RADARSEMARANG.ID – Honda Odyssey 2008 masih menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang menginginkan mobil keluarga berukuran besar dengan rasa berkendara yang lebih dekat dengan sedan.
Di tengah pilihan mobil bekas yang semakin beragam, Odyssey tahun 2008 menawarkan kombinasi kabin lega, mesin bensin 2.4 liter, desain yang sampai sekarang terlihat cukup elegan, serta kenyamanan yang sulit didapatkan dari MPV biasa dengan harga sekelasnya.
Yang membuat Honda Odyssey 2008 menarik bukan semata-mata karena embel-embel mobil premium pada zamannya, tetapi karena karakter berkendaranya.
Mobil ini memiliki posisi berkendara rendah, bodi lebar dan suspensi yang dibuat untuk memberikan kestabilan ketika melaju di jalan tol maupun perjalanan antarkota.
Di pasar mobil bekas Indonesia, unit tahun 2008 saat ini juga sudah berada pada rentang harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan ketika masih menjadi mobil baru.
Namun, membeli Honda Odyssey 2008 tentu tidak cukup hanya melihat harga dan tampilan. Usianya sudah cukup tua, sehingga kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, sistem kelistrikan dan riwayat perawatan justru menjadi faktor yang lebih penting daripada sekadar tahun dan kilometer.
Beberapa listing pasar bekas yang muncul pada 2026 menunjukkan Honda Odyssey 2008 berada di sekitar Rp111 juta sampai Rp145 juta, tergantung kondisi, varian dan kilometer.
Honda Odyssey generasi ini menggunakan mesin bensin 2.4 liter empat silinder. Data spesifikasi yang tersedia untuk Odyssey 2.4 mencatat kapasitas mesin 2.356 cc dengan tenaga sekitar 171 PS dan torsi sekitar 225 Nm.
Kapasitas tersebut membuat Odyssey mempunyai tenaga yang cukup besar untuk membawa tujuh penumpang sekaligus, terutama ketika digunakan untuk perjalanan luar kota.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Gengsi, Nissan Terra 2020 atau Pajero Sport 2022
Karakter mesin 2.4 liternya terasa cukup halus. Berbeda dengan MPV kecil yang biasanya mengandalkan mesin berkapasitas lebih rendah, Odyssey mempunyai cadangan tenaga yang lebih meyakinkan
ketika pengemudi harus melakukan akselerasi atau menyalip kendaraan lain. Pada kecepatan menengah hingga tinggi, tenaga mesin terasa lebih santai karena tidak perlu dipaksa bekerja terlalu keras.
Salah satu daya tarik utama Odyssey adalah karakter pengendaliannya. Bodinya memang besar dengan panjang sekitar 4,8 meter dan lebar lebih dari 1,8 meter,
tetapi posisi duduk yang rendah membuat mobil terasa berbeda dari MPV tinggi pada umumnya. Data spesifikasi mencatat panjang sekitar 4.845 mm, lebar 1.820 mm dan wheelbase 2.900 mm. Kapasitas tempat duduknya mencapai tujuh orang.
Wheelbase panjang membantu memberikan kestabilan ketika mobil melaju di jalan lurus. Di jalan tol, Odyssey 2008 terasa mantap dan tidak mudah terasa limbung selama kondisi suspensi dan ban masih sehat. Setir juga memberikan sensasi berkendara yang lebih menyerupai mobil penumpang besar daripada van keluarga.
Meski demikian, ukuran bodinya tetap harus diperhitungkan ketika digunakan di perkotaan. Jalan sempit, parkiran mal dan gang dengan ruang terbatas bisa menjadi tantangan tersendiri. Pengemudi yang sebelumnya terbiasa menggunakan MPV kecil perlu beradaptasi dengan lebar bodi dan radius putarnya.
Untuk perjalanan keluarga, justru dimensi besar tersebut menjadi keuntungan. Kabin memberikan ruang yang cukup bagi tujuh penumpang, sementara konfigurasi kursi memungkinkan mobil
digunakan untuk membawa keluarga sekaligus barang bawaan. Kapasitas tangki bahan bakarnya sekitar 55 liter pada salah satu spesifikasi Odyssey 2.4 yang tercatat di pasar Indonesia.
Bagian yang sering menjadi pertimbangan terbesar calon pembeli adalah konsumsi bahan bakar. Honda Odyssey 2008 bukan mobil yang seharusnya dibeli dengan harapan konsumsi BBM seperti Honda Brio, Jazz atau Mobilio. Mesin 2.4 liter, bobot kendaraan yang besar dan ukuran bodi lebar membuat konsumsi bahan bakarnya memang relatif tinggi.
Dalam penggunaan perkotaan dengan lalu lintas padat, konsumsi BBM realistis dapat berada di kisaran sekitar 6–8 km/l, sedangkan penggunaan luar kota dengan
kecepatan stabil berpotensi berada sekitar 9–12 km/l. Angka tersebut bukan angka resmi yang berlaku untuk semua unit, karena kondisi mesin, transmisi, tekanan ban, gaya mengemudi, beban penumpang, rute dan kualitas bahan bakar dapat mengubah hasil secara signifikan.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak terpaku pada angka konsumsi BBM dari iklan. Mobil berusia lebih dari 15 tahun bisa memiliki hasil yang berbeda jauh antara satu unit dengan unit lainnya.
Baca Juga: Toyota Innova Zenix Hybrid dan BYD E6 Resmi Jadi Armada Bluebird
Odyssey dengan injektor bersih, sensor mesin sehat, sistem pendingin terawat, ban sesuai spesifikasi dan transmisi bekerja normal tentu mempunyai peluang lebih hemat dibandingkan unit yang sudah mengalami banyak masalah.
Kapasitas kabin menjadi salah satu alasan kuat mengapa Odyssey 2008 masih layak dipertimbangkan sebagai mobil keluarga. Dengan tujuh tempat duduk, mobil ini dapat digunakan untuk aktivitas harian keluarga, perjalanan jauh maupun membawa beberapa penumpang sekaligus.
Namun, pembeli tetap harus memeriksa kondisi jok, mekanisme pelipatan kursi, rel kursi, power window dan sistem AC. Pada mobil tua, kerusakan kecil pada mekanisme kabin sering kali tidak terlihat saat melihat mobil secara singkat. Padahal, jika dikumpulkan, biaya memperbaikinya bisa cukup menguras anggaran.
Soal fitur, Odyssey 2008 sudah menawarkan perlengkapan yang pada masanya tergolong lengkap. Beberapa spesifikasi yang tercatat mencakup AC, power window, cruise control, keyless entry, automatic climate control, audio, serta berbagai fitur kenyamanan lainnya. Data spesifikasi Odyssey 2.4 juga mencatat keberadaan fitur seperti multifunction steering wheel, cruise control dan sistem audio.
Tetapi perlu diperhatikan bahwa fitur dapat berbeda berdasarkan varian dan pasar asal kendaraan. Karena itu, jangan langsung menganggap semua Honda Odyssey 2008 mempunyai perlengkapan yang identik. Pembeli harus memeriksa unit yang akan dibeli secara langsung.
Salah satu kelebihan Odyssey adalah kualitas kenyamanan kabinnya. Material interior dan desain dashboard memberikan kesan lebih mewah dibandingkan banyak MPV keluarga yang harganya sekarang berada di rentang serupa. Kedap kabin juga cukup membantu ketika mobil digunakan dalam perjalanan jauh.
Posisi duduk yang rendah menjadi pedang bermata dua. Bagi orang yang menyukai sensasi mengemudi seperti sedan, karakter ini justru menjadi nilai tambah. Tetapi bagi pengguna yang terbiasa dengan MPV tinggi, akses masuk dan keluar mungkin terasa kurang praktis, terutama untuk lansia.
Dari sisi performa, mesin 2.4 liter menjadi salah satu keunggulan terbesar. Tenaga sekitar 171 PS dan torsi sekitar 225 Nm cukup untuk membuat mobil besar ini tetap bertenaga.
Untuk penggunaan keluarga, performa tersebut sebenarnya lebih dari cukup. Ketika seluruh kursi terisi, mesin tidak terasa sekecil mesin MPV kompak. Di jalan tol, Odyssey mampu mempertahankan kecepatan jelajah dengan relatif santai. Namun, performa yang baik harus dibayar dengan konsumsi BBM yang lebih tinggi.
Handling juga menjadi nilai jual tersendiri. Suspensi dan posisi bodi yang rendah membuat Odyssey memiliki karakter lebih stabil daripada banyak MPV tinggi.
Honda sendiri pada generasi Odyssey yang lebih baru menekankan pusat gravitasi rendah dan karakter suspensi independen sebagai bagian dari keunggulan kestabilannya. Karakter dasar Odyssey memang dikenal mengutamakan perpaduan kenyamanan dan stabilitas.
Baca Juga: Toyota Innova Zenix Facelift Diduga Sedang Diuji, Ini Bocoran Perubahan Desain dan Interiornya
Kekurangan utama Honda Odyssey 2008 justru muncul karena faktor usia. Mobil tahun 2008 sudah tidak muda lagi. Sebaik apa pun reputasi Honda, komponen mekanis tetap mengalami keausan. Karena itu, pembeli harus siap menghadapi kemungkinan penggantian shock absorber, bushing, link stabilizer, engine mounting, selang, karet-karet, bearing, sistem pendingin atau komponen kelistrikan.
Transmisi juga harus menjadi perhatian khusus. Data listing Odyssey 2008 di pasar Indonesia menunjukkan adanya unit yang menggunakan CVT, sehingga calon pembeli perlu memastikan jenis transmisi unit yang ditaksir dan mengecek riwayat perawatannya.
Saat test drive, perpindahan rasio harus terasa halus dan tidak menunjukkan gejala aneh seperti hentakan berlebihan, suara mendengung yang tidak normal, respons lambat ketika posisi D dimasukkan atau gejala selip. Jika ada tanda-tanda tersebut, jangan menganggapnya sebagai masalah kecil sebelum dilakukan pemeriksaan oleh bengkel yang memahami Honda.
Suku cadang menjadi pertimbangan berikutnya. Untuk komponen fast moving dan sejumlah komponen mesin yang umum, pemilik biasanya relatif lebih mudah menemukan pilihan pengganti karena Honda mempunyai jaringan dan ekosistem suku cadang yang luas.
Namun, untuk komponen spesifik Odyssey, terutama bagian tertentu yang tidak banyak dipakai model Honda lain, harga dan ketersediaannya bisa berbeda.
Artinya, biaya suku cadang Honda Odyssey 2008 tidak selalu murah. Ada komponen yang masih sangat terjangkau, tetapi ada pula komponen tertentu yang dapat menghabiskan dana cukup besar.
Pembeli sebaiknya tidak hanya menyiapkan uang untuk membeli mobil, tetapi juga menyediakan dana cadangan untuk perawatan setelah transaksi.
Purna jualnya juga masih cukup masuk akal untuk ukuran mobil yang sudah berusia lebih dari 15 tahun. Honda merupakan merek yang cukup dikenal masyarakat Indonesia,
sehingga Odyssey masih mempunyai pasar tersendiri. Akan tetapi, waktu menjual kembali mobil tua seperti ini sangat dipengaruhi kondisi unit, kelengkapan dokumen, kondisi mesin, transmisi, interior dan riwayat perawatan.
Harga Honda Odyssey 2008 di pasar bekas juga menunjukkan variasi yang cukup lebar. Pada pencarian pasar bekas 2026, beberapa unit terlihat ditawarkan sekitar Rp125 juta, sementara ada unit dengan kilometer lebih rendah yang ditawarkan sekitar Rp145 juta. Di sisi lain, terdapat pula penawaran sekitar Rp111 juta.
Situs mobil bekas lain juga mencatat harga Honda Odyssey bekas secara keseluruhan mulai sekitar Rp90 juta, meskipun angka tersebut mencakup berbagai tahun dan kondisi, bukan khusus model 2008.
Karena itu, harga Rp100 jutaan tidak otomatis berarti murah. Odyssey Rp100 juta yang membutuhkan perbaikan transmisi, kaki-kaki, AC dan mesin bisa jauh lebih mahal daripada unit Rp130 juta yang kondisinya benar-benar sehat. Pada mobil tua, kondisi kendaraan jauh lebih penting daripada selisih harga pembelian awal.
Baca Juga: Sama-Sama Diesel, Panther Grand Touring atau Innova yang Lebih Layak Dibeli?
Keunggulan lainnya adalah kenyamanan ketika bepergian jauh. Kursi yang nyaman, kabin luas dan mesin bertenaga membuat Odyssey cocok bagi keluarga yang sering melakukan perjalanan antarkota.
Mobil ini juga masih memiliki tampilan yang cukup elegan sehingga tidak terlihat seperti MPV lama yang sudah ketinggalan zaman. Tetapi kekurangannya juga jelas. Konsumsi BBM bukan yang paling hemat, bodi besar menyulitkan parkir di tempat sempit, biaya beberapa suku cadang dapat relatif mahal, dan risiko perbaikan akibat usia harus diperhitungkan.
Pajak tahunan juga perlu dicek berdasarkan identitas kendaraan dan daerah registrasi karena setiap kendaraan dapat mempunyai kewajiban yang berbeda.
Jika ingin membeli Honda Odyssey 2008 untuk pemakaian sehari-hari, pemeriksaan sebaiknya dimulai dari mesin. Pastikan tidak ada asap berlebihan, kebocoran oli, suara kasar, temperatur mesin normal dan tidak terdapat tanda-tanda overheating. Periksa pula kondisi oli, radiator, selang, kipas, serta sistem pendingin.
Berikutnya periksa transmisi. Lakukan test drive dalam kondisi dingin dan setelah mesin mencapai temperatur kerja. Rasakan respons ketika masuk D dan R, kemudian perhatikan apakah terdapat suara atau getaran yang tidak wajar.
Kaki-kaki juga wajib diperiksa karena bodi Odyssey cukup besar dan berat. Dengarkan suara ketika melewati jalan tidak rata. Bunyi “gluduk”, getaran pada setir atau mobil yang terasa tidak stabil bisa menjadi tanda komponen kaki-kaki membutuhkan perhatian.
Periksa pula AC depan dan belakang jika unit memilikinya, power window, central lock, audio, cruise control, lampu, wiper, kamera atau sensor jika tersedia, serta seluruh fungsi elektrikal. Pada mobil berusia lebih dari 15 tahun, fitur yang rusak satu per satu bisa menjadi sumber biaya tambahan.
Kesimpulannya, Honda Odyssey 2008 masih menarik untuk masyarakat umum yang mencari mobil keluarga besar dengan kenyamanan tinggi, mesin 2.4 liter bertenaga dan handling yang lebih mantap daripada MPV tinggi pada umumnya.
Harga bekas yang kini berada di kisaran Rp100 jutaan membuatnya terlihat menggoda, terutama bagi keluarga yang mengutamakan ruang kabin dan kenyamanan perjalanan.
Berdasarkan sejumlah listing yang terpantau pada 2026, kisaran harga sekitar Rp111 juta hingga Rp145 juta memang terlihat di pasar, tetapi harga tersebut bukan patokan mutlak karena kondisi setiap mobil berbeda.
Honda Odyssey 2008 paling cocok bagi pembeli yang memahami bahwa harga beli hanyalah bagian pertama dari biaya kepemilikan. Jika mendapatkan unit dengan mesin sehat, transmisi terawat, kaki-kaki bagus, AC dingin dan kelistrikan lengkap, mobil ini masih bisa menjadi kendaraan keluarga yang sangat nyaman.
Sebaliknya, jika tergoda oleh harga murah tetapi ternyata membutuhkan banyak perbaikan, biaya akhirnya dapat melampaui harga unit yang lebih mahal namun sehat. Jadi, untuk masyarakat umum, rumus terbaik ketika mencari Honda Odyssey 2008 bukan “cari yang termurah”, melainkan “cari yang kondisinya paling sehat dengan harga yang masuk akal”.
Dengan kombinasi mesin 2.4 liter, kapasitas tujuh penumpang, kabin lega, kenyamanan, fitur yang cukup lengkap dan karakter berkendara yang stabil, Honda Odyssey 2008 masih mempunyai alasan kuat untuk dipertimbangkan.
Mobil ini memang bukan pilihan bagi mereka yang mengejar konsumsi BBM paling irit, tetapi bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan dan performa, Odyssey bekas bisa menjadi salah satu alternatif menarik di kelas harga Rp100 jutaan.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi