RADARSEMARANG.ID – Wuling Almaz Exclusive 2019 dan DFSK Glory i-Auto merupakan dua SUV bermesin 1.5 turbo yang pernah menawarkan kombinasi menarik antara tenaga besar, kabin lega, fitur melimpah, dan harga yang relatif terjangkau dibandingkan SUV Jepang di kelasnya.
Kini, keduanya justru semakin menarik dilirik sebagai mobil bekas untuk kebutuhan keluarga, perjalanan luar kota, hingga kendaraan harian.
Namun ada satu hal penting yang perlu diluruskan sejak awal. Wuling Almaz Exclusive sudah resmi dipasarkan di Indonesia pada 2019, sedangkan DFSK Glory i-Auto baru resmi dijual pada 2020 setelah diperkenalkan di GIIAS 2019.
Jadi, perbandingan ini lebih tepat dilihat sebagai pertarungan dua SUV bekas dengan karakter dan usia yang berdekatan, bukan sebagai mobil yang sama-sama lahir pada tahun 2019.
Di pasar mobil bekas 2026, Wuling Almaz Exclusive 2019 terlihat ditawarkan di kisaran Rp120 juta hingga Rp170 jutaan, tergantung tipe, kondisi, kilometer, wilayah, dan status kendaraan.
Beberapa iklan Almaz Exclusive 5-seater bahkan berada di kisaran Rp140 juta-Rp160 juta. Angka tersebut tentu bukan harga pasaran resmi, melainkan harga penawaran sehingga pembeli tetap perlu melakukan pengecekan kondisi unit secara langsung.
Sementara itu, DFSK Glory i-Auto bekas juga memiliki rentang harga yang cukup lebar. Listing yang tersedia pada 2026 memperlihatkan unit tahun 2020 berada sekitar Rp150 juta hingga mendekati Rp200 juta, sedangkan beberapa unit tahun 2021 berada di sekitar Rp165 juta-Rp175 juta.
Perbedaan harga yang cukup jauh menunjukkan bahwa kondisi kendaraan, kilometer, riwayat servis dan lokasi penjualan sangat berpengaruh.
Baca Juga: Solar Nih Bos, Isuzu D-Max vs Mitsubishi Triton 2021:Siapa Lebih Tangguh dan Lebih Irit
Kalau hanya melihat angka harga bekas, Wuling Almaz Exclusive 2019 cenderung lebih mudah ditemukan dengan harga di bawah Rp150 juta. Ini menjadi salah satu alasan mengapa Almaz menarik untuk masyarakat yang ingin mendapatkan SUV besar dengan dana yang relatif terbatas.
Dari sisi mesin, Wuling Almaz Exclusive 2019 menggunakan mesin 1.5 liter turbocharged empat silinder. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 140 hp pada 5.200 rpm dan torsi 250 Nm pada 1.600-3.600 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi CVT, sementara karakter mesinnya memang dibuat untuk memberikan torsi besar sejak putaran rendah
Angka torsi 250 Nm menjadi salah satu kelebihan Almaz. Untuk penggunaan sehari-hari, karakter seperti ini terasa ketika mobil membawa penumpang penuh, menanjak, atau ketika pengemudi membutuhkan akselerasi untuk menyalip kendaraan lain. Turbo membuat mesin 1.5 liter tersebut tidak terasa seperti mesin kecil yang harus terus dipaksa bekerja pada putaran tinggi.
DFSK Glory i-Auto juga menggunakan mesin 1.5 liter turbo empat silinder. Namun tenaga maksimumnya sedikit lebih besar, yakni sekitar 150 PS, dengan torsi maksimum 220 Nm.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi CVT. Data teknis DFSK mencatat kapasitas mesin 1.498 cc, tenaga 150 PS pada 5.600 rpm dan torsi 220 Nm pada 1.800-4.000 rpm.
Jika hanya membandingkan angka di atas kertas, Glory i-Auto unggul tipis dalam tenaga maksimum, sedangkan Almaz unggul dalam torsi. Untuk pemakaian dalam kota, torsi besar Almaz pada putaran lebih rendah bisa terasa menyenangkan karena respons awalnya cukup kuat. Glory i-Auto juga tidak bisa dianggap lambat karena mesin turbo dan CVT-nya mampu memberikan akselerasi yang cukup untuk kebutuhan keluarga.
Untuk konsumsi bahan bakar, jangan berharap kedua SUV turbo ini mempunyai angka seperti mobil kecil bermesin 1.200-1.500 cc tanpa turbo. Bobot kendaraan, ukuran bodi, penggunaan AC, kondisi lalu lintas, tekanan ban dan gaya mengemudi sangat menentukan hasil akhirnya.
Pada penggunaan nyata, konsumsi BBM SUV turbo seperti Almaz dan Glory i-Auto bisa berubah cukup jauh antara rute dalam kota dan perjalanan luar kota.
Pengemudi yang sering menghadapi macet, melakukan akselerasi agresif, atau membawa banyak penumpang tentu akan mendapatkan angka lebih boros. Sebaliknya, perjalanan konstan di jalan tol dengan pedal gas stabil biasanya memberikan konsumsi yang lebih baik.
Karena itu, angka konsumsi BBM sebaiknya tidak dijadikan patokan tunggal. Untuk calon pembeli mobil bekas, kondisi mesin dan transmisi justru lebih penting daripada mengejar selisih konsumsi satu atau dua kilometer per liter.
Mesin turbo yang dirawat dengan benar bisa memberikan performa sekaligus efisiensi yang baik, tetapi mesin yang perawatannya diabaikan dapat membuat biaya kepemilikan meningkat.
Masuk ke kapasitas, Almaz Exclusive generasi awal hadir dengan konfigurasi lima penumpang sebelum Wuling memperkenalkan varian 7-seater pada Juli 2019. Varian 7-seater tersebut kemudian memperluas pilihan Almaz bagi keluarga yang membutuhkan kapasitas lebih banyak.
Inilah sebabnya calon pembeli Almaz 2019 harus teliti membaca iklan. Di pasar bekas saat ini terdapat Almaz 5-seater dan 7-seater tahun 2019. Jangan hanya melihat tulisan “Exclusive”, tetapi periksa konfigurasi kursinya secara langsung.
Glory i-Auto sejak awal lebih mengedepankan konfigurasi tujuh tempat duduk. Dimensinya juga cukup besar dengan panjang sekitar 4.700 mm, lebar 1.845 mm, tinggi 1.715 mm dan wheelbase 2.780 mm. Ground clearance tercatat sekitar 200 mm dengan kapasitas tangki bahan bakar 58 liter.
Baca Juga: Kuda Diesel atau Kijang Krista Diesel Tahun 2004, Mana yang Lebih Cocok
Dari segi ruang kabin, Glory i-Auto mempunyai keuntungan karena bodinya besar dan konfigurasi tujuh kursi. Ini membuatnya cocok untuk keluarga yang cukup sering bepergian bersama. Namun kursi baris ketiga pada SUV seperti ini tetap perlu diuji langsung karena kebutuhan ruang setiap keluarga berbeda.
Untuk handling, Wuling Almaz mempunyai karakter yang cukup nyaman untuk penggunaan harian. Sistem kemudinya menggunakan electric power steering, sedangkan suspensi belakangnya menggunakan model independent multi-link. Kombinasi tersebut membuat Almaz terasa cukup stabil ketika melewati jalan bergelombang dan tetap nyaman saat digunakan perjalanan jauh.
Kelemahan yang mungkin dirasakan adalah ukuran bodi yang cukup besar. Pengemudi yang sebelumnya terbiasa menggunakan MPV atau hatchback kecil membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri ketika masuk gang sempit atau parkir di ruang terbatas. Untungnya, kamera 360 derajat pada Almaz sangat membantu.
Glory i-Auto juga menggunakan electric power steering dengan suspensi depan MacPherson dan belakang torsion beam. Karakternya cenderung nyaman dan mudah dikendalikan untuk kebutuhan keluarga. Dengan wheelbase 2.780 mm, mobil terasa cukup mantap ketika digunakan di jalan besar.
Untuk manuver di tempat sempit, Glory i-Auto mempunyai kamera 360 derajat yang sangat membantu. Radius putarnya tercatat sekitar 5,75 meter. Ukurannya yang besar tetap harus diperhitungkan ketika parkir di rumah atau pusat perbelanjaan.
Berbicara fitur, Almaz Exclusive 2019 bisa dibilang menjadi salah satu mobil yang membuat Wuling cepat dikenal sebagai merek dengan fitur berlimpah. Salah satu yang paling mencolok adalah layar sentuh 10,4 inci, kamera 360 derajat, TPMS, panoramic sunroof, keyless entry, start-stop button, hingga sistem hiburan yang terintegrasi.
Wuling juga memperkenalkan Wuling Indonesian Command atau WIND. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengoperasikan sejumlah fungsi kendaraan melalui perintah suara Bahasa Indonesia. Fitur tersebut menjadi salah satu pembeda Almaz ketika pertama kali hadir di pasar Indonesia.
Pada Glory i-Auto, fitur juga menjadi senjata utama. DFSK membekali mobil ini dengan i-Talk, yakni sistem perintah suara yang dapat mengendalikan berbagai fungsi kendaraan dan multimedia. DFSK juga menyediakan kamera 360 derajat, sensor parkir, cruise control, wiper otomatis dengan rain sensor, lampu otomatis, serta electric tailgate yang dapat dioperasikan menggunakan sensor kaki.
Baca Juga: Persaingan Diesel Lawas! Panther Grand Touring 2017 vs Innova Diesel 2017
Bagian interior Glory i-Auto juga cukup menarik untuk ukuran mobil bekas dengan harga yang sekarang sudah jauh lebih rendah dibandingkan harga barunya. Tersedia layar sentuh 9 inci, jok kulit, pengaturan elektrik kursi depan, panoramic sunroof, dan sistem pendingin udara otomatis.
Untuk keselamatan, Glory i-Auto dibekali empat airbag, Electronic Stability Program, ABS, EBD, EBA, Hill Hold Control, TPMS, immobilizer dan kamera 360 derajat. Almaz juga memiliki perangkat keselamatan seperti ESC, traction control, hill hold control, ABS, EBD, BA, serta kamera 360 derajat pada spesifikasi tertentu.
Jika soal fitur menjadi prioritas, keduanya sama-sama menarik. Almaz punya keunggulan pada layar besar dan ekosistem WIND, sedangkan Glory i-Auto memiliki i-Talk, panoramic sunroof, electric tailgate dan berbagai perangkat otomatis yang membuatnya terasa lebih mahal daripada harga bekasnya.
Lalu bagaimana dengan durability atau daya tahan?
Jawabannya tidak bisa disederhanakan menjadi Wuling lebih awet atau DFSK lebih awet. Untuk mobil bekas berusia sekitar enam sampai tujuh tahun, kondisi unit jauh lebih menentukan daripada merek. Mesin turbo, CVT, sistem kelistrikan, AC, kaki-kaki, sensor dan fitur elektronik semuanya harus diperiksa.
Pada Almaz 2019, calon pembeli sebaiknya memperhatikan riwayat servis, kondisi turbo, respons CVT, temperatur mesin, suara kaki-kaki, sistem AC, panoramic sunroof dan seluruh fitur elektronik. Jangan lupa mengecek apakah semua fitur yang tersedia masih berfungsi normal.
Pada Glory i-Auto, pemeriksaan juga harus mencakup mesin turbo, CVT, sistem elektronik, kamera 360, i-Talk, electric tailgate, panoramic sunroof, sensor parkir, AC dan kaki-kaki. Mobil yang jarang dirawat mungkin terlihat bagus dari luar, tetapi biaya perbaikannya bisa berbeda jauh dibandingkan unit yang memiliki riwayat servis jelas.
Untuk suku cadang, Wuling saat ini memiliki keuntungan dari sisi jaringan dan keberadaan merek di Indonesia. Wuling menyatakan spare part original tersedia melalui dealer resmi di Indonesia dan konsumen dapat menanyakan ketersediaan serta harga kepada service advisor. Wuling juga memiliki layanan Wuling Mobile Service untuk perawatan berkala, layanan darurat dan perbaikan ringan.
Wuling juga memiliki program purna jual yang mencakup dukungan untuk model Almaz. Program yang tersedia dapat berubah mengikuti kebijakan pabrikan, tetapi keberadaan jaringan resmi menjadi faktor penting bagi pemilik mobil bekas yang ingin mempertahankan kondisi kendaraan.
Baca Juga: Pilih Mana? Nissan Serena 2005 atau Toyota Noah 2005, Simak Selengkapnya
DFSK juga tidak bisa dibilang meninggalkan pemilik Glory i-Auto. DFSK menyatakan jaringan resminya didukung teknisi tersertifikasi, sistem diagnosis khusus dan suku cadang genuine. Pabrikan juga menyebut ketersediaan suku cadang fast moving maupun sejumlah komponen slow moving melalui jaringan dan gudang suku cadangnya.
Bahkan DFSK menyebut total maintenance cost Glory i-Auto selama lima tahun atau 60 bulan sekitar Rp12,5 jutaan dalam program yang mereka publikasikan pada 2021, atau sekitar Rp200 ribuan per bulan jika dirata-ratakan. Angka tersebut adalah informasi program pabrikan pada periode tersebut, bukan jaminan biaya servis yang berlaku pada 2026.
Dari sisi garansi kendaraan baru, DFSK saat ini mencantumkan garansi Glory series hingga tujuh tahun atau 150.000 km untuk kendaraan yang memenuhi ketentuan program.
Namun calon pembeli Glory i-Auto bekas tidak boleh otomatis menganggap seluruh unit lama masih mendapatkan masa garansi tersebut. Status garansi harus dikonfirmasi berdasarkan VIN, tahun kendaraan dan riwayat kepemilikannya.
Bagaimana dengan harga ketika pertama kali baru? Almaz pertama kali dipasarkan di Jakarta pada harga OTR Rp318,8 juta pada 2019. Beberapa bulan kemudian Wuling juga memperkenalkan konfigurasi 7-seater dengan harga mulai Rp263,8 juta, tergantung varian. Perbedaan varian dan waktu peluncuran inilah yang membuat calon pembeli harus berhati-hati ketika membandingkan harga baru dan harga bekas.
Glory i-Auto saat resmi dijual pada 2020 juga bermain di kelas SUV menengah dengan harga dan fitur yang ditujukan untuk menantang produk yang lebih dahulu populer. Saat ini model tersebut sudah tidak diproduksi, tetapi unit bekasnya masih tersedia di pasar.
Lalu mana yang lebih cocok untuk masyarakat umum?
Jika kebutuhan utama adalah mobil keluarga untuk pemakaian harian, perjalanan luar kota, mudah mencari jaringan servis dan ingin harga beli bekas relatif terjangkau, Wuling Almaz Exclusive 2019 menjadi pilihan yang sangat masuk akal. Harga bekasnya sekarang cukup menarik, performanya kuat dan fiturnya masih terasa modern.
Jika kebutuhan utama adalah kabin tujuh penumpang, fitur sebanyak mungkin, panoramic sunroof, electric tailgate dan pengalaman berkendara yang lebih “wah” dengan harga bekas yang sudah turun cukup jauh, DFSK Glory i-Auto layak dipertimbangkan.
Baca Juga: Mending Innova Venturer atau Santa Fe? Mana yang Lebih Aman
Namun, ada satu faktor yang sebaiknya tidak dilupakan: kemudahan mencari unit dan melakukan servis. Wuling memiliki ekosistem purna jual yang lebih dikenal luas masyarakat saat ini. DFSK tetap menyediakan jaringan resmi dan dukungan suku cadang, tetapi jumlah serta persebaran fasilitas yang dapat dijangkau calon pemilik perlu dicek berdasarkan kota tempat tinggal.
Karena itu, sebelum membeli Glory i-Auto, sebaiknya calon pemilik mencari tahu lokasi bengkel resmi DFSK terdekat. Hal yang sama berlaku untuk Almaz. Jangan sampai membeli mobil karena harga murah tetapi kemudian kesulitan ketika membutuhkan pemeriksaan khusus atau suku cadang tertentu.
Untuk pembeli mobil bekas, kondisi unit juga harus mengalahkan gengsi tahun dan merek. Almaz dengan riwayat servis lengkap, CVT sehat dan seluruh fitur bekerja normal lebih layak dipilih dibandingkan Almaz yang murah tetapi memiliki banyak masalah. Begitu juga Glory i-Auto.
Unit dengan riwayat servis jelas dan kondisi mekanis sehat jauh lebih menarik daripada unit murah yang membutuhkan banyak perbaikan.
Kalau dana pembelian berada di sekitar Rp140 juta-Rp160 juta, Almaz Exclusive 2019 menjadi salah satu opsi yang menarik karena sudah menawarkan mesin turbo 1.5 liter, CVT, kabin SUV, fitur lengkap dan kamera 360 derajat.
Listing pasar 2026 menunjukkan banyak unit berada di sekitar rentang tersebut, meski harga aktual sangat tergantung kondisi dan lokasi.
Pada rentang harga serupa, Glory i-Auto juga mulai menarik karena beberapa unit bekas 2020 tercatat berada sekitar Rp150 juta-Rp180 juta. Namun, pembeli harus benar-benar memastikan kondisi mobil dan ketersediaan layanan resmi di wilayahnya sebelum melakukan transaksi.
Kesimpulannya, Wuling Almaz Exclusive 2019 lebih cocok bagi masyarakat yang menginginkan SUV turbo bekas dengan harga relatif terjangkau, fitur lengkap, torsi besar, kenyamanan yang baik dan dukungan purna jual Wuling yang cukup matang.
DFSK Glory i-Auto lebih menarik bagi mereka yang mengejar fitur, kabin tujuh penumpang dan sensasi SUV besar dengan harga bekas yang sudah turun signifikan.
Kalau harus memilih berdasarkan kebutuhan masyarakat umum, Almaz Exclusive 2019 menjadi pilihan yang lebih aman secara keseluruhan. Bukan karena Glory i-Auto buruk, tetapi karena faktor usia, ketersediaan unit, jaringan purna jual dan kemudahan kepemilikan jangka panjang ikut menentukan keputusan membeli mobil bekas.
Sementara itu, Glory i-Auto bisa menjadi pilihan menarik bagi pembeli yang menemukan unit dengan kondisi sangat sehat, riwayat servis jelas dan harga yang benar-benar kompetitif. Mobil ini menawarkan fitur yang sampai sekarang masih terlihat mewah untuk sebuah SUV bekas.
Tetapi dalam kondisi pasar mobil bekas 2026, Almaz memiliki keunggulan pada kemudahan kepemilikan, sedangkan Glory i-Auto menarik karena fitur dan value for money yang ditawarkan.
Bagi calon pembeli, patokan akhirnya sederhana: cek mesin, CVT, kaki-kaki, kelistrikan, AC, fitur keselamatan, kondisi bodi, dokumen, riwayat servis dan lakukan test drive.
Jangan terpancing harga paling murah. Mobil bekas yang sedikit lebih mahal tetapi kondisinya sehat bisa jauh lebih murah dalam jangka panjang daripada mobil murah yang membutuhkan banyak perbaikan.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi