RADARSEMARANG.ID – Toyota Alphard 2015 dan Honda Odyssey 2015 sama-sama menarik bagi masyarakat yang sedang mencari MPV bekas nyaman untuk keluarga. Keduanya menawarkan kabin luas, pintu geser elektrik, mesin bensin berkapasitas besar, serta perlengkapan yang pada zamannya sudah tergolong lengkap.
Namun, ketika harga bekas keduanya sekarang terpaut cukup jauh, pertanyaannya menjadi lebih menarik: apakah Toyota Alphard 2015 memang jauh lebih baik daripada Honda Odyssey 2015, atau justru Honda Odyssey menawarkan paket yang lebih masuk akal untuk pemakaian sehari-hari
Kalau dilihat sekilas, Alphard memang memiliki aura yang lebih mewah. Generasi ketiga atau AH30 yang mulai hadir pada 2015 membawa desain bodi besar dengan grille depan yang sangat mencolok, kabin senyap, ruang penumpang lega, serta kursi baris kedua yang sangat nyaman pada varian tertentu.
Honda Odyssey 2015 mengambil pendekatan berbeda. Bodinya tetap besar dan mewah, tetapi desainnya lebih rendah dan lebih dekat dengan karakter mobil penumpang. Posisi berkendaranya terasa lebih dinamis dan pengendaliannya cenderung lebih mudah diajak bermanuver.
Untuk perbandingan yang lebih adil bagi masyarakat umum, Toyota Alphard 2015 yang dibahas terutama adalah varian 2.5 liter, sedangkan Honda Odyssey 2015 adalah 2.4 liter Prestige yang resmi dipasarkan Honda Indonesia.
Varian Alphard 3.5 Q memiliki performa jauh lebih tinggi, tetapi konsumsi bahan bakar dan biaya kepemilikannya juga berbeda sehingga kurang tepat jika langsung dibandingkan dengan Odyssey 2.4.
Dari sisi mesin, Toyota Alphard 2.5 menggunakan mesin 2AR-FE empat silinder berkapasitas sekitar 2.494 cc. Tenaganya berada di kisaran 180 PS dengan torsi sekitar 235 Nm, dipadukan dengan transmisi CVT.
Baca Juga: Wuling Almaz Exclusive 2019 vs DFSK Glory i-Auto, Harga Bekasnya Kini Bikin Kaget
Karakter mesin ini lebih mengutamakan kehalusan dan kenyamanan daripada akselerasi agresif. Saat membawa keluarga penuh, Alphard tetap mampu bergerak dengan baik, tetapi bobot bodinya membuat respons pedal gas tidak terasa seringan sedan atau MPV berukuran lebih kecil.
Honda Odyssey 2015 menggunakan mesin 2.4 liter DOHC i-VTEC Earth Dreams Technology. Honda Indonesia mencatat tenaga maksimal 175 PS pada 6.200 rpm dan torsi 23 kg-m pada 4.000 rpm.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi CVT. Honda juga membekali Odyssey dengan ECON Mode untuk membantu pengemudi mengatur gaya berkendara agar konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Di atas kertas, perbedaan tenaga antara Alphard 2.5 dan Odyssey 2.4 tidak terlalu jauh. Namun sensasi ketika dikendarai berbeda. Alphard terasa lebih berat, tenang, dan mantap, sedangkan Odyssey terasa lebih ringan dan responsif.
Bagi keluarga yang lebih sering bepergian di dalam kota, Odyssey memiliki keunggulan karena karakter kemudinya terasa lebih lincah. Untuk perjalanan jauh di jalan tol, Alphard lebih unggul dalam memberikan rasa nyaman dan stabil.
Soal performa, jangan mengharapkan kedua mobil ini mempunyai karakter seperti mobil sport. Keduanya adalah MPV besar yang dirancang membawa keluarga.
Alphard 2.5 membutuhkan waktu lebih banyak untuk mencapai kecepatan tinggi dibandingkan mobil yang lebih ringan, tetapi ketika sudah melaju, karakter suspensi dan bobot bodinya membuat perjalanan terasa tenang. Odyssey justru menarik karena posisi bodinya lebih rendah sehingga pengemudi dapat merasakan respons kemudi dengan lebih cepat.
Honda Odyssey mempunyai salah satu keunggulan penting pada pengendalian. Titik pusat gravitasinya relatif rendah untuk sebuah MPV, sehingga ketika melewati tikungan atau berpindah jalur, bodi tidak terasa setinggi MPV premium berukuran besar.
Honda juga menggunakan rancangan suspensi yang mendukung kestabilan dan kenyamanan. Karakter tersebut membuat Odyssey terasa lebih dekat dengan mobil penumpang daripada van besar.
Alphard memiliki kelebihan berbeda. Suspensinya dirancang untuk memberikan kenyamanan penumpang. Generasi AH30 mendapatkan peningkatan pada konstruksi suspensi belakang,
sementara wheelbase yang bertambah sekitar 50 mm dibanding generasi sebelumnya ikut memberikan ruang kaki yang lebih lega. Material peredam suara juga dibuat lebih baik sehingga kabin terasa senyap.
Dalam pemakaian sehari-hari, perbedaan tersebut sangat terasa. Jika pengemudi adalah orang yang mengutamakan kenyamanan seluruh anggota keluarga, Alphard lebih meyakinkan.
Jika pemilik sering menyetir sendiri, melewati jalan perkotaan yang padat, parkir di tempat sempit, dan sesekali mengemudi dengan gaya lebih aktif, Odyssey justru lebih menyenangkan.
Kemudian masuk ke bagian yang sering menjadi pertimbangan terbesar calon pembeli mobil bekas, yaitu konsumsi bahan bakar. Jangan terlalu percaya angka konsumsi BBM yang sangat irit tanpa melihat kondisi penggunaan.
Baca Juga: Persaingan Diesel Lawas! Panther Grand Touring 2017 vs Innova Diesel 2017
Kedua kendaraan memiliki mesin bensin besar dan bodi berat sehingga konsumsi bahan bakar sangat dipengaruhi kemacetan, tekanan ban, kondisi mesin, jumlah penumpang, penggunaan AC, dan gaya mengemudi.
Sebagai gambaran penggunaan nyata, Alphard 2.5 dapat berada di sekitar 6–9 km/l dalam penggunaan kota yang padat dan sekitar 9–12 km/l ketika digunakan di jalan tol dengan kecepatan stabil. Angka tersebut merupakan kisaran realistis penggunaan, bukan angka resmi pabrikan, sehingga unit dengan kondisi mesin, transmisi, ban, dan kaki-kaki yang berbeda dapat menghasilkan angka berbeda.
Honda Odyssey 2.4 biasanya lebih mudah mendapatkan konsumsi sekitar 7–10 km/l dalam pemakaian kota dan sekitar 10–13 km/l ketika digunakan di jalan tol dengan kondisi lalu lintas lancar. Lagi-lagi, angka ini bukan jaminan. Pemakaian dengan kemacetan berat dapat membuat konsumsi turun cukup jauh.
Dengan demikian, untuk urusan efisiensi, Honda Odyssey 2015 lebih berpeluang menjadi pilihan yang ramah terhadap biaya bahan bakar. Selisihnya memang tidak selalu besar, tetapi jika mobil digunakan setiap hari untuk mengantar anak, bekerja, berbelanja, dan perjalanan luar kota, perbedaan konsumsi tersebut bisa terasa dalam pengeluaran bulanan.
Dari sisi kapasitas penumpang, kedua mobil sama-sama mampu membawa tujuh penumpang pada konfigurasi yang umum ditemui. Namun karakter ruangnya berbeda.
Alphard memberikan kesan kabin yang sangat lapang, terutama pada baris kedua. Pada tipe yang mempunyai captain seat dengan ottoman, penumpang baris kedua mendapatkan ruang kaki yang sangat luas dan posisi duduk yang nyaman.
Beberapa tipe juga memiliki fitur seperti sunroof atau dual sunroof, lampu kabin LED dengan pilihan warna, serta sistem AC yang dilengkapi teknologi Nanoe pada varian tertentu.
Honda Odyssey tidak kalah menarik untuk keluarga. Salah satu kelebihannya adalah mekanisme kursi baris ketiga yang dapat dilipat untuk menciptakan ruang barang lebih besar.
Honda Indonesia menyebut sistem Magical Storage memungkinkan bangku baris ketiga dilipat secara rata untuk mendapatkan ruang kargo tambahan.
Hal tersebut membuat Odyssey menarik bagi keluarga yang sering membawa barang. Saat seluruh kursi digunakan, ruang bagasi memang tidak sebesar mobil niaga, tetapi ketika kursi belakang dilipat, kemampuan membawa barang meningkat drastis.
Jadi, untuk keluarga yang membutuhkan mobil serbaguna antara membawa penumpang dan barang, Odyssey memiliki nilai praktis yang kuat.
Masuk ke fitur, Alphard 2015 menawarkan perlengkapan yang membuat mobil ini terasa premium. Power sliding door, sistem AC otomatis, captain seat pada varian tertentu, ottoman, sunroof, sistem hiburan, kamera, dan berbagai fitur kenyamanan tersedia tergantung tipe.
Varian G dan Q tentu jauh lebih lengkap dibandingkan tipe X. Karena itu, calon pembeli Alphard bekas sebaiknya jangan hanya melihat tahun kendaraan. Tipe, spesifikasi, status unit dan kelengkapan fitur sangat memengaruhi harga.
Honda Odyssey 2015 juga mempunyai daftar fitur yang menarik. Ketika diperbarui pada 2015, Honda menambahkan New Roof Monitor dan built-in GPS Navigation.
Sistem audio menggunakan layar sentuh 7 inci dengan dukungan CD, DVD, MP3, FM/AM, USB, HDMI, Bluetooth, iPod dan iPhone. Ada pula fitur seperti rear camera, smart parking assist, cross traffic monitor, serta berbagai perangkat keselamatan.
Untuk keselamatan, Odyssey mempunyai paket yang cukup lengkap pada zamannya, termasuk ABS, EBD, Brake Assist, airbag depan, side airbag, curtain airbag, ISOFIX, rear camera, serta teknologi G-CON dan ACE. Smart Parking Assist juga menjadi fitur yang menarik karena membantu pengemudi ketika melakukan parkir.
Baca Juga: Yaris Cross vs HR-V Adu Irit BBM dan Performa, Hasilnya Bikin Mikir Dua Kali
Kalau dibandingkan secara sederhana, Alphard unggul dalam nuansa kemewahan dan kenyamanan kabin, sedangkan Odyssey unggul dalam kepraktisan dan teknologi yang membantu pengemudi.
Namun, kondisi unit bekas tetap jauh lebih penting daripada daftar fitur. Mobil dengan fitur lengkap tetapi riwayat perawatannya buruk dapat berubah menjadi sumber pengeluaran besar.
Bagian yang paling menarik adalah harga. Harga Toyota Alphard 2015 sekarang sangat bervariasi. Data pasar yang dihimpun pada 2026 menunjukkan kisaran sekitar Rp380 juta hingga Rp720 jutaan, tergantung tipe, kondisi, kilometer, dan status kendaraan.
Alphard 2.5 X berada di kisaran Rp380–400 juta, 2.5 G sekitar Rp410–585 juta, sementara varian 3.5 Q bisa mencapai Rp650–720 juta pada pasar tertentu.
Namun iklan mobil bekas menunjukkan harga bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari kisaran tersebut. Di OLX, misalnya, terdapat berbagai Alphard 2015 yang ditawarkan sekitar Rp319 juta sampai lebih dari Rp400 juta, sementara unit dengan kondisi dan kilometer tertentu dapat dipasang lebih tinggi.
Ini menunjukkan bahwa harga iklan bukan harga transaksi final dan calon pembeli tetap harus memeriksa kendaraan secara langsung. Honda Odyssey 2015 berada di kelas harga yang jauh lebih terjangkau.
Sejumlah listing terbaru menunjukkan unit 2015 berada sekitar Rp175–255 juta, tergantung kilometer, kondisi dan lokasi. Ada pula unit yang ditawarkan lebih tinggi jika kilometer rendah atau kondisinya sangat baik.
Perbedaan harga tersebut sangat besar. Dengan dana sekitar Rp200–250 juta, seseorang sudah memiliki peluang mendapatkan Honda Odyssey 2015 yang layak setelah melalui pemeriksaan menyeluruh.
Sementara itu, untuk mendapatkan Alphard 2015 yang kondisinya menarik, anggaran umumnya harus lebih besar. Inilah alasan mengapa Odyssey menjadi pilihan yang sangat rasional bagi masyarakat umum.
Dari sisi purna jual, Toyota memiliki keunggulan yang sulit diabaikan. Nama Alphard sangat dikenal di Indonesia dan permintaannya relatif kuat.
Jaringan Toyota yang luas juga memudahkan pemilik melakukan servis dan mencari bengkel yang familiar dengan produk Toyota. Hal tersebut menjadi nilai tambah ketika kendaraan sudah berusia lebih dari satu dekade.
Honda juga memiliki jaringan dan dukungan yang baik, tetapi jumlah Odyssey di pasar Indonesia tidak sebanyak Alphard. Akibatnya, pasar bekas Odyssey lebih kecil.
Ini bukan berarti Odyssey sulit dijual, tetapi calon pembeli mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan pembeli yang benar-benar mencari model tersebut.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Toyota Soluna 2000 vs Suzuki Baleno 2000, Ini Kelebihan dan Kekurangan
Untuk suku cadang, Alphard memiliki keuntungan dari popularitasnya. Banyak komponen fast moving relatif mudah ditemukan, baik melalui jaringan resmi maupun pasar aftermarket.
Namun, jangan menganggap seluruh suku cadang Alphard murah. Komponen tertentu, terutama yang berkaitan dengan fitur kenyamanan, kelistrikan, pintu elektrik, suspensi, sensor, dan interior premium, dapat membutuhkan biaya yang cukup tinggi.
Odyssey juga mempunyai ketersediaan suku cadang yang cukup baik untuk komponen mesin dan perawatan rutin. Masalah biasanya muncul pada komponen spesifik yang tidak sebanyak produk Honda yang lebih populer seperti CR-V, HR-V, atau Civic.
Oleh karena itu, sebelum membeli Odyssey bekas, calon pemilik sebaiknya memastikan ketersediaan komponen yang berkaitan dengan transmisi CVT, kaki-kaki, pintu geser elektrik, sensor, serta perangkat elektronik.
Kekurangan Alphard 2015 yang paling jelas adalah ukuran bodinya. Mobil ini besar sehingga parkir di tempat sempit membutuhkan perhatian lebih.
Konsumsi BBM juga bukan keunggulannya. Biaya ban, kaki-kaki, sistem AC, kelistrikan, serta komponen kenyamanan tertentu juga bisa lebih mahal dibandingkan MPV keluarga biasa. Selain itu, harga beli Alphard yang tinggi membuat calon pembeli harus lebih teliti terhadap riwayat kendaraan.
Kelebihan Alphard sangat jelas kabinnya luas, nyaman, senyap, posisi duduk baris kedua sangat menyenangkan, fitur melimpah, dan citranya sebagai MPV keluarga premium masih kuat. Bagi keluarga yang sering melakukan perjalanan jauh, kenyamanan tersebut bisa lebih penting daripada selisih konsumsi BBM.
Honda Odyssey memiliki kekurangan berupa pasar bekas yang lebih kecil, harga jual kembali yang tidak sekuat Alphard, serta beberapa komponen spesifik yang mungkin membutuhkan pencarian lebih teliti.
Desain bodinya yang lebih rendah juga berarti karakter mobilnya tidak memberikan sensasi "MPV tinggi" seperti Alphard. Bagi sebagian orang, hal ini justru menjadi kelebihan, tetapi bagi yang menginginkan posisi duduk tinggi, mungkin terasa kurang sesuai.
Kelebihan Odyssey justru terletak pada keseimbangan. Harganya jauh lebih terjangkau, mesin 2.4 liter cukup bertenaga, pengendalian menyenangkan, kabin tetap luas, fitur keselamatan lengkap, pintu geser elektrik praktis, serta konsumsi BBM berpotensi lebih bersahabat.
Honda sendiri saat peluncuran 2015 menekankan kombinasi mesin Earth Dreams, CVT, ECON Mode, kenyamanan dan teknologi keselamatan sebagai nilai utama Odyssey.
Jadi, Toyota Alphard 2015 atau Honda Odyssey 2015? Jawabannya tergantung kebutuhan dan anggaran. Jika memiliki dana lebih besar dan prioritas utama adalah kenyamanan penumpang, kabin senyap, ruang baris kedua, kualitas perjalanan jauh serta nilai jual kembali
Alphard 2015 lebih unggul. Mobil ini memang lebih mahal, tetapi keunggulan tersebut terasa setiap kali keluarga melakukan perjalanan. Sebaliknya, jika ingin MPV keluarga besar yang nyaman tetapi tidak ingin mengeluarkan dana terlalu besar, Honda Odyssey 2015 justru lebih masuk akal.
Dengan harga yang dapat terpaut ratusan juta rupiah dari Alphard, Odyssey menawarkan mesin bertenaga, kabin luas, fitur lengkap dan handling yang lebih menyenangkan.
Untuk masyarakat umum, cenderung memilih Honda Odyssey 2015 jika anggaran berada di kisaran Rp200–250 juta. Uang yang tersisa dapat digunakan untuk melakukan servis besar setelah membeli mobil, mengganti ban jika diperlukan, melakukan perawatan kaki-kaki, mengganti fluida, memperbaiki sistem AC, atau menyiapkan dana darurat.
Baca Juga: Toyota Yaris Bakpao 2012 vs Honda Jazz 2012, Harga Bekas Selisih Tipis
Strategi seperti ini sering kali lebih masuk akal daripada menghabiskan seluruh anggaran hanya untuk mendapatkan Alphard. Namun jika anggaran sudah berada di sekitar Rp400 juta dan kebutuhan keluarga benar-benar mengutamakan kenyamanan, Toyota Alphard 2015 2.5 menjadi pilihan yang sangat menarik.
Pastikan memilih unit dengan riwayat servis jelas, interior terawat, transmisi CVT sehat, pintu geser elektrik bekerja normal, AC dingin, kaki-kaki tidak bermasalah, dan tidak memiliki riwayat kecelakaan berat.
Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah jangan membeli mobil bekas hanya karena harga terlihat murah. Pada Alphard maupun Odyssey, kondisi kendaraan jauh lebih penting daripada angka kilometer di odometer. Pemeriksaan mesin, transmisi, kaki-kaki, sistem pendingin, AC, kelistrikan, struktur bodi, serta riwayat servis harus dilakukan sebelum transaksi.
Pada akhirnya, Toyota Alphard 2015 adalah pilihan untuk orang yang ingin memaksimalkan kenyamanan, sedangkan Honda Odyssey 2015 adalah pilihan bagi orang yang ingin mendapatkan keseimbangan antara kenyamanan, performa, fitur dan harga. Alphard menang dalam kemewahan dan purna jual, sementara Odyssey menang dalam nilai ekonomis dan karakter berkendara.
Jika pertanyaannya bukan "mana yang lebih mewah", tetapi "mana yang lebih masuk akal untuk keluarga Indonesia", Honda Odyssey 2015 menjadi lawan yang sangat kuat. Namun jika pertanyaannya "mana yang memberikan pengalaman berkendara dan kenyamanan kabin lebih premium", Toyota Alphard 2015 masih sulit dikalahkan.
Bagi calon pembeli, angka harga yang terlihat di pasar sebaiknya dianggap sebagai patokan awal, bukan harga mutlak. Kondisi unit, tipe, kilometer, kelengkapan dokumen, riwayat servis dan lokasi dapat membuat harga berbeda jauh.
Karena itu, sebelum membeli, bandingkan beberapa unit sekaligus dan lakukan inspeksi langsung. Data listing terbaru menunjukkan perbedaan harga antarsatuan memang cukup besar, baik pada Alphard maupun Odyssey.
Dengan kata lain, jangan sampai tergoda hanya oleh emblem atau tampilan mewah. Alphard 2015 memang menawarkan pengalaman yang lebih premium, tetapi Odyssey 2015 dapat menjadi pembelian yang jauh lebih rasional apabila prioritas utama adalah mobil keluarga nyaman dengan harga bekas yang lebih terjangkau.
Pilihan terbaik akhirnya bukan mobil yang paling mahal, melainkan mobil yang kondisinya paling sehat dan sesuai dengan kemampuan finansial pemilik.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi