 2.5 Barong lebih layak disebut sebagai pilihan serba bisa. Ia masih mampu memberikan performa diesel yang kuat, kabin keluarga yang nyaman, konsumsi bahan bakar yang cukup efisien dan dukungan purna jual yang relatif mudah.

Panther Grand Touring, di sisi lain, merupakan pilihan yang lebih sederhana dan fungsional. Keduanya bukan lagi mobil baru, tetapi justru karena itulah harga, kondisi dan biaya perawatan harus menjadi pertimbangan utama.

Bagi masyarakat yang mencari MPV diesel bekas untuk bekerja, mengantar keluarga, perjalanan antarkota maupun kebutuhan sehari-hari, dua model ini masih mempunyai tempat asal memilih unit yang tepat, bukan sekadar mengejar harga paling murah.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
Panther Grand Touring Innova Barong Panther toyota mobil bekas